Jumat, Februari 28, 2025
30.3 C
Jakarta

Doa Paus dan “Balasan” Doa Dunia

VATIKAN, Pena Katolik Di tengah keheningan Lapangan Santo Petrus, dua peristiwa yang dibagikan di media sosial merupakan bukti luar biasa akan kekuatan doa. Dua momen ini masing-masing menangkap perjalanan harapan, penyembuhan, dan persekutuan yang berbeda namun saling terkait.

Satu foto yang mungkin Anda kenal terasa menyentuh hati saat ini. Foto itu memperlihatkan Paus Fransiskus sedang berdoa sendirian untuk kesembuhan dunia saat pandemi Covid-19. Sikapnya yang rendah hati di hamparan lapangan yang luas berbicara tentang percakapan pribadi yang mendalam dengan Sang Ilahi, momen introspeksi yang melampaui tuntutan kehidupan sehari-hari. Itu mengingatkan kita bahwa bahkan dalam kesunyian kita, doa adalah sumber kekuatan dan pembaruan yang dahsyat.

Bagi mereka yang mengenali foto itu, momen pengambilannya akan selamanya tertanam dalam ingatan, saat itu tanggal 27 Maret 2020.

Paus memimpin Gereja, bahkan mungkin dunia, di tengah pandemi. Saat itu, Paus berjalan di Lapangan St. Petrus yang benar-benar kosong. Saat itu, Petrus berbicara kepada dunia.

“Kita tidak sendiri terombang-ambing, kita membutuhkan Tuhan, seperti para navigator kuno membutuhkan bintang-bintang. Mari kita undang Yesus ke dalam perahu kehidupan kita. Mari kita serahkan ketakutan kita kepada-Nya sehingga Dia dapat menaklukkannya.”

Lautan umat beriman

Dalam kontras yang mencolok, gambar kedua memperlihatkan lautan umat beriman berkumpul dalam doa. Suara kolektif mereka terangkat dalam doa yang menyatu dengan intensi untuk kesembuhan Paus Fransiskus.

Energi yang nyata dari kerumunan, yang disatukan oleh belas kasih dan rasa hormat, mengubah alun-alun Lapangan St. Petrus menjadi permadani iman yang hidup. Dalam momen-momen doa bersama inilah, umat menemukan inti sejati tradisi Katolik, yaitu interaksi dinamis antara devosi individu dan kekuatan untuk bersatu sebagai satu tubuh di dalam Kristus.

Ada juga keindahan yang mendalam dalam menyaksikan cinta dan kekaguman yang tulus kepada Paus. Curahan kasih sayang — dari doa-doa yang tenang dalam kesunyian hingga suara-suara umat beriman yang bersatu — berbicara banyak tentang hubungan mendalam yang telah dipupuk Paus Fransiskus sebagai Penerus Petrus dengan umat. Dan bagaimana kerendahan hatinya, belas kasih, dan dedikasinya yang teguh dalam melayani sesama bergema jauh melampaui tembok-tembok Vatikan. AES)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini