ROMA, Pena Katolik – Paus dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma sejak 14 Februari 2025. Seluruh dunia berdoa untuk Paus.
Kamis, 27 Februari 2025: Ada Perbaikan Positif Meski Perlahan
Pada Rabu malam, 26 Februari 2025, Kantor Pers Takhta Suci memberikan informasi terkini mengenai kesehatan Paus Fransiskus sebagai berikut:
“Kondisi Bapa Suci telah menunjukkan sedikit perkembangan positif lebih lanjut selama 24 jam terakhir. Gagal ginjal ringan yang dialami dalam beberapa hari terakhir telah mereda. Pemindaian CT scan di dada yang dilakukan tadi malam menunjukkan perkembangan normal dari peradangan paru-paru.
Paus juga menjalani tes darah yang mengonfirmasi perbaikan yang terlihat kemarin.
Bapa Suci tetap menjalani terapi oksigen aliran tinggi tetapi tidak mengalami episode pernapasan seperti asma. Fisioterapi pernapasan terus berlanjut.
Meskipun ada sedikit perbaikan, prognosisnya masih belum pasti.
Rabu pagi, Bapa Suci menerima Ekaristi, dan pada sore hari, ia melanjutkan aktivitasnya.
26 Februari 2025, Masih Kritis Namun Stabil
OMA, Pena Katolik – Kondisi klinis Bapa Suci tetap kritis tetapi stabil. Vatikan melaporkan pada 25 Februari Malam, bahwa tidak ada episode pernapasan akut dialami Paus, sementara parameter hemodinamik terus stabil.
Paus Fransiskus menjalani pemindaian CT scan untuk memantau pneumonia bilateral secara radiologis. Hasilnya, prognosisnya tetap hati-hati. Pada pagi hari, setelah menerima Ekaristi, ia melanjutkan aktivitas kerja.
Saat ini, Vatikan mengeluarkan update situasi kesehatan Paus Fransiskus dua kali sehari. Ini membuat umat beriman tetap mendapat informasi mengenai kesehatan Paus, sejak ia dirawat di Rumah Sakit Agostino Gemelli di Roma pada hari Jumat, 14 Februari 2025 setelah menderita bronkitis.
Saat ini ia sedang dirawat karena pneumonia ganda. Paus juga menunjukkan tanda-tanda gagal ginjal ringan, namun tampaknya terkendali.
25 Februari 2025: Masih Berat Namun Ada Sedikit Perbaikan
Malam tadi tidak ada episode gangguan pernapasan seperti asma yang terjadi dialami Paus Fransiskus. Sebuah perubahan menggembirakan, beberapa tes laboratorium telah menunjukkan perbaikan.
Hasil tes pada insufisiensi ginjal ringannya, tidak menimbulkan kekhawatiran apa pun. Namun, terapi oksigen untuk Paus masih terus dilanjutkan, meskipun dengan aliran dan kadar oksigen yang sedikit berkurang.
Mengingat kompleksitas gambaran klinis, para dokter dengan hati-hati menjelaskan kondisi kesehatan Paus. Pada pagi hari, Paus menerima Ekaristi, sementara pada sore hari.
Pada malam hari, ia menelepon pastor paroki Gaza untuk mengungkapkan kedekatannya dengan situasi di Palestina.
Paus Fransiskus berterima kasih kepada seluruh Umat Allah, yang pada hari-hari ini telah berkumpul untuk berdoa bagi kesehatannya.
24 Februari 2025 – Malam Tenang
Sehari setelah dikabarkan kritis, Paus Fransiskus menghabiskan malam yang tenang di Rumah Sakit Gemelli Roma pada Minggu Malam, 24 Februari 2025. Dalam update yang disampaikan Vatikan, 24 Februari 2025, Paus melewati minggu malam tadi dengan tidur dan beristirahat.
“Malam ini berjalan dengan baik, Paus telah tidur dan beristirahat,” kata Vatikan dalam pembaruan terbarunya tentang kondisi Paus.
Dari Hari sebelumnya, Paus Fransiskus telah menerima transfusi darah untuk meningkatkan kadar hemoglobinnya. Saat ini, Vatikan menyampaikan bahwa trombositopenia tetap stabil; namun, beberapa tes darah menunjukkan insufisiensi ginjal ringan yang masih dalam tahap awal. Vatikan juga menjelaskan bahwa kondisi Paus saat ini terkendali. Vatikan menambahkan bahwa terapi oksigen aliran tinggi untuk Paus terus berlanjut melalui kanula hidung.
Diberitakan juga bahwa pada hari Minggu, Paus menghadiri Misa di apartemennya di Rumah Sakit Gemelli bersama para dokter dan perawat yang mengawasi perawatannya.
Doa untuk pemulihan Paus terus berlanjut di seluruh Roma. Kardinal Baldassare Reina merayakan Misa Minggu, 23 Februari 2025 di Basilika St. Yohanes Lateran dengan intensi pemulihan Bapa Suci.
Paus Fransiskus juga menerima puluhan kartu ucapan “lekas sembuh” dan kartu ucapan yang digambar tangan dari anak-anak sekolah di Roma kemarin.
Sabtu, 22 Februari 2025 – Kondisi Kristis
Paus Fransiskus masih dalam kondisi kritis dan masih dalam situasi bahaya, Kantor Pers Takhta Suci mengumumkan Sabtu malam, 22 Februari 2025 di Roma.
Paus berusia 88 tahun itu “mengalami krisis pernapasan, seperti asma, dengan intensitas yang berkepanjangan pada Sabtu pagi, yang memerlukan pemberian oksigen aliran tinggi. Kabar ini disampaikan dalam update pembaruan medis Paus oleh Vatikan.
Tes darah mengungkapkan jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia), yang terkait dengan anemia, yang memerlukan transfusi darah.
Bapa Suci tetap waspada dan menghabiskan hari di kursi berlengan. Situasinya, ia “lebih tidak nyaman” daripada kemarin. Ada kewaspadaan dalam update kondisi kesehatan Paus Fransiskus yang disampaikan Vatikan.
Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus tidak akan memimpin doa Angelus tradisional hari Minggu pada 23 Februari 2025. Selama konferensi pers di Rumah Sakit Gemelli pada hari Jumat, 21 Februari 2025, tim medis yang merawat Paus menggambarkan kondisinya cukup serius. Tim Medis mencatat bahwa Paus Fransiskus sepenuhnya menyadari situasinya. Marilah kita terus berdoa untuk Paus Fransiskus.
Pada konferensi pers sebelumnya, sekitar 12 jam sebelum pernyataan pers terbaru ini, di rumah sakit Gemelli di Roma, Ketua Tim Dokter yang menangani Paus Fransiskus, dr. Sergio Alfieri mengatakan, bahwa Paus Fransiskus tidak “dalam bahaya kematian”, tetapi ia juga belum sepenuhnya “bebas dari bahaya”. Hadir juga dalam pernyataan ini adalah dr. Luigi Carbone, Wakil Direktur layanan kesehatan Vatikan.
Paus Fransiskus masih dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma sejak hari Jumat, 14 Februari 2025. Awalnya, ia menjalani tes dan perawatan karena serangan bronkitis.
20 Februari 2025 – Pelangi di Atas Rumah Sakit Gemelli
Pelangi muncul di atas Rumah Sakit Gemelli, tempat Paus Fransiskus dirawat, kemarin sore, 19 Februari 2025, sekitar pukul 17.00 waktu Roma, pelangi muncul di atas Rumah Sakit Gemelli, tempat Paus Fransiskus dirawat sejak 14 Februari.
Pada hari yang sama, Vatikan merilis Katekese yubileum yang disiapkan oleh Bapa Suci tentang “Yesus Kristus harapan kita.”
Paus merenungkan kunjungan orang Majus kepada anak Yesus, yang dicatat secara eksklusif dalam Injil St. Matius. Paus yang berusia 88 tahun itu mendorong umat Kristen untuk mengikuti jejak “peziarah harapan” yang bijak ini yang berangkat dalam perjalanan dari tanah air mereka untuk mencari Tuhan.
