Santo André Bessette dan Mukjizat Kesembuhan untuk Lebih dari 10.000 Orang

MONTREAL, Pena Katolik – Tidak butuh waktu lama bagi Santo André Bessette untuk dikenal sebagai “Manusia Mukjizat Montreal.” Ia adalah seorang bruder yang sederhana. Selama hidup, ia tidak menginginkan banyak perhatian, tetapi dikaruniai Tuhan dengan iman yang dalam dan teguh.

Mirip dengan Beato Solanus Casey, St. Bessette adalah seorang porter, ‘penjaga pintu’, di seminari. Setiap hari, ia menjalankan tugasnya tanpa banyak kata, hening, namun di sanalah tampak kekudusannya.

St. Bessete setiap hari menghabiskan waktu berjam-jam berlutut. Ia membangun sebuah kapel kecil untuk menghormati Santo Yusuf, tempat ia menghabiskan sebagian besar waktu luangnya.

Manusia Mukjizat

Tidak butuh waktu lama bagi para pengunjung kapel kecil Bruder André itu untuk mulai melaporkan kesembuhan dan anugerah surgawi khusus. Sontak, hal itu segera menarik perhatian Uskup Agung Montreal. Saat ia mengunjungi kapel tersebut, seketika ia menangkap kekudusan Bruder André.

“Saya tidak perlu melakukan penyelidikan, saya yakin kejadian luar biasa telah terjadi; penyembuhan jasmani, dan penyembuhan rohani yang jauh lebih besar telah terjadi di sini,” katanya.

“Orang-orang berdosa telah datang ke sini, berdoa, dan setelah berdoa mengakui dosa-dosa mereka dan pergi dengan damai bersama Tuhan.”

Kerumunan mulai terbentuk dan mereka mulai meminta Bruder André untuk mendoakannya secara pribadi. Mukjizat terus terjadi dan mereka menjulukinya sebagai “Manusia Mukjizat.”

Bruder André hanya tertawa mendengar nama itu dan berkata, “Santo Yusuf-lah yang melakukan hal-hal ini, saya seperti Anda, hanya seorang pemohon.”

Meskipun Bruder André tidak pernah menjadi imam, namun, ia akan duduk bersama orang-orang, untuk mendengarkan banyak penderitaan mereka. Ia lalu akan berdoa bersama mereka. Setelah itu, banyak yang disembuhkan dari penyakit mereka, baik fisik maupun spiritual. Menurut beberapa perkiraan, lebih dari 10.000 orang disembuhkan. Beberapa bahkan menyebutkan ada sebanyak 125.000 mukjizat.

Setelah kematiannya pada tahun 1937, orang-orang terus melaporkan kesembuhan (dan masih berlanjut hingga hari ini).

Mukjizat Kesembuhan

Tahun 1954, Joe Audino mulai mengalami masalah kesehatan. Pada tahun 1957, masalah tersebut semakin parah. Pada tahun berikutnya, 1958, kanker sarkoma sel retikulum telah menyebar ke seluruh tubuhnya.

Radiasi tidak lagi mampu mengimbangi kanker. Saat itu, Joe kehilangan harapan. Ia hanya berhadapan segera bertemu ajalnya. Saat itu, Ia diagnosisnya “terminal” dan kematiannya diperkirakan dalam waktu tiga puluh hari.

Ada rasa sakit luar biasa yang Joe rasakan, ia bahkan terlalu kesakitan untuk bisa mengaku dosa atau menerima Komuni. Alhasil, ia hanya berbaring tanpa harapan di tempat tidur.

Dalam kesulitannya, Joe teringat Bruder André. Sejak itu, ia tidak pernah berhenti berdoa memohon bantuan Bruder André.

“Saya tahu dia akan mampu membantu saya,” katanya.

Sebuah perawatan eksperimental ia jalani. Namun, tak lama kemudian, dia bebas dari kanker. Dokter bingung, apa yang terjadi. dr. Philip Rubin, ketua terapi radiasi di Pusat Kanker Universitas Rochester, mengatakan, tidak ada penjelasan ilmiah yang jelas untuk kesembuhan Joe.

