JAKARTA, Pena Katolik — Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, secara resmi menutup Tahun Suci Yubileum 2025 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) melalui Perayaan Ekaristi yang digelar di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Penutupan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Kardinal Suharyo, yang sekaligus menjadi tanda dimulainya Tahun Arah Dasar (ArDas) KAJ 2026.
Misa penutupan dimulai pukul 17.00 WIB dengan prosesi perarakan meriah. Para imam, misdinar, serta anak-anak yang mewakili sembilan dekanat berjalan dari sisi gereja menuju altar, diiringi ratusan umat dari berbagai paroki. Seluruh bangku gereja terisi penuh, bahkan kursi tambahan di sayap gereja pun dipadati umat.
Empat konselebran mendampingi Kardinal Suharyo dalam perayaan Ekaristi, yakni: Pastor Samuel Pangestu (Vikjen KAJ); Pastor Hani Rudi Hartoko, SJ (Pastor Paroki Katedral); Pastor Yustinus Kesaryanto (Ketua Tim Karya Parokial); dan Pastor Yustinus Ardianto (Ketua Tim Karya Pusat Pastoral KAJ). Hadir pula puluhan imam dari 70 paroki di sembilan dekanat KAJ, yang menambah suasana misa semakin agung dan penuh khidmat.
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo menegaskan bahwa penutupan Pintu Suci bukanlah akhir dari perjalanan iman umat Katolik di Jakarta. Sebaliknya, Tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Pertobatan Ekologis, sebuah panggilan untuk merawat bumi sebagai rumah bersama dan menjaga keutuhan ciptaan.
“Tahun 2026 adalah tahun Pertobatan Ekologis. Kita dipanggil merawat bumi sebagai rumah kita bersama dan menjaga keutuhan alam ciptaan,” ujar Kardinal.
Selanjutnya, ArDas KAJ 2026 akan berfokus pada dua hal utama: Kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang miskin dan terabaikan. Aksi nyata pelestarian lingkungan hidup sebagai wujud iman yang berbuah dalam karya.
Setelah ditutupnya Porta Sancta, umat Katolik di KAJ diajak untuk melanjutkan semangat Yubileum dalam kehidupan sehari-hari. Tahun baru pastoral ini menjadi momentum untuk memperdalam iman sekaligus menghadirkan kasih melalui kepedulian sosial dan ekologis.



