Minggu, Januari 11, 2026

Bacaan dan Renungan Hari Selasa 13 Januari 2026, Hari Biasa Pekan ke-1 (Putih)

Bacaan I – 1Sam. 1:9-20

Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.

Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”

Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.

Lalu kata Eli kepadanya: “Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu.”

Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.

Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama.”

Jawab Eli: “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.”

Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.

Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya.

Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd

  • Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
  • Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
  • Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
  • TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
  • TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
  • Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

Bacaan Injil – Mrk. 1:21b-28.

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

***

Kuasa Ajaran Yesus

Yesus yang masuk ke rumah ibadat di Kapernaum dan mengajar dengan penuh kuasa. Orang-orang takjub karena Ia tidak mengajar seperti ahli Taurat, melainkan sebagai pribadi yang memiliki otoritas ilahi. Kuasa itu bukan hanya tampak dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata: Ia mengusir roh jahat yang merasuki seorang manusia. Roh jahat itu berteriak, mengakui siapa Yesus sebenarnya: “Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Namun Yesus membungkamnya dan membebaskan orang itu dari belenggu.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Yesus selalu membawa pembebasan. Ia tidak sekadar memberi pengajaran moral, melainkan menghadirkan kuasa Allah yang mematahkan rantai kegelapan. Kuasa-Nya bukan untuk menakutkan, melainkan untuk menyelamatkan. Orang banyak takjub karena mereka menyaksikan pengajaran baru yang disertai kuasa nyata.

Dalam kehidupan kita, roh jahat bisa hadir dalam bentuk sikap egois, kebencian, korupsi, ketidakpedulian, atau keputusasaan. Semua itu mengikat kita dan membuat kita jauh dari Allah. Namun Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus berkuasa atas segala bentuk kegelapan. Ia mampu membebaskan kita, asalkan kita membuka hati dan memberi ruang bagi-Nya untuk bekerja.

Renungan ini juga mengajak kita untuk meneladani Yesus dalam menghadirkan kuasa kasih Allah di tengah masyarakat. Kita dipanggil bukan hanya untuk mendengar Sabda, tetapi juga untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata: membela yang lemah, menolak kejahatan, dan menebarkan harapan. Dengan demikian, orang lain pun dapat melihat kuasa Kristus bekerja melalui hidup kita.

Mari kita bertanya pada diri sendiri: apakah kita sungguh memberi ruang bagi Sabda Kristus untuk mengubah hidup kita? Apakah kita berani melawan “roh jahat” yang mengikat kita, baik dalam diri maupun dalam lingkungan sosial kita? Semoga kita semakin yakin bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah, yang hadir untuk membebaskan dan menyelamatkan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau adalah Yang Kudus dari Allah yang berkuasa atas segala kegelapan. Kami bersyukur atas Sabda-Mu yang hidup dan membebaskan. Bebaskanlah kami dari roh egoisme, kebencian, dan keputusasaan yang sering mengikat hati kami. Jadikanlah kami saksi kasih-Mu, yang menghadirkan terang dan harapan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Semoga hidup kami menjadi tanda nyata kuasa-Mu yang menyelamatkan, sehingga banyak orang semakin percaya dan takjub akan kasih-Mu. Kami serahkan diri kami kepada-Mu, kini dan selamanya. Amin.

***

Santo Hilarius, Uskup dan Pujangga Gereja

Hilarius lahir di Gallia Selatan (sekarang Prancis). Semenjak kecil, ia dididik dengan tata cara kekafiran yang tidak mengenal adat istiadat Kristen. Pada usia setengah baya, ia bertobat dan masuk ke pangkuan Gereja Kudus bersama anak dan istrinya, berkat kebiasaannya membawa buku – buku rohani dan Kitab suci.

Hilarius, seorang yang saleh, pandai dan bijaksana. Karena bakatnya ini, ia ditabhiskan menjadi imam, selanjutnya diangkat sebagai Uskup kota asalnya, Poiters (baca: pwatie).

Pada masa kepemimpinannya, bidaah Arianisme semakin menghebat. Tugas para Uskup Ortodoks menjadi semakin berat. Meskipun demikian, Uskup Hilarius tetap menjadi pembela iman yang benar. Oleh karena itu, ia ditangkap dan dihadapkan kepada Kaisar Konstansius. Ia dibuang ke Phrygia. Selama tiga tahun, ia hidup dipengasingan. Disana ia memanfaatkan waktunya untuk menulis bukunya yang termasyur mengenai Tritunggal MahaKudus.

Walaupun dibuang, namun ia tidak pernah membiarkan para Arian merajalela dengan ajarannya yang sesat itu. Sehabis masa pembuangannya itu, ia tidak diijinkan pulang ke tanah airnya di Galelia Selatan.

Di tempat asalnya ini, Hilarius tetap mencurahkan tenaganya bagi tegaknya ajaran iman yang benar dan kemurnian Iman Kristen, sempai ia wafat pada tahun 368. Hilarius dihormati Gereja sebagai Pujangga Gereja.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini