Minggu, Januari 11, 2026

Air Suci dalam Tradisi Katolik: Bagaimana Dibuat dan Bagaimana Memperolehnya

ROMA, Pena Katolik – Air suci adalah salah satu kekayaan sakramentali yang paling dikenal dalam Gereja Katolik. Air suci digunakan dalam peristiwa publik ketika imam memberkati sesuatu atau tempat tertentu. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: dari mana air suci berasal, apa yang membuatnya istimewa, dan bagaimana umat bisa mendapatkannya?

Apa Itu Air Suci?

Air suci dikategorikan sebagai sakramentali, yaitu tanda-tanda suci yang ditetapkan oleh Gereja untuk membantu umat menghayati iman. Sakramentali berbeda dengan sakramen, tetapi berkaitan erat dengan tujuh sakramen sebagai sarana rahmat.

Contoh lain sakramentali di antaranya adalah rosario, salib, patung, medali, skapulir, lilin yang diberkati, abu pada Rabu Abu, dan daun palma pada Minggu Palma. Semua ini adalah tanda-tanda yang diberkati Gereja untuk menyucikan hidup umat dan mengingatkan mereka akan karya Allah.

Bagaimana Dibuat?

Air suci tidak berasal dari “keran khusus” di gereja, melainkan dari air biasa yang diberkati oleh imam atau diakon. Prosesnya dilakukan dengan ritus doa khusus yang memohon kuasa Allah untuk menyucikan air tersebut, sehingga menjadi sarana berkat bagi umat yang menggunakannya.

Di Indonesia, rumusan doa untuk pemberkatan air suci ini di antaranya terdapat dalam buku Upacara Sakramen dan Pemberkatan (bahasa Indonesia); Padupan Kencana (bahasa Jawa); dan juga ada di buku Madah Bhakti dan Puji Syukur.

Air suci mengingatkan kita pada Baptisan, saat kita dibersihkan dan menerima hidup baru dalam Kristus. Imam biasanya menggunakan air bersih, mengucapkan doa berkat, dan membuat tanda salib di atasnya. Di Indonesia dan di beberapa negara, garam juga ditambahkan sebagai lambang pemurnian.

Apakah Umat Bisa Mendapatkan Air Suci?

Di gereja selalu adaair suci yangdilatakkandi dekat pintu masuk. Umat dapat mencelupkan jari ke dalamnya dan membuat tanda salib sebagai pengingat akan Baptisan.

Umat juga dapat menyimpan air suci di rumah. Umat dapat meminta imam paroki untuk memberkati sebotol air agar bisa disimpan di rumah. Banyak keluarga Katolik memiliki wadah kecil (font) untuk air suci di rumah mereka.

Dari paroki: Beberapa paroki menyediakan wadah khusus berisi air suci yang bisa diambil umat, biasanya di ruang terpisah atau kapel baptisan. Umat dapat membawa botol sendiri untuk diisi.

Makna Rohani

Air suci adalah simbol dan tanda nyata kasih Allah. Ia menjadi saluran rahmat yang mengingatkan kita akan Baptisan, saat Allah membasuh kita dari dosa dan menjadikan kita anggota keluarga-Nya. Setiap kali kita menggunakan air suci, kita diingatkan bahwa hidup kita dipanggil untuk terus disucikan dan diarahkan kembali kepada Kristus.

Air suci adalah tanda sederhana namun penuh makna. Dibuat melalui doa berkat imam, air ini menghubungkan kita dengan rahmat Baptisan dan menjadi sarana pengingat akan kasih Allah yang menyucikan. Dengan menyimpan dan menggunakan air suci, umat Katolik diajak untuk terus hidup dalam kesadaran bahwa Allah hadir, membersihkan, dan menuntun kita setiap hari.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini