Home BERITA TERKINI Romo Edmund C. Nantes OP: 16 Tahun Mewarta di Kalimantan

Romo Edmund C. Nantes OP: 16 Tahun Mewarta di Kalimantan

0
Romo Edmund C. Nantes OP. OP Indonesia

PONTIANAK, Pena Katolik – Ketika menjadi Provinsial Ordo Pewarta (Ordo Praedicatorum/OP) Filipina (2004-2008), Romo Edmund C. Nantes OP memiliki satu mimpi mulia. Ia merindukan dapat bermisi ke Indonesia. Keinginan ini sebenarnya sudah lama ada dalam dirinya. Bahkan sebelum ia ditunjuk menjadi ekonom Generalat Ordo Pewarta di Roma Italia tahun 1999.

“Saya ingin ke Indonesia, bahkan sebelum saya menjadi ekonom di Roma,” ujar Romo Nantes.

Namun, nyatanya baru tahun 2008, Romo Nantes benar-benar dapat bermisi ke Indonesia. Dua tahun awal, ia bertugas di Seminari Tinggi Interdiosesan Antonino Ventimiglia, Siantan, Kalimantan Barat. Pada tahun ketiga, ia ditunjuk menjadi rektor di seminari itu hingga saat ini.

“Tuhan begitu murah hati. Saya bersyukur dapat melalui waktu-waktu di Indonesia dengan begitu banyak berkat,” ujar Romo Nantes.

Romo Edmund C. Nantes OP dalam sebuah Misa Imlek di Pontianak. IST

Jatuh Bangun Bahasa

Sesampainya di Indonesia, Romo Nantes mulai belajar bahasa Indonesia. Tinggal di seminari, ia belajar bersama para frater. Ia mengingat, di seminari dibuat jadwal agar para frater bergantian menemaninya di saat-saat luang, dan saat ia akan menyiapkan khutbah. Dalam kebersamaan ini, sehingga mereka dapat sekaligus membantu Romo Nantes belajar bahasa Indonesia, sedangkan mereka bisa belajar bahasa Inggris.

“Para frater bergantian menemani saya belajar Bahasa, sekarang mereka sudah menjadi imam di mana-mana,” kenang Romo Nantes.

Tata bahasa yang berbeda antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris juga Tagalog, tentu menjadi kesulitan bagi Romo Nantes untuk mulai belajar bahasa. Romo Nantes mengenang dirinya bagaikan seorang bayi. Sebagai seorang Filipina, ia sendirian di Seminari Antonino Ventimiglia.

“Saya seperti menjadi bayi lagi. Ketika saya datang saya satu-satunya dari Philippines. Waktu itu juga belum ada Google Translate,” kenang Romo Nantes.

Belajar bahasa Indonesia di usia yang sudah cukup senior, Romo Nantes merasa bersyukur, ia dapat melakukannya hingga ia dapat mengajar dan memimpin Misa. Setelah 13 tahun menjadi rektor di Seminari Antonino Ventimiglia, ia bersyukur karena banyak dari muridnya telah berhasil ditahbiskan dan menjadi tokoh-tokoh penting di dalam Gereja di Kalimantan.

Menjadi rektor dan dosen di Seminari Antonino Ventimiglia bukanlah pertama kali Romo Nantes ditugaskan untuk menjadi formator dalam pendidikan calon imam. Sebelumnya, ia selama Sembilan tahun menjadi Magister Novis Ordo Pewarta di Filipina. Ia mengenang, murid-muridnya kini telah dapat berkarya untuk Gereja dan juga ordo. Salah satunya, ia menyebutkan nama Romo Gerard Timoner III OP yang kini menjadi Master Jenderal Ordo Pewarta.

“Saya bersyukur banyak murid-murid saya sudah menjadi orang yang penting dan memiliki karya yang besar, seperti Jenderal Ordo Pewarta, Rektor di UST adalah murid-murid yang dulu saya dampingi saat mereka di masa novisiat,” kenang Romo Nantes.

Romo Nantes mensyukuri berkat Tuhan atas setiap karya yang pernah ia lalui. Termasuk selama tugas di Kalimantan Barat, telah banyak imam yang menjadi muridnya. Mereka juga telah menjadi tokoh-tokoh penting pada banyak komisi keuskupan-keuskupan di Kalimantan.

