Sabtu, Januari 10, 2026

Menentukan Tanggal Pernikahan dengan Inspirasi Para Kudus

JAKARTA, Pena Katolik – Menentukan tanggal pernikahan sering kali menjadi salah satu keputusan paling penting bagi pasangan yang hendak menikah. Bukan menyesuaikan dengan jadwal keluarga, tetapi juga menyangkut makna spiritual yang mendalam.

Dengan mengambil inspirasi dari waktu pernikahan beberapa orang kudus, berikut ini beberapa tanggal pernihakan orang kudus yang mungkin cocok dipilih sebagai tanggal pernikahan.

Beata Conchita Cabrera dan Francisco de Armida (8 November)

Pasangan ini menikah pada 8 November 1884 dan dikaruniai enam anak. Mereka dikenal karena karya rohani Conchita, pendiri Apostolat Salib.

Conchita dan Pancho membangun keluarga bersama dan mereka dapat menjadi teladan sekaligus penuntun bagi pasangan yang ingin menapaki jalan serupa. Beata Conchita—begitu ia akrab disapa—juga dikenal sebagai pendiri Apostolat Salib, sebuah karya rohani yang memberi inspirasi mendalam bagi banyak orang.

Selain itu, Conchita meninggalkan sejumlah tulisan yang hingga kini tetap populer dan relevan. Karya-karya tersebut dapat menjadi sumber pencerahan serta pegangan berharga dalam kehidupan pernikahan dan keluarga Anda.

09012025-Santo Louis Martin dan Santa Zélie Guerin orangtua St. Theresia Lisieux.

Santo Louis Martin dan Santa Zélie Guerin (12 Juli)

Mereka adalah orangtua Santa Thérèse dari Lisieux. Keduanya menikah dengan Misa tengah malam pada 12 Juli 1858. Mereka menjadi teladan dalam menghidupi iman di tengah suka dan duka keluarga.

Keduanya kemudian dikanonisasi pada 18 Oktober 2015, diakui Gereja sebagai teladan keluarga yang mulia dan patut diteladani. Kehidupan mereka menunjukkan bagaimana sebuah rumah tangga dapat dijalani dengan iman yang mendalam, kesetiaan, serta pengorbanan yang luhur.

Sebagai pasangan kudus, Louis dan Zélie dapat menjadi penolong bagi Anda dalam menjaga spiritualitas pernikahan. Mereka mengajarkan bahwa setiap suka maupun duka, setiap kebahagiaan maupun tantangan, dapat dipersembahkan kepada Allah dengan ketulusan dan devosi yang mendalam.

Santo Joachim dan Santa Anna (26 Juli)

Pasangan suci Santo Yoakim dan Santa Anna, orangtua dari Santa Perawan Maria, diperingati secara khusus setiap 26 Juli dalam bentuk perayaan besar Gereja. Tanggal ini menjadi momen istimewa untuk mengenang teladan mereka sebagai suami-istri sekaligus orangtua yang penuh iman, ketekunan, dan kasih keluarga.

Sebagai ayah dan ibu dari Maria, serta kakek-nenek Yesus, Yoakim dan Anna menampilkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi tempat tumbuhnya iman yang kokoh. Mereka bukan hanya teladan dalam kesetiaan kepada Allah, tetapi juga dalam membangun rumah tangga yang penuh cinta dan pengorbanan.

Bagi pasangan yang hendak menikah, memilih tanggal ini sebagai hari pernikahan dapat menjadi simbol yang sarat makna. Dengan meneladani Santo Yoakim dan Santa Anna, pernikahan tidak hanya menjadi ikatan cinta manusiawi, tetapi juga sebuah panggilan untuk menghadirkan iman, harapan, dan kasih dalam kehidupan keluarga.

Santo Zakharia dan Santa Elisabet (5 November)

Pasangan suci Santo Zakharia dan Santa Elisabet, yang dikenal sebagai orangtua dari Santo Yohanes Pembaptis, diperingati setiap 5 November. Meskipun tahun pasti pernikahan mereka tidak tercatat dalam sejarah, Gereja menetapkan hari khusus untuk menghormati mereka sebagai teladan iman dan kesetiaan.

Sebagai pasangan yang hidup dalam ketaatan kepada Allah, Zakharia dan Elisabet menunjukkan bagaimana doa, pengharapan, dan kesabaran dapat berbuah dalam kehidupan keluarga. Kehadiran mereka sebagai orangtua dari Yohanes Pembaptis—sosok yang mempersiapkan jalan bagi Yesus—menjadi bukti bahwa peran keluarga sangat penting dalam rencana keselamatan.

Beato Józef dan Wiktoria Ulma (7 Juli) 

Pasangan Polandia yang bersama tujuh anaknya menjadi martir karena keberanian dan kasih dalam Kristus. Mereka dibeatifikasi pada kepausan Fransiskus pada 2023.

Pasangan suci Beato Józef dan Wiktoria Ulma dikenal karena keberanian luar biasa serta kasih keluarga yang berakar dalam Kristus. Kisah hidup mereka, bersama tujuh anak yang mereka cintai, menjadi teladan iman dan pengorbanan. Mereka dimartir sebagai satu keluarga, sebuah kesaksian yang menggugah hati banyak orang hingga kini.

Pernikahan mereka berlangsung pada 7 Juli, yang kemudian ditetapkan sebagai hari pesta peringatan. Pada tahun 2023, Gereja secara resmi mengakui kesucian mereka dengan menganugerahkan gelar beato, menjadikan seluruh keluarga Ulma sebagai simbol keberanian, kasih, dan kesetiaan kepada Allah.

Beato Luigi dan Maria Beltrame Quattrocchi. Aleteia

Beato Luigi dan Maria Beltrame Quattrocchi (25 November)

Pasangan suci Beato Luigi dan Maria Beltrame Quattrocchi tercatat dalam sejarah Gereja sebagai pasangan pertama yang dibeatifikasi bersama, tanpa melalui jalan martir. Pengakuan ini diberikan karena kesetiaan mereka yang luar biasa kepada Kristus serta kehidupan keluarga yang dijalani dengan penuh devosi dan iman.

Mereka menikah pada 25 November 1906, sebuah tanggal yang kini menjadi simbol indah bagi pasangan yang ingin menapaki kehidupan rumah tangga dengan dasar iman. Luigi dan Maria menunjukkan bahwa kehidupan keluarga biasa dapat dijalani dengan cara yang luar biasa, penuh kasih, kesetiaan, dan pengorbanan.

Santo Yosef dan Santa Perawan Maria (23 Januari/Akhir Desember) 

Pasangan suci Santo Yosef dan Santa Perawan Maria menjadi teladan utama dalam hal pernikahan dan kehidupan keluarga. Sebagai orangtua Yesus, mereka menghadirkan gambaran sempurna tentang kasih, kesetiaan, dan pengabdian kepada Allah dalam kehidupan rumah tangga.

Setiap bulan Desember, Gereja merayakan mereka melalui Pesta Keluarga Kudus, yang jatuh pada hari Minggu pertama setelah Natal. Tanggalnya berubah setiap tahun, namun maknanya tetap sama: mengingatkan umat bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana iman bertumbuh dan kasih Allah dihidupi.

Di sisi lain kalender liturgi, terdapat perayaan khusus yang dikenal sebagai Pesta Pertunangan Maria dan Yosef, yang dirayakan oleh beberapa tarekat religius setiap 23 Januari. Perayaan ini menyoroti momen awal ikatan suci mereka, yang menjadi dasar bagi keluarga kudus.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini