BUNTOK, Pena Katolik – Sebuah momen bersejarah terjadi di Paroki Santo Paulus Buntok, Kalimantan Tengah. Setelah puluhan tahun dilayani oleh para imam dari Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) sejak 11 Januari 2026, penggembalaan di paroki ini mulai dilayani para imam Keuskupan Palangkaraya.
Upacara serah terima digelar dalam suasana khidmat di hadapan para imam, umat, dan tokoh Gereja. Dalam sambutannya, Uskup Palangkaraya, Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka MSF, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kongregasi MSF atas dedikasi dan pelayanan yang telah ditanamkan sejak tahun 1964.
“Kami tidak akan melupakan jejak-jejak para misionaris MSF yang telah menabur benih iman di tanah ini. Terima kasih khusus kami sampaikan kepada Pater Bambang MSF dan Pater Yere MSF, dua imam MSF terakhir yang berkarya di Buntok. Semoga Kerajaan Allah terus berkembang melalui pelayanan para imam Keuskupan Palangkaraya,” ujar Mgr. Aloysius.
Para imam MSF mulai melayani di Buntok pada tahun 1964. Setahun kemudia Paroki Santo Paulus berdiri pada tahun 1965 dan dilayani oleh para imam MSF.
Dari data tahun 2020, umat di Paroki Buntok berjumlah 3845 (910 KK). Pusat pastoral di paroki ini berada di Gereja St. Paulus Buntok. Selain itu, paroki ini memiliki 30 stasi serta 28 Gereja dam satu kapel.
Upacara serah terima ditandai dengan penyerahan dokumen pelayanan pastoral dan doa bersama di depan altar yang dihiasi bunga. Para imam yang hadir mengenakan busana liturgi putih, menandakan kesatuan dan harapan baru dalam perjalanan Gereja lokal.
Dengan penyerahan ini, Keuskupan Palangkaraya mengambil alih tanggung jawab pelayanan pastoral di Paroki Santo Paulus Buntok, melanjutkan semangat misioner yang telah dirintis oleh MSF. Umat diharapkan terus mendukung dan terlibat aktif dalam kehidupan Gereja, agar karya pewartaan Injil semakin berakar dan bertumbuh di tengah masyarakat.