“Olah karena itu, saya sangat bersyukur, saya diberikan tugas untuk menjadi formator, untuk menjadi pendamping para calon pastor, yang sekarang sudah melayani gereja dengan sungguh-sungguh,” kata Romo Nantes.

Budaya di Indonesia dan Filipina meskipun berbeda, namun sebagai sesame negara di Asia, ada banyak hal yang menjadikan mudah untuk menyesuaikan diri. Romo Nantes menyadari, selama di Indonesia, ia merasa di rumah sendiri, tidak ada kesan yang menurutnya menjadi penolakan pada kehadirannya di Indonesia.

“Syukurlah orang Indonesia menerima saya, kalau tidak menerima saya mungkin saya sudah diprotes,” kelakar Romo Nantes.

Romo Edmund C. Nantes OP bersama dua rekan imam asal Filipina. OP Indonesia

Karya Pendidikan

Rasa syukur ini juga karena Romo Nantes merasa telah diterima menjadi bagian dari Gereja di Kalimantan dan di Indonesia. Ia dapat hidup bersama dan berkarya bersama dengan imam-imam lain di seminari. Ia bersyukur, karena ketika masuk di Kalimantan, Ordo pewarta diberikan tugas dalam lembaga pendidikan calon imam.

Awal mula masuk ke Indonesia, dimulai dari tawaran yang diterima Romo Nantes dari para uskup di Kalimantan. Saat itu, ketika masih menjadi Ordo Pewarta Filipina, ia telah mengutus imam untuk mulai menjajaki karya di Indonesia. Awalnya, ia mencari kemungkinan untuk dapat membuka karya di Jawa, namun, rencana ini sepertinya sulit mengingat sudah ada banyak kongregasi di Jawa.

Perjumpaan dengan Mgr. Agustinus Agus membawa angin segar, Ordo Pewarta ditawari untuk dapat berkarya di Kalimantan, untuk melayani di bidang pendidikan calon imam. Saat itu, para uskup di Kalimantan meminta Ordo Pewarta menjadi formator di Seminari Interdiosesan Antonino Ventimiglia.

“Mengapa tidak ke Kalimantan saja, kami akan menerima Dominikan,” ujar Romo Nantes mengenang.

Sebelum kehadiran Romo Nantes, sebelumnya Ordo Pewarta telah membuka satu biara di Pontianak pada tahun 2006. Saat itu, sudah ada dua orang Indonesia yang telah ditahbiskan menjadi Imam Dominikan. Dua imam ini dan satu Imam Dominikan berkebangsaan Filipina kemudian ditugaskan di Indonesia. Sehingga, kehadiran Romo Nantes di Indonesia sebenarnya menyusul ketiga saudaranya.

Selama pendidikan sebelum tahbisan, Romo Nantes menyelesaikan semuanya di Filipina. Selanjutnya, imam yang ketika muda bercita-cita menjadi dokter ini sempat menempuh pendidikan lanjut di bidang spiritualitas pendidikan di Roma, Italia hingga meraih gelar master.

Meski di Kalimantan, Ordo Pewarta tidak melayani di paroki, namun Romo Nantes mensyukuri, bahwa karya yang saat ini dipercayakan kepada para Imam Dominikan di Indonesia juga merupakan karya yang penting bagi Gereja.

“Kami mendapat dukungan sangat baik selama di Indonesia, khususnya di Keuskupan Agung Pontianak. Kami diminta membuat universitas, dan sekarang telah berhasil juga,” ujar Romo Nantes mensyukuri.

Perkembangan panggilan menjadi Imam Dominikan cukup baik di Indonesia. Tahun ini, aka nada tambahan lima Diakon Dominikan, selanjutnya masih ada beberapa frater yang masih menempuh pendidikan di filipina.

“Kami berharap di masa depan akan lebih banyak dominikan dari Indonesia,” ujar Romo Nantes.

Gereja di Kalimantan

Romo Nantes menjelaskan, Gereja di Filipina saat ini sudah merayakan kehadirannya ke-500 tahun. Sementara itu di Kalimantan, saat ini kristianitas masih berusia sekitar 120 tahun. Ia melihat, titik ini adalah masa transisi dari animisme ke Agama Katolik.

“Kalau saya memandang, umat Katolik di sini masih pada tahap transisi, dari animisme ke Agama Katolik,” ujarnya.

