MERAUKE, Pena Katolik – Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Agung Merauke menggelar perayaan Natal bersama umat Paroki Salib Suci, Gudang Arang, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Dalam kotbahnya, Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus sungguh unik karena Ia dibaringkan di palungan sebagai simbol kesederhanaan. “Yesus lahir dalam keluarga yang sederhana. Karena itu setiap keluarga harus menjadi bintang, baik bagi keluarga inti, tetangga, maupun orang lain,” ujarnya.
Mgr. Mandagi menekankan bahwa kelahiran Yesus membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia tanpa memandang suku, ras, maupun agama. Ia mengingatkan umat Katolik agar tidak menganggap Natal sebagai milik agama tertentu. “Itu salah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan keluarga. Menurutnya, banyak keluarga hancur karena kebiasaan buruk seperti mabuk, pertengkaran suami-istri, konsumsi minuman keras, menghirup lem aibon, dan perilaku tidak terpuji lainnya. “Keluarga seharusnya menjadi tempat ternyaman, bukan kacau balau. Jangan hancurkan keluarga dengan hal-hal sepele,” katanya.
Mgr. Mandagi juga menegaskan komitmennya terhadap tanah Papua. “Saya rela mati untuk tanah Papua,” ujarnya penuh semangat. Ia menambahkan bahwa meski sudah lanjut usia dan menghadapi berbagai tantangan kesehatan, ia tetap setia menjalankan tugas sebagai Uskup Agung Merauke demi ketaatan kepada Paus Fransiskus. Ia menyebut bahwa Keuskupan Agung Merauke dipakai Allah untuk menyelamatkan keluarga umat, sesuai tema umum Natal: Allah Menyelamatkan Keluarga.
Perayaan Natal ini turut dihadiri Moderator KBK KAMe Romo Kayetanus Tarong MSC, Romo Johanes Kandam, Romo Tio Refwutu, Diakon Gregorius Helyanan, serta Ketua Majelis Rakyat Papua, Damianus Katayu.
Sementara itu, Ketua KBK Keuskupan Agung Merauke, Lambertus Ignatius Fatruan, menyampaikan ucapan proviciat kepada seluruh umat Katolik, khususnya warga Paroki Salib Suci, Gudang Arang, yang telah mengikuti misa dengan khidmat. Ia menjelaskan bahwa setiap tahun perayaan Natal dilaksanakan bergilir di paroki-paroki Kevikepan Merauke.
Natal kali ini mengusung tema khusus Allah Datang Menyelamatkan Keluarga, yang sejalan dengan tema umum KBK: Pro Famili et Ecclesia et Patria (Untuk keluarga, gereja, dan tanah air). “Kita berharap Natal membawa damai bagi kita semua. Setiap keluarga jangan lupa, kita tetap bersama,” pesan Lambertus. (Agapitus Batbual/Merauke)



