Jumat, Agustus 29, 2025

Penemuan Salib Kuno di Abu Dhabi: Kekristenan Lebih Dahulu Hadir Sebelum Islam di Arab?

ABU DHABI, Pena Katolik – Sebuah salib kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 atau ke-8 Masehi ditemukan di sebuah biara kuno di Pulau Sir Bani Yas, sekitar 170 kilometer barat daya Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Temuan ini diumumkan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, dan dinilai sebagai bukti penting keberadaan awal komunitas Kristen di kawasan Teluk Arab.

Salib setinggi 30 sentimeter tersebut terbuat dari plester dan ditemukan di halaman salah satu rumah dalam kompleks biara yang tengah diekskavasi sejak awal tahun ini. Temuan ini menjadi bagian dari upaya arkeologis berkelanjutan di pulau tersebut. Temuan sebelumnya mengungkap sisa-sisa struktur gereja dan biara yang diperkirakan dibangun oleh komunitas Kristen Nestorian.

Menurut laporan Abu Dhabi Media Office, desain salib ini bergaya Timur dan menyerupai salib-salib kuno yang ditemukan di Irak dan Kuwait. Hal ini menunjukkan hubungan erat antara Gereja Timur (Eastern Church), yang dikenal juga sebagai Gereja Nestorian, dan penyebaran agama Kristen di kawasan Teluk sejak masa-masa awal.

Penemuan ini menegaskan kembali bahwa sebelum masuk dan menyebarnya Islam di abad ke-7, komunitas Kristen telah lama hidup dan berkembang di Semenanjung Arab. Pulau Sir Bani Yas sendiri telah menjadi situs penting dalam pemetaan warisan Kristen awal di Timur Tengah, sejak ditemukannya kompleks biara Kristen pertama pada tahun 1992.

Para arkeolog memperkirakan biara ini digunakan selama beberapa abad sebelum ditinggalkan. Adanya salib ini memperkuat keyakinan bahwa tempat tersebut merupakan pusat keagamaan aktif, sekaligus titik penting dalam jaringan komunitas Kristen di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, Mohamed Khalifa Al Mubarak, menyatakan bahwa penemuan ini “memberikan wawasan berharga tentang keberagaman sejarah dan budaya yang telah lama ada di wilayah ini.”

Penemuan ini muncul dalam konteks meningkatnya upaya UEA untuk mempromosikan toleransi beragama dan pelestarian warisan budaya lintas keyakinan. Dalam beberapa tahun terakhir, UEA telah mengambil langkah-langkah progresif dalam membangun dialog antaragama, termasuk pembukaan Abrahamic Family House di Abu Dhabi, sebuah kompleks yang menampung masjid, gereja, dan sinagoga dalam satu kawasan.

Salib kuno ini dipandang sebagai simbol penting dari akar spiritual yang dalam dan beragam yang telah membentuk identitas kawasan, jauh sebelum munculnya batas-batas negara modern.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini