Home RENUNGAN Bacaan dan Renungan Jumat 17 Oktober 2025, Pekan Biasa ke-XXVIII (Hijau)

Bacaan dan Renungan Jumat 17 Oktober 2025, Pekan Biasa ke-XXVIII (Hijau)

0

Bacaan I – Rm. 4:13,16-18

Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur 105:6-7,8-9,42-43

  • Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
  • Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
  • Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
  • Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Bacaan Injil – Lukas 12:1-7

Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan kaum Farisi.

Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui. Karena itu apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah.

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi kemudian tak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kalian takuti.

Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sungguh, Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguh pun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah.

Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

***

Jangan takut

Bila pada hari-hari sebelumnya TUHAN YESUS berbicara cukup keras terhadap mereka yang berwatak munafik dan penuh kepalsuan, hari ini YESUS menyapa murid-murid-NYA dengan lembut: “…. hai sahabat-sahabat-KU”. Berarti mereka adalah orang yang dekat dengan YESUS bukan hanya secara fisik melainkan hati-NYA juga karena termasuk orang-orang yang dipercaya dan dikasihi-NYA. Kepada mereka itu TUHAN YESUS memberikan beberapa pesan, antara lain: “AKU berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-KU, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi…… Takutilah DIA, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka…… Takutilah DIA!” (Luk.12: 4,5).

Harus kita yakinkan pada diri kita masing-masing, bahwa TUHAN senantiasa akan selalu menjaga dan memelihara kita semua, apalagi para sahabat-NYA! Bahkan seekor burung pipit pun DIA perhatikan dan pelihara dengan baik!

“Jangan takut!” Kata ini tercatat sekurang-kurangnya sebanyak 365 kali dalam Kitab Suci. Itu berarti bahwa TUHAN setiap hari selalu mengingatkan dan memberikan semangat yang berkobar dan keberanian untuk berbuat yang positif, melakukan kebaikan dan menjalankan hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak. TUHAN pasti akan berdiri di samping kita! Kita akan selalu dikawal dan diberi jalan, dorongan dan kekuatan untuk memperjuangkan sesuatu yang benar, adil, damai dan berguna bagi semua orang dan segala bangsa (bonum commune). Santo Yohanes Paulus II, bukan hanya mengulang kata-kata YESUS “Jangan takut” saja, tetapi ia mempraktekkan selama hidupnya. Pada masa mudanya ia tidak takut melawan penjajahan, penindasan, pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan menentang komunisme. Berkat iman, cinta kasih dan ketekunannya, apa yang mustahil, benar-benar terjadi: Komunisme di Rusia runtuh, demikian pula di Polandia, negerinya, dan seluruh Eropa Timur. Sewaktu menjadi Paus pun, ia tidak pernah takut menyerukan dan memperjuangkan perdamaian di tengah-tengah konflik tajam negara-negara adikuasa.

Karena itu, sebagai pengikut KRISTUS, kita harus berani mengemukakan pendapat kita yang berbeda tetapi benar dan adil bagi semua pihak. Jangan ragu-ragu untuk membela kebenaran dan keadilan, sekalipun penuh resiko. Memang cara penyampaian kadang perlu kita sesuaikan dengan kondisi sesaat dan setempat, namun esensi kebenaran dan keadilan jangan sampai hilang tertelan oleh rasa “kerikuhan” atau “rasa tidak enak” atau “takut menyinggung perasaan”. Jika perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran banyak terbungkus oleh segala “perasaan ketimuran” atau “budaya rasa”, yang terlalu emosional, ini bisa menandakan suatu ketakutan, ketidak-tegasan dan kebimbangan hingga putusannya pun penuh dengan kompromi, tarik-menarik berbagai kepentingan yang ada.

“Takutilah DIA! Takutilah TUHAN!” bukan karena DIA “galak” atau “menyeramkan” melainkan karena DIA adalah Hakim Yang Adil yang bisa menjatuhkan hukuman kekal pada orang-orang yang tidak mau bertobat! Kita takut untuk melawan perintah-perintah-NYA. Kita takut berbuat jahat. Kita takut melakukan penyimpangan, penyelewengan dan kebohongan. TUHAN telah memberikan “rambu-rambu kehidupan,” yang terdapat dalam Kitab Suci, ajaran dan putusan Gereja serta segala peraturan dari badan-badan publik yang resmi dan sah. Janganlah kita langgar “rambu-rambu” itu! Orang yang takut pada TUHAN adalah orang yang taat, loyal dan setia berpegang pada semua “rambu-rambu kehidupan itu.” Itulah maknanya “Takutilah TUHAN”.

Rasul Paulus dalam Bacaan Pertama, memberikan sosok ideal orang yang “takut pada TUHAN,” dia adalah Abraham, “bapa leluhur jasmani kita” (Rm.4: 1). Dalam Kitab Kejadian dikisahkan bahwa sekalipun Abraham belum mengetahui kemana dan bagaimana tanah yang akan dituju, namun karena hal itu adalah perintah TUHAN, ia hanya bisa bersikap percaya. Ia percaya bahwa kelak keturunannya akan banyak seperti jumlah bintang di langit, padahal saat itu ia belum punya anak! Karena sikap percaya itu “maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (Kej.15: 6, Rm.4: 3). Jadi, karena iman, Abraham taat pada TUHAN. Karena iman, ia juga takut pada TUHAN. Maka orang yang takut pada TUHAN, bukanlah seorang pengecut atau penakut, melainkan seorang yang mempunyai iman yang teguh, kuat dan mantap, tidak akan mudah terpengaruh oleh godaan atau rayuan apa pun.

Bagaimana dengan diri kita sendiri? Beranikah kita mengambil inisiatif untuk memperjuangkan suatu keadilan dan kebenaran? Beranikah kita menanggung resiko?

Doa Penutup

Ya YESUS, ajarilah aku untuk tidak takut menyampaikan suatu kebenaran dan keadilan yang sejati. Tambahkanlah imanku kepada-MU agar aku benar-benar yakin ENGKAU berada di sampingku dalam setiap langkahku. Amin.

***

Santo Ignasius dari Antiokia, Uskup dan Martir

Ignasius adalah murid Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Bagi Yohanes, Ignasius adalah murid yang mengesankan: ia pandai, saleh dan bijaksana. Oleh karena itu ia kemudian diangkat menjadi Uskup Antiokia. Pada masa itu umat Kristen dikejar-kejar dan dianiaya oleh kakitangan Kaisar Trajanus. Ignasius sendiri tidak luput dari pengejaran dan penganiayaan itu. Biasanya kepada mereka ditawarkan hanya dua kemungkinan: murtad atau mati. Kalau mereka murtad dan menyangkal imannya, mereka akan selamat; kalau tidak, nyawanya akan melayang oleh pedang atau dibunuh dengan cara-cara lain.

Bersama Ignasius, banyak orang Kristen yang ditangkap, dihadapkan kepada kaisar yang datang ke kota itu. Kaisar menanyai Ignasius: “Siapakah engkau, hai orang jahat yang tidak menaati titahku?” Dengan tenang Ignasius menjawab: “Janganlah menyebut jahat orang yang membawa Tuhan dalam dirinya. Akulah Ignasius, pemimpin orang-orang yang sekarang berdiri di hadapanmu. Kami semua pengikut Kristus yang telah disalibkan bagi keselamatan umat manusia. Kristus itulah Tuhan kami dan Ia tetap tinggal dalam hati kami dan menyertai kami.”

Jawaban tegas Ignasius itu menimbulkan amarah kaisar. Ia segera dibelenggu dan disiksa. Tetapi sebagaimana Kristus, Ignasius pun menanggung semua penderitaan itu dengan tabah sambil bersyukur kepada Tuhan karena boleh mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Dari Antiokia, Ignasius dibawa ke Roma untuk dicampakkan ke dalam kandang singa-singa lapar. Di atas kapal yang ditumpanginya, ia tetap berdoa untuk umatnya, dan menulis beberapa pucuk surat kepada Santo Polykarpus dan seluruh umat. Dalam surat-surat itu, ia menekankan betapa pentingnya umat tetap setia kepada imannya dan tetap berkumpul untuk merayakan Ekaristi Kudus. Katanya dalam surat itu: “Satu saja Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus dan satu juga Piala DarahNya.