“Orang Majus dianggap sebagai perwakilan dari ras primordial, yang dihasilkan oleh tiga putra Nuh, dan dari tiga benua yang dikenal di zaman kuno, Asia, Afrika, dan Eropa, serta tiga fase kehidupan manusia: muda, dewasa, dan tua.”
Paus menjelaskan dalam katekesenya pada tanggal 19 Februari. Ia mengatakan, Orang Majus adalah orang-orang yang tidak tinggal diam, tetapi seperti orang-orang pilihan yang hebat dalam sejarah Alkitab, merasakan kebutuhan untuk bergerak, untuk maju.
“Mereka adalah orang-orang yang mampu melihat melampaui diri mereka sendiri, yang tahu bagaimana memandang ke atas,” katanya.
Bapa Suci mengatakan, Tuhan berbicara kepada orang-orang melalui ciptaan dan firman kenabian. Melalui Kitab Suci kuno, orang Majus dapat mengidentifikasi tempat kelahiran “Raja orang Yahudi” yang baru lahir dan “menjadi orang-orang percaya pertama” di antara orang-orang kafir kepada Yesus Kristus sebagai penyelamat dunia.
“Pemandangan bintang mengilhami sukacita yang tak tertahankan dalam diri orang-orang itu, karena Roh Kudus, yang menggerakkan hati siapa pun yang dengan tulus mencari Tuhan, juga memenuhinya dengan sukacita,” katanya.
19 Februari 2025 – Audiensi Publik Dibatalkan
Paus Fransiskus melanjutkan perawatan untuk pneumonia bilateral di rumah sakit Gemelli Roma. Vatikan memberi tahu wartawan pada Rabu pagi, 19 Februari 2025, bahwa ia menghabiskan “malam yang tenang” dan “bangun dan sarapan.”
Paus menjalani terapi tambahan setelah diagnosis pneumonia bilateral pada hari Selasa sebelumnya. Ada beberapa agenda Paus yang dibatalkan, termasuk perayaan yubileum akhir pekan ini.
Dukungan doa terus mengalir, salah satunya Wakil Presiden AS, J. D. Vance. Seorang Katolik yang terpilih menjadi dan menjabat mulai tahun ini.
18 Februari 2025 – Pneumonia Ganda
Vatikan pada hari Selasa mengatakan bahwa tes pada sore hari sebelumnya menunjukkan Paus Fransiskus telah mengalami pneumonia “bilateral” atau ganda, yang menyebabkan dokter meresepkan perawatan tambahan untuk Bapa Suci.
“Tes laboratorium, [a] rontgen dada, dan kondisi klinis Bapa Suci terus menunjukkan gambaran yang rumit. Paus menjalani pemindaian CT dada pada Selasa sore, kata Vatikan, dengan hasil yang menunjukkan “timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi obat tambahan.”
Paus tetap “dalam semangat yang baik,” kata Takhta Suci.
“Pagi ini ia menerima Ekaristi, dan sepanjang hari ia beristirahat dengan berdoa dan membaca. Ia bersyukur atas kedekatan yang ia rasakan saat ini dan meminta, dengan hati yang bersyukur, agar kita terus berdoa untuknya.
Paus membatalkan audiensi Yubileum 2025 akhir pekan ini.
18 Februari 2025 – Penundaan Kegiatan Publik
Paus terus menunda penampilan publik karena infeksi pernapasannya terus berlanjut, dengan Vatikan mengumumkan pada hari Selasa pembatalan audiensi yubileum hari Sabtu dan pendelegasian Misa khusus hari Minggu.
Uskup Agung Rino Fisichella, wakil prefek Dikasteri untuk Evangelisasi, akan merayakan Misa untuk Yubileum Diakon yang dijadwalkan pukul 9 pagi pada hari Minggu, 23 Februari, di Basilika Santo Petrus, Kantor Pers Takhta Suci memberi tahu wartawan pada tanggal 18 Februari.
