BANDAR LAMPUNG, Pena Katolik – Perjalanan panjang umat Katolik Stasi St. Maria Immaculata Way Kandis akhirnya berbuah manis. Pada Senin, 8 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-58 Gereja St. Maria Immaculata, Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo meresmikan peningkatan status stasi menjadi Paroki St. Maria Immaculata Way Kandis.
Peresmian ini bukan sekadar penetapan administratif, melainkan hasil dari pengorbanan, ketekunan, dan doa tulus umat yang selama bertahun-tahun berjuang demi perkembangan Gereja. Semua pihak turut ambil bagian: para imam yang pernah melayani, pengurus, donatur, hingga umat yang setia memberi diri.
Peresmian berlangsung dalam Perayaan Ekaristi Syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Vinsensius. Acara ditandai dengan penandatanganan berita acara peresmian serta penyerahan Surat Keputusan pengangkatan Pastor Administrator Paroki St. Maria Immaculata, Pastor Adrianus Satu Manggo.
Dalam pesannya, Mgr. Vinsensius menegaskan bahwa untuk sementara paroki ini belum memiliki pastor paroki definitif. Pelayanan kegembalaan akan dipimpin oleh pastor administrator guna mempersiapkan paroki yang solid dan tangguh. Ia juga meminta agar segera dibentuk Dewan Pastoral Paroki agar fungsi pastoral dapat berjalan dengan baik.
“Menjadi paroki berarti mempunyai kewajiban dan tugas yang berat, yakni menjadi garam dan terang dunia agar bermanfaat bagi banyak orang,” tegas Mgr. Vinsensius.
Pastor Philipus Suroyo Pr, rekan Paroki St. Yohanes Rasul Kedaton, menyebut peresmian ini sebagai “hadiah spesial dari Tuhan” bagi umat Way Kandis. Permohonan peningkatan status telah diajukan berulang kali, dan akhirnya dikabulkan tanpa harus melalui tahap Unit Pastoral terlebih dahulu.
“Ini lompatan besar yang disertai perjuangan, kerja keras, dan jatuh bangun umat beserta gembalanya. Tuhan senantiasa hadir, menuntun, dan memimpin sehingga semua berjalan indah pada waktunya,” ujar Romo Roy, sapaan akrabnya.
Romo Roy berharap umat tetap menghidupi spirit Gereja perdana: berdoa bersama, membangun kebersamaan, serta menjalin komunikasi dan sinergi.
“Paroki Way Kandis harus memiliki semangat murah hati, berpengharapan, dan kasih. Dalam setiap karya dan pelayanan, bercerminlah pada Maria Immaculata: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu,” pesannya.
Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan seremonial. Malam harinya, umat disuguhkan pagelaran wayang dengan lakon Wahyu Purba Sejati oleh dalang Muryanto Lebdi Carito, menambah sukacita atas lahirnya Paroki baru di Keuskupan Tanjungkarang.