Sebagai tandanya, Romo Nantes melihat pengaruh animisme dalam kehidupan budaya dan spiritualitas masyarakat di Kalimantan. Meski perkembangan Gereja di Kalimantan cukup menggembirakan, namun dalam praktik keseharian, masih kuat pengaruh adat istiadat.

Romo Nantes misalnya menyoroti, ketika dalam Sakramen Pernikahan, ketika ada upacar di Gereja, pasangan yang mau menikah menggunakan pakaian jas untuk pria dan gaun untuk wanita. Sedangkan saat upacara adat, mereka menggunakan juga pakaian adat. Ia berpendapat, seharusnya dalam upacara di Gereja para calon pengantin itu dapat juga memakai pakaian adat Dayak.

Menurut Romo Nantes, para imam harus dapat menjadikan budaya dan agama untuk berjalan bersama, meskipun dua hal ini tidak sama. Menurutnya, seharusnya ekspresi katolisitas dapat diungkapkan lewat budaya, sehingga antara budaya dan agama tidak terpisah. Gereja mengenal teologi kontekstual dan teologi integratif, para imam dapat meenjadi motor dalam aplikasi teologi di dalam budaya.

“Ketika menjadi pastor, pastikanlah, iman katolik dapat menjadi iman yang bernuansa Dayak, yang menggunakan budaya sebagai ekspresi iman,” kata Romo Nantes mengenang pesannya kepada para calon imam.

Romo Nantes berpesan, meskipun budaya perlu semakin dimunculkan dalam iman Katolik, ia memberi catatan untuk tidak memberi urang pada berhala dalam iman kristiani. Cukup Tri Tunggal Maha Kudus, karena itu yang istimewa dalam iman Katolik.

“Semoga murid-murid saya mempersatukan budaya dalam upacara Katolik, dan buanglah yang tidak sesuai dengan Tri Tunggal Mahakudus,” kata Romo Nantes.

Arsitektur bangunan gereja menurut Romo Nantes dapat menjadi cara untuk menunjukkan relasi antara iman dan budaya. Gereja-gereja di Kalimantan dapat mengadopsi nilai-nilai budaya sebagai ungkapan iman lewat ornament atau simbol-simbol iman yang dibuat setiap akan membangun gereja. Ia memberi contoh, usaha untuk memasukkan unsur budaya ini seperti arsitektur kapel di kompleks Seminari Antonino Ventimiglia.

“Di kapel seminari kami sudah mulai,” ujar Romo Nantes.

Romo Nantes memberi catatan untuk beberapa gereja yang telah berusaha memasukkan unsur budaya Dayak menjadi ungkapan iman Katolik dalam arsitektur gereja, namun, di banyak kasus tidak cukup berhasil menyatukan keduanya. Romo Nantes berharap, ke depan unsur budaya ini akan menjadi ungkapan iman yang membantu umat untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati.