Paus Fransiskus dalam kondisi stabil, berdoa dan bekerja pada hari keempat di rumah sakit
17 Februari 2025 – Kondisi Stabil
Paus Fransiskus tetap dalam kondisi stabil dan menghabiskan hari keempatnya di rumah sakit dengan berdoa, membaca, dan melakukan beberapa pekerjaan, menurut pembaruan kesehatan terbaru yang dirilis oleh Vatikan pada Senin malam.
Paus berusia 88 tahun itu tidak demam karena ia terus menerima perawatan untuk infeksi pernapasan polimikroba. Ia menerima Ekaristi, membaca beberapa buku.
“Paus Fransiskus tersentuh oleh banyaknya pesan kasih sayang dan kedekatan yang terus ia terima pada jam-jam ini,” kata pernyataan Vatikan.
Kantor Pers Tahta Suci mengumumkan bahwa tes yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan Paus sedang berjuang melawan infeksi pernapasan polimikroba yang mengharuskan dokter untuk mengubah rencana perawatannya. Semua hasil diagnostik menunjukkan situasi klinis yang rumit yang akan memerlukan “rawat inap yang sesuai” di rumah sakit Gemelli di Roma, kata pejabat Vatikan.
15 Februari 2025 – Menghabiskan Waktu untuk Doa dan Membaca
Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma, Italia sejak 14 Februari 2025. Ia dirawat setelah bertemu dengan sejumlah orang, termasuk perdana menteri Slovakia, Robert Fico. Kantor Pers Tahta Suci merilis informasi terbaru tentang kondisi Paus.
Dalam laporan kemarin, pemeriksaan pertama yang dijalani Paus menunjukkan adanya infeksi saluran pernapasan. Namun dijelaskan, kondisi klinisnya cukup baik. Paus terserang demam ringan. Paus dalam keadaan tenang, suasana hatinya baik, dan ia telah membaca beberapa surat kabar, menurut Matteo Bruni, direktur Kantor Pers Tahta Suci.
Menyusul kabar kondisi kesehatan Paus, pelbagai simpati disampaikan para pemimpin agama dan dunia. Dukungan doa disampaikan dari pelbagai kalangan.
Kesehatan Paus
Kesehatan Paus berusia delapan puluhan ini telah menjadi perhatian berulang dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan berbagai masalah medis yang menyebabkan pembatalan janji dan perjalanan, yang mengharuskan Paus sering menggunakan bantuan mobilitas.
Pada bulan Desember 2020, ia dilaporkan menderita lonjakan nyeri skiatika — suatu kondisi yang telah ia derita selama bertahun-tahun. Kondisi ini kambuh pada bulan Januari 2021, yang menyebabkannya membatalkan aktivitas publik Paus. Pada bulan Juli 2021, ia dirawat di rumah sakit karena masalah usus besar, yang menyebabkan operasi besar untuk mengatasi penyempitan usus besar yang disebabkan oleh divertikulitis. Ia menghabiskan 11 hari di Rumah Sakit Gemelli Roma untuk memulihkan diri dari operasi.
Pada bulan Januari 2022, ia mengalami nyeri lutut dan peradangan yang parah, yang menyebabkan Paus membatalkan acara. Pada bulan Mei 2022, ia menggunakan kursi roda secara teratur dan menjalani rehabilitasi. Masalah lututnya juga menyebabkan penundaan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan, yang awalnya dijadwalkan pada Juli 2022. Ia akhirnya melakukan perjalanan itu pada awal 2023.
Meskipun ia mengumumkan kembalinya divertikulitisnya pada Januari 2023, ia menyatakan bahwa ia dalam keadaan sehat. Ia sempat dirawat di rumah sakit karena infeksi pernapasan pada Maret 2023.
Pada Juni 2023, Paus Fransiskus menjalani operasi perut lagi untuk memperbaiki hernia insisional, dan kemudian pada tahun yang sama ia dirawat karena radang paru-paru dan kesulitan bernapas.
Pada akhir 2024 dan sekali lagi pada awal 2025, Paus Fransiskus terjatuh, yang pertama menyebabkan memar yang menonjol di dagunya dan yang terakhir menyebabkan memar di lengan kanannya. Vatikan telah menggambarkan kondisinya saat ini sebagai “pilek” sebelum ia dirawat di rumah sakit saat ini. (AES)