Keduanya dikurbankan di atas satu altar oleh satu Uskupmu bersama imam-imam dan diakon-diakon.” Ignasius juga meminta agar seluruh umat mendoakan dia supaya layak menjadi martir Kristus yang suci. “Doakanlah aku, agar aku mendapat kekuatan lahir dan batin, menjadi seorang yang tabah dalam iman, dan supaya aku menjadi benar-benar orang Kristen, bukan saja dengan nama tetapi lebih-lebih dengan perbuatan nyata. Aku menuliskan surat ini kepadamu selama aku masih hidup. Kekasihku sudah disalibkan, maka aku pun tidak merindukan sesuatu yang duniawi melainkan merindukan persatuan segera dengan Dia.”

Setiba di Roma, sambil diapit ketat oleh prajurit-prajurit kafir yang kejam, ia digiring masuk gelanggang binatang buas. Di sana tubuhnya yang suci diterkam dan dicabik-cabik singa-singa lapar. Darahnya yang suci membasahi tanah gelanggang itu yang telah menampung ribuan liter darah para martir yang mati demi kesetiaannya kepada Kristus. Ignasius menerima mahkota kemuliaannya pada tahun 107.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Evolusi Teknologi Visual Modern Membawa Pengalaman Bermain yang Lebih Imersif dengan Tampilan yang Semakin Detail dan MenawanPerkembangan Grafis Digital Generasi Baru Dinilai Berhasil Meningkatkan Kualitas Interaksi Pengguna dalam Berbagai Platform ModernInovasi Efek Visual dan Teknologi Animasi Terkini Menjadi Faktor Penting yang Membuat Pengalaman Digital Semakin MenarikStudi Terbaru Menunjukkan Bahwa Perubahan Kecil pada Aspek Visual Mampu Memberikan Dampak Besar terhadap Kenyamanan PenggunaPengalaman Digital Masa Kini Semakin Berkembang Berkat Integrasi Teknologi Modern yang Mengutamakan Kenyamanan dan InteraktivitasMahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Setelah Muncul Berbagai Pembahasan Mengenai Perubahan Dinamika Simbol yang Semakin UnikAnalisis Pola Simbol Mahjong Ways Mengungkap Berbagai Karakteristik Menarik yang Membuat Permainan Ini Banyak DibicarakanMengapa Struktur Simbol Mahjong Ways Sering Menjadi Fokus Utama dalam Berbagai Kajian dan Diskusi Komunitas Digital ModernKajian Mendalam Mengenai Interaksi Simbol Mahjong Ways yang Dinilai Mampu Menghadirkan Pengalaman Bermain Lebih VariatifMahjong Ways Dinilai Memiliki Keunikan Tersendiri yang Membuat Banyak Pengguna Terus Mengamati Perkembangannya dari Waktu ke WaktuKomunitas Asia Menyoroti Fortune Mouse yang Popularitasnya Terlihat Stabil dan Tetap Banyak Dicari PemainProvider CQ9 Gaming Tampil Konsisten dengan Deretan Judul Favorit Pemain yang Masih Ramai DicariAnalisis Tren Hari Ini PG Soft Masih Mendominasi Percakapan Pemain Lewat Game-Game Populer yang Konsisten RamaiWild Fireworks Jadi Salah Satu Nama yang Mulai Sering Muncul di Sosial Media dan Ramai Dibicarakan PemainTren Baru Mulai Muncul Deretan Game Bertema Asia Kian Mendapat Perhatian Besar dari Komunitas DigitalKajian Mendalam Terhadap Sugar Rush Super Scatter Mengungkap Faktor Faktor Yang Membentuk Stabilitas Performa Di Tengah Lonjakan Aktivitas PenggunaData Analitik Modern Menemukan Sinyal Perubahan Menarik Yang Membuat Tren Pergerakan Sistem Digital Semakin Mudah DipetakanMahjong Ways Dan Evolusi Teknologi Server Masa Kini Sebuah Tinjauan Yang Mengungkap Perubahan Perilaku Pengguna Secara BertahapGelombang Pembaruan Data RTP Menjadi Perbincangan Setelah Terlihat Adanya Pergeseran Pola Yang Berbeda Dari Periode SebelumnyaKomunitas Game Online Menyoroti Daftar Game Favorit yang Mendominasi Percakapan Hari Ini di Berbagai PlatformFenomena Fa Fa Fa Jadi Salah Satu Topik yang Ramai di Berbagai Grup Game Digital karena Namanya Kembali NaikSweet Bonanza dan Sugar Rush Masih Jadi Duo Game yang Sulit Tergeser dari Percakapan Pecinta Game DigitalGates of Olympus dan Mahjong Ways Masih Mendominasi Pencarian Komunitas Game Online dengan Perbincangan yang Belum RedupBanyak Konten Kreator Mulai Mengulas Lucky Coming yang Sedang Naik Tren dan Makin Sering Dicari PemainRamai Dibahas Akademisi Digital Mengapa Banyak Pengguna Masih Salah Memahami Cara Kerja Sistem Acak dalam Permainan ModernMembongkar Ilusi Keberuntungan Beruntun Pakar Statistik Jelaskan Kesalahan Berpikir yang Sering Menjebak Pengguna DigitalDi Balik Fenomena Permainan Populer Begini Cara Probabilitas Bekerja Tanpa Dipengaruhi Hasil SebelumnyaStudi Perilaku Digital Ungkap Alasan Mengapa Banyak Orang Sulit Membedakan Peluang dan Perasaan IntuitifKetika Prediksi Tidak Selalu Akurat Mengenal Cara Kerja Sistem Acak yang Sering Disalahpahami PenggunaFenomena Bias Kognitif dalam Dunia Hiburan Interaktif Mengapa Otak Manusia Sering Melihat Pola yang Tidak AdaMengapa Mahjong Ways Terus Menarik Perhatian Komunitas Ungkap Pengalaman yang Membuat Mereka Kembali BermainTren Masa Kini Balik Popularitas Mahjong Ways Ternyata Faktor Visual dan Interaktivitas Jadi Daya Tarik Utama PenggunaBagaimana Kecerdasan Buatan Mempengaruhi Kebiasaan Digital dari Rekomendasi Konten hingga Keputusan PenggunaStudi Tren Digital Modern Mengungkap Hubungan Antara Stabilitas Server Dan Konsistensi Aktivitas Pengguna Dalam Sesi BerkelanjutanPerforma Infrastruktur Berbasis Data Jadi Fokus Utama Setelah Sejumlah Indikator Menunjukkan Perubahan Ritme Yang Semakin DinamisTren Analisis dan Era Personalisasi Mengapa Sistem Rekomendasi Semakin Efektif Menarik Perhatian Pengguna BaruDi Balik Lonjakan Unduhan Aplikasi Begini Cara Algoritma Cerdas Membaca Minat dan Perilaku PenggunaTeknologi AI Makin Dominan Pakar Ungkap Dampaknya terhadap Pola Konsumsi Konten Digital MasyarakatMengapa Banyak Pengguna Tertarik pada Konten Tertentu Analisis Cara Kerja Sistem Rekomendasi Berbasis AIKecerdasan Buatan dan Perubahan Perilaku Digital Fenomena yang Kini Menjadi Perhatian Banyak PenelitiMengupas Hubungan antara Psikologi Pengguna dan Persepsi Keberuntungan di Era Platform Digital ModernTeknologi Algoritma Semakin Canggih Pengalaman Pengguna Dinilai Lebih Stabil dan Adaptif Dibanding SebelumnyaTransformasi Sistem Digital Modern Disebut Berhasil Meningkatkan Kenyamanan dan Efisiensi Aktivitas PenggunaPenggunaan Algoritma Generasi Baru Jadi Sorotan Setelah Dinilai Membuat Pengalaman Interaktif Lebih ResponsifBagaimana Inovasi Teknologi Membentuk Pengalaman Digital yang Lebih Personal dan Mudah Diakses Berbagai KalanganTren Pengembangan Algoritma Modern Mulai Mengubah Cara Pengguna Berinteraksi dengan Platform Digital Masa KiniPengalaman Pengguna Masuk Babak Baru Teknologi Adaptif Dinilai Membawa Perubahan Signifikan pada Industri DigitalEfisiensi dan Stabilitas Jadi Fokus Pengembang Teknologi Berlomba Menghadirkan Sistem yang Lebih Ramah PenggunaDari Kecepatan hingga Personalisasi Ini Faktor yang Membuat Teknologi Modern Semakin Diminati Masyarakat DigitalMahjong Ways Jadi Perbincangan Komunitas Pengguna Bagikan Pengalaman Menarik Selama Menjelajahi Fitur Permainan
Exit mobile version