Setelah 16 tahun di Kalimantan Barat, Romo Nantes mengatakan bahwa tahun ini, ia akan mengakhiri tugasnya di Indonesia. Selama perjalanan ini, ia mensyukuri atas berkat yang ia terima dan juga bagi Ordo Pewarta. Ia berharap, Gereja di Indonesia akan semakin berkembang. (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Mengapa Struktur Vokal Kakek Zeus Bikin Kagum PendengarTrik Gerakan Memutar Moncong Senjata Wild Bandito Sangat HalusStandar Tata Akustik Ruang Kedap Siaran Studio Live KasinoAlasan Tema Mahjong Ways 1 Menjadi Cetak Biru Game ModernRahasia Sepuhan Warna Mahjong Wins 3 Tampak Begitu MenyalaBukan Sekadar Sosok Bedah Simbol Mahkota Megah Kakek ZeusTrik Manajemen Buffer PG Soft Singkirkan Waktu MenungguMengapa Denting Logam Ubin Mahjong Ways 3 Curi Fokus CepatRahasia Pengaturan Bandwidth Adaptif Server Global PragmaticKarakter Topi Lebar Koboi Wild Bandito Kuatkan Cerita TemaMengapa Lensa Kamera Live Kasino Hasilkan Kedalaman SempurnaAlasan Sudut Pandang Mahjong Wins 1 Bikin Pengguna BetahBukan Efek Instan Sketsa Partikel Badai Halus OlympusTrik Frekuensi Akustik Kakek Zeus Rangsang Saraf PendengaranMengapa Pergeseran Ubin Mahjong Ways 2 Begitu MenyenangkanStandar Kriptografi Sinyal Meja Permainan Live KasinoAlasan Dentuman Dinamis Wild Bandito Ciptakan Sensasi MagisTrik Palet Tradisional Mahjong Wins 2 Berpadu ModernitasMengapa Visual Kolosal Olympus Sukses Mengunci AntusiasmeRahasia Tata Letak Bersih Mahjong Ways 1 Mudah DipahamiBukan Server Rapuh Fondasi Jaringan Pragmatic Tahan BebanAlasan Kord Audio Kakek Zeus Selalu Bikin Penasaran PikiranTrik Animasi Halus Mahjong Wins 3 Hadirkan Nuansa BerkelasMengapa Tekstur Wajah Karakter Wild Bandito Sangat NyataStandar Reduksi Gema Ruang Khusus Siaran Live KasinoRahasia Pemilihan Warna Kontras Mahjong Ways 2 Sangat PasBukan Sekadar Musik Game Ponsel Bedah Karya Seni PG SoftAlasan Pancaran Cahaya Kakek Zeus Ciptakan Efek DramatisTrik Transparansi Lapisan Visual Mahjong Ways 3 Rapi Sekali
RTP dan Volatilitas Mahjong Ways 2 Sering Dianggap Sama Padahal Memiliki Fungsi yang BerbedaPerubahan Nilai Kemenangan Mahjong Ways 2 Menjadi Menarik Ketika Diamati dalam Rentang Waktu BerbedaPerubahan Ritme Permainan Mahjong Ways 2 Terlihat Berbeda Ketika Hasil Dicatat dalam Beberapa SesiMahjong Ways 2 dan Cara Pemain Membaca Variasi Hasil Tanpa Terjebak pada Kesimpulan Terburu-BuruPerbedaan Mekanisme Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Struktur PermainannyaMahjong Ways 2 dan Fenomena Momentum Semu yang Muncul dari Urutan Hasil Berturut-turutCatatan Hasil Sederhana Dapat Membantu Melihat Variasi Mahjong Ways 2 Secara Lebih ObjektifVolatilitas Mahjong Ways 2 Memberikan Gambaran Baru Tentang Naik Turunnya Hasil dalam Satu SesiIkon Berulang pada Mahjong Ways 2 Belum Tentu Menandakan Pola yang Bisa DiandalkanMengapa Hasil Mahjong Ways 2 Dapat Terlihat Berbeda dari Satu Sesi ke Sesi BerikutnyaPola Simbol Mahjong Ways 2 Terlihat Menarik, Tetapi Probabilitas Tetap Menjadi Bagian Penting dalam AnalisisMengapa Tampilan Visual Mahjong Ways 2 Berperan dalam Membentuk Persepsi Pengguna Saat Bermain5 Faktor yang Membentuk Pengalaman Bermain Mahjong Ways 2 dari Sudut Pandang StatistikMahjong Ways 2 dalam Kajian Data: Memisahkan Variasi Acak dari Pola yang Terlihat KonsistenPeran Scatter dan Wild pada Mahjong Ways 2 Dilihat dari Fungsi serta Pengaruhnya terhadap PermainanMahjong Ways 2 di Tengah Perkembangan Game Mobile dengan Mekanisme dan Visual yang Semakin KompleksGranularitas Data Mengubah Cara Hasil Mahjong Ways 2 Dibaca dan Dibandingkan Antar SesiCara Memahami Perubahan Hasil Mahjong Ways 2 Tanpa Menganggap Setiap Urutan sebagai Sebuah PolaStruktur Pembayaran Mahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Berbeda dalam Memahami Variasi Kemenangan5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membandingkan