Home BERITA TERKINI Negara Terkecil dengan 97% Penduduknya Katolik

Negara Terkecil dengan 97% Penduduknya Katolik

0

SAN MARINO, Pena Katolik – Paus Leo XIV menerima dua pejabat San Marino, Matteo Rossi dan Lorenzo Bugli, bersama pejabat Sekretariat Negara Takhta Suci di Wisma Apostolik Vatikan. Pertemuan ini menegaskan hubungan istimewa antara negara kecil yang terkurung daratan di timur laut Italia itu dengan Vatikan.

Dalam pernyataan singkat Takhta Suci disebutkan bahwa dalam pertemuan dengan Kardinal Pietro Parolin (Sekretaris Negara), serta Uskup Agung Paul Richard Gallagher (Kepala Diplomasi Vatikan) kedua belah pihak menyoroti hubungan bilateral yang “sangat baik” antara dua negara mikro tersebut, sekaligus menekankan kontribusi Gereja bagi masyarakat San Marino.

Selain itu, mereka membahas krisis internasional yang sedang berlangsung, khususnya perang di Ukraina, serta menekankan pentingnya multilateralisme dan dialog antaragama dalam memajukan perdamaian.

San Marino, yang 97% penduduknya beragama Katolik, memiliki populasi sekitar 34.000 jiwa dengan luas wilayah hanya 61 km², menjadikannya negara merdeka terkecil kelima di dunia. Dalam sejarah penyatuan Italia, wilayah kecil ini tidak dimasukkan ke dalam Kerajaan Italia karena Giuseppe Garibaldi pernah berlindung di sana saat perang melawan Austria. Sejak itu, netralitas San Marino selalu dihormati dalam berbagai perang.

San Marino adalah salah satu negara tertua di dunia, yang diakui merdeka sejak tahun 301. Sistem pemerintahannya unik, dipimpin oleh dua Kapten Regent yang berganti setiap enam bulan. Lorenzo Bugli, lahir 20 Februari 1995, saat ini tercatat sebagai kepala negara termuda di dunia. Ia aktif di politik sejak usia 18 tahun sebagai anggota dewan kota. Rekannya, Matteo Rossi, lahir 1986, adalah mantan pemain sepak bola.

San Marino merupakan satu dari hanya dua negara di dunia yang menerapkan sistem diarki (kepemimpinan ganda). Negara lainnya adalah Andorra, yang dipimpin oleh dua “pangeran” yakni Uskup Urgell di Spanyol dan Presiden Republik Prancis.

Wilayah kecil ini pernah dianggap sebagai pintu masuk pengaruh Rusia di Eropa karena adanya modal Rusia di bank-bank San Marino. Bahkan saat pandemi COVID-19, San Marino menjadi salah satu dari sedikit wilayah Eropa yang menggunakan vaksin Sputnik dari Rusia. Namun sejak 2022, akibat perang di Ukraina, San Marino ikut menerapkan sanksi Uni Eropa terhadap aset Rusia, sehingga Moskow menganggap negara kecil ini sebagai “negara musuh.”

Dimensi Gerejawi dan Kunjungan Paus

Secara gerejawi, San Marino termasuk dalam Keuskupan San Marino-Montefeltro yang juga mencakup beberapa kota di wilayah Marche dan Emilia-Romagna, sehingga bersifat lintas batas.

Negara ini pernah dikunjungi dua Paus: Yohanes Paulus II pada 1982 dan Benediktus XVI pada 2011. Kedua kunjungan tersebut dianggap sebagai perjalanan apostolik resmi karena para Paus secara formal meninggalkan wilayah Italia.

Sebagai catatan, di Vatikan pernah bertugas seorang imam asal San Marino, Pastor Ciro Benedettini CP, yang menjabat Wakil Direktur Kantor Pers Takhta Suci dari 1995 hingga 2016. Pertemuan Paus Leo XIV dengan dua Kapten Regent San Marino menegaskan kembali hubungan erat antara Vatikan dan republik kecil yang bersejarah ini, sekaligus menyoroti peran Gereja dalam membangun perdamaian di tengah krisis global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version