Santo André Bessette adalah seorang pria sederhana, dengan iman yang sederhana, “iman biji sesawi” yang dapat memindahkan gunung. Dia tahu di dalam hatinya bahwa Tuhan dapat menyembuhkan orang dan melakukan mukjizat, tidak pernah meragukan kuasa Tuhan. Ia hanyalah alat bagi rahmat Tuhan untuk mengalir kepada orang lain.

Teladan Kekudusan

Santo André Bessette adalah salah satu santo yang relatif baru dalam Gereja Katolik. Ia hidup di abad ke-20 dan dikanonisasi pada tahun 2010. Meski kini namanya tidak terlalu dikenal luas, semasa hidupnya ia dijuluki “manusia mukjizat dari Montreal” dan lebih dari satu juta orang menghadiri pemakamannya.

Nama lahirnya adalah Alfred Bessette, anak dari pasangan tukang kayu Katolik, Isaac dan Clothilde Bessette. Ia lahir dalam kondisi kesehatan yang sangat lemah, sehingga orang tuanya segera memberinya baptisan darurat. Dari 12 bersaudara, empat meninggal saat masih bayi, dan Alfred sendiri nyaris mengalami hal yang sama.

Kesulitan hidup terus menghantamnya. Ayahnya meninggal dalam kecelakaan kerja ketika Alfred berusia 9 tahun, dan ibunya wafat saat ia berusia 12 tahun. Hidup berpindah-pindah di keluarga asuh, Alfred mencoba berbagai pekerjaan, tetapi kondisi fisiknya yang rapuh membuatnya tidak mampu bertahan.

Panggilan Hidup Religius

Meski tubuhnya lemah, Alfred memiliki kekuatan rohani yang luar biasa. Pastor parokinya, Romo André Provençal, melihat kesalehan dan kerendahan hatinya, lalu mengirim Alfred ke Kongregasi Salib Suci (OSC) di Montreal. Ada sebuah catatan yang disertakan pastor parokinya saat mengirim Alfred ke seminari.

“Saya mengirimkan seorang santo.”

Awalnya kongregasi menolak Alfred karena ia tidak berpendidikan dan terlalu lemah untuk bekerja. Namun berkat campur tangan Uskup Agung Montreal, ia akhirnya diterima sebagai novis dan mengambil nama religius Bruder André.

Pelayanan Mukjizat

Sebagai anggota Kongregasi Salib Suci, Bruder André bekerja sederhana: sebagai penjaga pintu, sakristan, tukang cuci, dan pengantar pesan. Namun dari kesederhanaan itu, ia mulai dikenal luas karena doa-doanya yang penuh kuasa. Ribuan orang datang kepadanya untuk meminta doa, dan banyak yang mengalami kesembuhan. Sepanjang hidupnya, ia diyakini telah menyembuhkan lebih dari 10.000 orang.

Ia juga berperan besar dalam pembangunan Oratorium Santo Yosef di Montreal, yang kemudian menjadi tempat ziarah terkenal. Ketika ia wafat, lebih dari satu juta orang datang memberi penghormatan.

Kerendahan Hati 

Bruder André pernah berkata dengan humor: “Ketika saya bergabung dengan komunitas ini, para pemimpin menunjukkan saya pintu, dan saya tetap di sana selama 40 tahun.”

Bruder André menerima tugas sederhana sebagao penjaga pintu seminari itu dengan sukacita. Hidupnya mengingatkan kita bahwa kekudusan bukan soal jabatan atau prestasi, melainkan kasih dan pelayanan.

Meski tidak berpendidikan dan bahkan buta huruf, Bruder André memiliki kebijaksanaan sejati yang berasal dari Allah. Ia menunjukkan bahwa rahmat Tuhan tidak terbatas pada kecerdasan manusia.

Mukjizat-mukjizat yang terjadi melalui doa Bruder André lahir dari iman yang polos dan lahir dari iman yang polos dan tulus. Ia percaya sepenuhnya pada kuasa kuasa Allah. Hidupnya menjadi saksi nyata dari sabda Tuhan: “Tidak ada yang mustahil bagi Allah” (Lukas 1:37).

Santo André Bessette adalah teladan bahwa kelemahan manusia tidak menghalangi kekuatan kasih Allah. Dengan kerendahan hati, kebijaksanaan ilahi, dan iman yang sederhana, ia menjadi menjadi saksi Kristus yang hidup.

Oratorium Santo Yosef di Montreal

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini