Sabtu, Januari 3, 2026

Mapenta Pemuda Katolik Cabang Merauke

MERAUKE, Pena Katolik – Romo Corneles Libu Sogen SVD, Moderator Pemuda Katolik Keuskupan Agung Merauke, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) Pemuda Katolik Cabang Merauke. Dalam kesempatan tersebut, Romo Nelson—yang juga Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Merauke—memberkati 154 orang muda yang resmi bergabung dan mulai aktif dalam organisasi. Kegiatan Mapenta berlangsung pada 22–23 Desember di kompleks Rumah Bina Kelapa Lima, Merauke.

Dalam pesannya, Romo Nelson menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Ia mendorong kaum muda untuk terus menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi, membaca banyak buku, serta mengasah keterampilan menulis agar ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi sesama. “Kalau lulus S1, usahakan lanjut S2, bila perlu S3, agar menjadi intelektual yang mumpuni,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemuda Katolik Cabang Merauke tidak terlepas dari dukungan Pengurus Pemuda Katolik Provinsi Papua Selatan. Organisasi ini, menurutnya, merupakan wadah internal Gereja Katolik dengan moto 100% untuk Gereja dan 100% untuk Negara. “Jangan hanya mencintai bangsa, tetapi juga harus seimbang dengan mencintai Gereja,” tegasnya.

Dalam misa syukur yang turut dihadiri Romo Adrianus Yohanes Mai SVD, Romo Nelson mencontohkan diskusi tentang Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’ yang menekankan pertobatan ekologis. Ia mengingatkan agar kaum muda menjaga hutan dan lingkungan, tidak semata mengejar keuntungan ekonomi. “Jangan biarkan api perjuangan kita padam. Roh Kudus akan selalu menyertai,” katanya.

Ketua Pemuda Katolik Cabang Merauke, Stefanus Mega Panda, menutup kegiatan dengan menekankan pentingnya menggali potensi lokal. Ia menolak Proyek Strategis Nasional yang tidak berpihak pada masyarakat adat, serta mengajak kader untuk memperkuat ketahanan pangan melalui tanaman lokal seperti pisang, keladi, sagu, kelapa, sirih, ketela pohon, dan ubi-ubian. “Bagaimana kita berbicara lantang, tetapi tidak ada satu pohon pun yang ditanam?” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Provinsi Papua Selatan, Fransiskus Xaveirus Imap Wombon, menegaskan bahwa peserta Mapenta harus memahami filosofi, identitas, dan kerja organisasi. Ia menekankan sikap Pemuda Katolik yang menolak Proyek Strategis Nasional, termasuk program kelapa sawit yang dinilai tidak menguntungkan bagi masyarakat lokal Papua. “Bukan menolak pembangunan nasional, tetapi pembangunan harus berpihak pada rakyat banyak. Itulah suara moral Pemuda Katolik,” tegasnya. (Agapitus Batbual/Merauke)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini