Pernahkah kita bertanya dalam hati:
mengapa Tuhan terasa diam
ketika kita sungguh membutuhkan jawaban?
Mengapa doa-doa yang tulus
kadang seperti berhenti di langit?
Atau jangan-jangan,
Tuhan tidak diam—
Ia hanya bekerja dengan cara
yang lebih pelan dari langkah kita.
Hari ini Sabda Tuhan mengajak kita berjalan perlahan
menyusuri dua kisah sederhana,
namun penuh makna.
Ada Hana.
Ia membawa luka yang tidak semua orang pahami.
Ia tidak banyak berkata.
Ia datang ke hadapan Tuhan
dan membiarkan air mata menjadi bahasanya.
Doanya tidak indah,
tetapi jujur.
Dan Tuhan mendengarnya.
Tidak seketika.
Tidak dengan cara yang ia harapkan.
Namun dari kesetiaan yang sunyi itu,
Tuhan menumbuhkan kehidupan baru.
Luka tidak dihapus,
melainkan diubah menjadi berkat.
Lalu Injil membawa kita ke pantai yang biasa.
Jala sedang dibersihkan.
Hidup sedang dijalani seperti biasa.
Di sanalah Yesus lewat.
Ia tidak mencari orang sempurna.
Ia memanggil mereka yang setia menjalani hari.
“Ikutlah Aku,” kata-Nya.
Dan mereka melangkah.
Tanpa peta.
Tanpa jaminan.
Namun dengan hati yang percaya.
Di sinilah kita diajak mengerti:
Tuhan bekerja bukan hanya
dalam doa yang panjang,
tetapi juga dalam langkah kecil yang setia.
Bukan hanya dalam air mata,
tetapi juga dalam rutinitas yang kita jalani dengan kasih.
Maka jika hari ini kita bertanya,
“Di mana Tuhan bekerja dalam hidupku?”
Jawabannya sederhana dan meneguhkan:
Tuhan sedang bekerja
di dalam doa yang tidak kita tinggalkan,
dan di dalam hidup yang terus kita jalani.
Pelan-pelan.
Diam-diam.
Namun dengan kasih yang setia.
Dan itu cukup
untuk melangkah hari ini dengan harapan.