Hasil Mahjong Ways dengan Mahjong Ways 2Pengaruh Frekuensi Putaran terhadap Cara Pemain Menilai Hasil Mahjong Ways 2Kesalahan Umum Saat Membaca Hasil Mahjong Ways 2 Berdasarkan Beberapa Putaran SajaPerbandingan Pola Simbol Mahjong Ways 2 dan Mahjong Ways Dilihat dari Cara Kemenangan TerbentukBuy Spin pada Mahjong Ways 2 Mengubah Cara Sebagian Pengguna Berinteraksi dengan Fitur PermainanKetika Ikon Muncul Berturut-turut, Mahjong Ways 2 Rentan Membentuk Persepsi Pola yang Belum Tentu AkuratMahjong Ways 2 Bisa Terasa Berbeda pada Setiap Sesi karena Variasi Hasil Tidak Selalu Berjalan SeragamAnalisis Statistik Mahjong Ways 2 Membantu Menempatkan Hasil Permainan dalam Konteks yang Lebih TepatPerbedaan Persepsi Pemain terhadap Mahjong Ways 2 Ketika Hasil Permainan Dicatat Secara BerjenjangTeknologi Real Time dan Perkembangan Infrastruktur Digital di Balik Pengalaman Game Mahjong Ways 25 Elemen Mahjong Ways 2 yang Membentuk Struktur Permainan dari Simbol hingga Fitur BonusPerbedaan Ukuran dan Bentuk Ubin Mahjong Ways 2 Dibandingkan Versi Sebelumnya Menarik untuk DiamatiFitur Permainan Mahjong Ways 2 dan Pengaruhnya terhadap Cara Pengguna Mengambil KeputusanVariasi Kemenangan Mahjong Ways 2 Lebih Mudah Dipahami Ketika Data Tidak Hanya Dilihat dari Satu PutaranPengelolaan Modal Tetap Menjadi Pertimbangan Penting Ketika Membahas Aktivitas Mahjong Ways 2Mengapa Data Jangka Pendek Mahjong Ways 2 Tidak Selalu Cukup untuk Menilai Karakteristik PermainanMahjong Ways 2 dalam Perspektif Probabilitas: Mengapa Hasil Sebelumnya Tidak Menentukan Putaran BerikutnyaEvolusi Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Tema Tradisional Beradaptasi dengan Format Game DigitalPopularitas Mahjong Ways 2 Menunjukkan Perubahan Selera Pengguna terhadap Game Bertema TradisionalMahjong Ways 2 dan Peran Teknologi dalam Menghadirkan Pengalaman Permainan yang Lebih ResponsifDari Visual hingga Mekanisme, Mahjong Ways 2 Menawarkan Banyak Sudut untuk Dikaji dalam Permainan Digital
Pola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Pragmatic PlayRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3PgsoftSlot GacorRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Pragmatic PlaySlot Gacor Hari IniRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Analisa Mikrostruktur Mengurai Perubahan Kecil dalam Rangkaian AktivitasDiferensiasi Cahaya Starlight Princess 1000 Memisahkan Kedalaman Setiap LapisanDimensionalitas Ruang Gates of Olympus Terbentuk melalui Susunan BertingkatEfisiensi Backend Kasino Online Dievaluasi melalui Parameter Utilisasi SistemEksplorasi Parametrik Menguji Perubahan Respons melalui Rentang Nilai BerlainanEvaluasi Heuristik Membandingkan Strategi Pemrosesan dalam Skenario Interaktif KompleksFluktuasi Mahjong Wins 3 Mengubah Profil Komposisi Antarperiode ObservasiGame Digital Mengatur Pemrosesan Event melalui Urutan Pemicu SistemGame Online Mengatur Sinkronisasi State melalui Infrastruktur Server TerdistribusiGates of Olympus Menampilkan Struktur Perspektif melalui Kedalaman SpasialHierarki Luminansi Starlight Princess 1000 Menentukan Fokus Elemen GrafisInstrumentalitas Pragmatic Play Memperjelas Pengukuran Performa Sistem BerlapisInterpretasi Dinamis Menyesuaikan Pembacaan Data terhadap Pergeseran Kondisi SistemInterval Repetisi Scatter Hitam Menggambarkan Variasi Antarkelompok PengamatanKasino Digital Mengembangkan Federasi Infrastruktur untuk Menghubungkan Komponen IndependenKasino Online Menggunakan Komputasi Elastis untuk Menangani Variasi TrafikKecerdasan Kontekstual Menyesuaikan Interpretasi berdasarkan Karakter Aktivitas BerubahKontinuitas Kanal Live Casino Menjaga Aliran Informasi selama TransmisiKronografi Digital Mahjong Kasino Online Memetakan Urutan Kejadian SistemKuartil Mahjong Wins 2 Membagi Distribusi Kemunculan secara Proporsional
Exit mobile version