MERAUKE, Pena Katolik – Dua bangunan penting pemerintahan, yakni Kantor Gubernur Papua Selatan dan Kantor DPR Provinsi Papua Selatan, resmi diberkati dan diresmikan pada Senin, 5 Januari 2026. Acara berlangsung di Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Kampung Salor, Distrik Kurik.
Peresmian ini dipimpin oleh Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Agung Merauke, yang bertindak sebagai konselebran bersama sejumlah imam: Romo Johanes Juemo Kandam (Sekjen Keuskupan Agung Merauke), Romo Simon Petrus Takahanem Kaize MSC, Romo Ivan Simamora OFM Cap, Romo Pinto Sihombing OFM Cap, Romo Oscar Sinaga OFM Cap, serta Diakon Gregorius Helyanan.
Dalam pesannya, Uskup Mandagi menegaskan bahwa kedua kantor pemerintahan tersebut harus dijaga dan dirawat dengan baik. “Bangunan ini dibangun dengan dana yang besar dan megah. Jangan dikotori, tetapi dipakai untuk melayani seluruh wilayah Provinsi Papua Selatan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa kantor pemerintahan bisa hancur total bila nilai moral ditinggalkan. “Kantor Gubernur dan DPR Papua Selatan akan runtuh bila tidak dijaga dengan baik oleh mereka yang bekerja di dalamnya, bila tidak mendengar serta melaksanakan nilai-nilai kebenaran,” tambahnya.
Uskup Mandagi menyinggung fenomena kehancuran moral sejumlah pejabat di Indonesia yang berujung pada kasus korupsi dan penangkapan oleh KPK. Ia menekankan bahwa tanpa kejujuran dan tanggung jawab, bangunan megah sekalipun akan kehilangan makna. Meski demikian, ia menyatakan rasa bangga atas berdirinya dua bangunan representatif tersebut, sembari menyadari masih ada keterbatasan infrastruktur di kawasan KTM yang sedang dalam tahap pembangunan.
Sementara itu, Apolo Safanpo, Gubernur Papua Selatan, menghimbau aparatur sipil negara agar betah bekerja di kantor baru tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta anggota DPR RI yang telah mendukung pembangunan ini. “Karena kerja keras mereka, akhirnya dana disalurkan untuk pembangunan dua kantor tersebut,” katanya.
Ferdinandus Kainakaimu turut menegaskan komitmen ASN untuk bekerja sesuai sumpah jabatan. “Mau tidak mau, pegawai negeri sipil harus tetap bekerja di daerah ini. Mari bekerja keras dengan cara datang tepat waktu dan pulang tepat waktu,” ujarnya.
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi Papua Selatan, menandai dimulainya pelayanan pemerintahan dari pusat baru di Kampung Salor, Distrik Kurik, dengan harapan seluruh aparatur dapat menjaga integritas dan menjadikan kantor tersebut sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat. (Agapitus Batbual/Merauke)
