CIMAHI, Pena Katolik – Kota Cimahi, Jawa Barat, menjadi saksi sejarah terselenggaranya Jambore Sanggar Veritas (JSV) 2026, sebuah pertemuan akbar perdana bagi para siswa dan guru yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Sanggar Veritas di sekolah-sekolah Yayasan Santo Dominikus (YSD), Cimahi, 15-17 Januari 2026.
Sanggar Veritas merupakan wadah pembinaan iman dan karakter yang wajib ada di setiap sekolah Dominikan. Pada kesempatan ini, para peserta dapat melihat langsung karya kerasulan para suster, mulai dari bidang kesehatan, sosial, pendidikan, hingga formasi calon suster, yang dikemas dalam kegiatan Spirit Journey.
JSV 2026 mengusung tema “Berjalan Bersama Mewartakan Kebenaran”, dengan semangat menumbuhkan empat pilar hidup Dominikan: doa, studi, persaudaraan, dan pewartaan. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat persaudaraan antar siswa, menjadi ruang belajar bersama, mengembangkan jiwa kepemimpinan, serta melatih penghayatan nilai-nilai Santo Dominikus.
Sekitar 410 siswa dari SD, SMP, dan SMA hadir sebagai utusan kontingen dari Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Cimahi. Mereka adalah perwakilan terpilih yang aktif dalam Sanggar Veritas di sekolah masing-masing.

Biara Induk
Kota Cimahi dipilih sebagai kegiatan JSV dengan alasan di kota Cimahi adalah tempat Biara induk dan Biara Pusat Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus berada. Tempat ini sekaligus menjadi pusat spiritual para Suster Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus Indonesia yang merukapan pemilik misi karya kerasulan Pendidikan se- YSD. Di Cimahi juga para Siswa peserta Jambore bisa come and see semua bentuk karya kerasulan para Suster OP meliputi, karya kesehatan (klinik Dewi Sartika), karya sosial (Panti Jompo Karitas, rumah anak asuh Dewi Sartika, dan Kursus Jahit Dewi Sartka), Karya Pendidikan (dari Day Care sampai SMP), Karya Formasi (Pendidikan calon Suster Tahap Aspiran), yang kegiatannya di kemas dalam spirit journey.
Esensi dan semangat dasar yang mau ditumbuhkan dalam Jambore Sanggar Veritas ini adalah oase kehidupan Dominican yang penuh dinamika dan sukacita persaudaraan sebagai anak-anak Dominikan yang ingin merayakan kebersamaan dalam berjalan bersama dan belajar bersama sebagai calon-calon pewarta muda.
Titik pusat yang ingin dihidupkan dalam kegiatan ini adalah sebuah perayaan bersama dalam menghayati 4 pilar hidup sebagai anak-anak Dominikan yakni : Hidup Doa, Studi, Hidup dalam persaudaraan dan pewartaan. Empat pilar tersebut juga bisa dirangkum dalam core values menghidupkan nilai-nilai dari semangat Santo Dominikus. Dan lebih jelasnya arah dan tujuan kegiatan seperti tersebut di bawah ini :
Kegiatan Jambore Sanggar Veritas dilaksanakan dengan tujuan: Mempererat tali persaudaraan dan persahabatan diantara para siswa sebagai anak-anak Dominican Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan Sanggar Veritas. Dengan harapan dimasa depan akan tergabung dalam alumni Sanggar Veritas Nasional sekolah Dominikan Indonesia. Menjadi ruang belajar bersama untuk menghidupi core values sekolah Dominikan dalam semangat kemajemukan bagi para Siswa. Mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kedewasaan iman sebagai pewarta muda atau anak-anak Dominikan di tengah dunia saat ini. Melatih dan mengembangkan penghayatan 4 pilar hidup Dominikan yakni : Hidup doa, Studi, Hidup dalam Persaudaraan dan Pewartaan.

Mencintai Kebenaran
Kegiatan jambore sanggar Veritas ( JSV 2026) dibuka dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Onesius Otenieli Daeli,OSC selaku Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Bandung dan Pastor Yulianus Yaya Rusyadi,OSC selaku Kepala Paroki St. Ignatius Cimahi. Dalam pesannya Pastor Ote,OSC panggilan akrabnya menekankan agar anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Veritas makin mencintai dan menghidupi Kebenaran yang kadang hadir dalam situasi kehidupan yang kontras seperti yang dialami oleh orang-orang kusta yang berani berseru kepada Yesus dengan mengatakan “Jika Engkau mau, Engkau bisa menyembuhkan aku”, orang kusta tidak menuntut namun mempercayakan otoritas penyembuhan dan perubahan hidup pada kehendak Yesus. Dan setelah sembuh ia mewartakan kepada semua orang akan kebaikan dan belas kasih Allah. Demikian pula anak-anak Sanggar Veritas di panggil dan diutus Tuhan untuk mewartakan Kebenaran yang telah dialaminya sendiri.
Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan acara opening ceremony dengan penyerahan Bendera Jambore Sanggar Veritas dari Sr. M. Albertine, OP, M.Pd selaku ketua badan pengurus Yayasan Santo Dominikus kepada Sr. M. Theodora,S.Pd selaku kepala kantor cabang Cimahi sebagai penyelenggara Jambore Sanggar Veritas. Dalam Opening Ceremony ini dihadiri oleh : Sr. M. Krisanti, OP, M.A selaku Pemimpin Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus Indonesia didampingi oleh Sr.M. Dominika,OP dan Sr. M. Irene,OP, M.M. selaku anggota Dewan Pimpinan Kongregasi.
Pada kesempatan itu juga hadir Ibu Grasia Setya Widiasrini selaku perwakilan dari Kemandag, Pembimas Katolik Propinsi Jawa Barat dan Ibu Dr. Ir. Sherly Iliana, MM selaku ketua Mejelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Bandung. Dalam Sambutannya Sr. M. Albertine,OP menekankan bahwa Jambore Sanggar Veritas dilaksanakan sebagai selebarasi bagi para Siswa untuk mengeskplorasi proses dan hasil belajar dan pengembangan diri menuju profile yang diharapkan selaras dengan Visi Misi YSD yakni menjadi pribadi utuh, cerdas dan Cinta Kebenaran. Dengan tema “Berjalan Bersama Mewartakan Kebenaran” memberi wadah bagi setiap siswa mampu mengembangkan 4 skill yang diharapkan yakni: learning skill, literasi skill, life skill dan preaching skill yang diwujudkan dengan menghidupi core values dari semangat Santo Dominikus sebagai kekhasan sekolah Dominikan.
Diakhir sambutannya Sr. Albertine,OP bersama utusan semua kontingan peserta JSV menyalakan obor Veritas “DE FEKKEL BRANDEND HOUDEN” (Jagalah agar obor tetap menyala) yang menandai jambore Sanggar Veritas dibuka.
Kegiatan hari ke-2 merupakan pucak acara jambore yang dilaksanakan dengan aneka kegiatan khas anak-anak Sanggar Veritas yakni : Learning, Preaching Contest, Debat, Spirit Journey dan Veritas Culture Night. Dalam acara preaching contest para utusan dari setiap sekolah menyampaikan orasi atau kotbah dari buah refleksi dengan tema : “Aku Pelajar Dominikan Bertanggungjawab Secara Moral Terhadap Kelestarian Lingkungan” (Veritas for Earth) semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan menyadarkan mereka bahwa menjaga lingkungan bukan hanya sekedar pilihan tetapi panggilan Tuhan, jika kita membiarkan bumi dan alam semesta kita rusak sama halnya kita merusak kehormatan Tuhan.
Demikian juga dalam ajang debat, para peserta diajak untuk melatih 6 C (Critical Thingking, Creativity, Communication, Collabotarition, Citizenship/Culture dan Compassion). Dalam kegiatan Spirit Journey, para peserta diajak membangun passion kehidupan selaras dengan semangat Santo Dominikus dengan mengunjungi karya-karya karitatif milik para Suster termasuk mengunjungi rumah abadi ke-48 Suster yang telah dimakamkan di kompleks biara pusat. Hal yang menarik peserta terkesima ketika memasuki museum Gellery Oase Kasih di Biara Pusat Kongregasi Suster-Suster St. Dominikus Indonesia. Kegiatan hari ke-2 ditutup dengan kegiatan yang membuat suasana membahana dengan acara Veritas Culture Night dimana semua kontingan tampil dengan sangat memukau masing-masing mengusung tema besar VERITAS.
Kontingen Cimahi mengusung tema “Sora Jati Di Situ Digital”, kontingen Cirebon mengusung tema “Veritas in Caritate” kontingan Purwokerto mengusung tema “Satu Melodi Dalam Pewartaan”, kontingen Yogyakarta mengusung tema “Stay True, Stay Light” tampilan Veritas Culture disiarkan melalui chanel youtube Yayasan Santo Dominikus Cimahi.
Kegiatan hari ke-3 para peserta lebih banyak diajak untuk melakukan refleksi atas seluruh proses kegiatan selama JSV yang dirasakan oleh beberapa peserta merupakan saat Collecting experiences dari pada sekedar collecting thing, yang membuat pengalaman kebersamaan di JSV ini menjadi lebih membahagiaan dan penuh sukacita, yang pasti akan menjadi kenangan yang indah di masa depan sebagai young Dominikan. Dan pada acara closing para peserta mendapat medali dan piagam sebagai tanda apresiasi atas keterlibatannya yang total dan penuh sukacita mengikuti JSV 2026, dan closing statement dari Sr. M. Albertine,OP selaku ketua badan pengurus Yayasan Santo
Dominikus menyampaikan bahwa: Mari kita belajar dari pepatah : “Action speak louder than words. Let your words teach and your action speak” (Tindakan berbicara lebih keras dari pada kata- kata, biarkan kata-katamu mengajar dan tindakanmu berbicara) pesan ini sangat cocok dengan spirit anak-anak Sanggar Veritas. JVS bukan akhir tetapi awal bagi anggota Sanggar Veritas untuk siap di utus ke seluruh dunia untuk menjawab panggilan Tuhan: “Sent to Preach the Gospel”. Dengan terus berjalan bersama mewartakan kebenaran di manapun. (Tim YSD)




