Lima Langkah Mengambil Keputusan bagi Pasangan Katolik

0
1357

JAKARTA, Pena Katolik – Pengambilan keputusan sebagai pasangan itu penting, mulai dari tahap awal berpacaran dan seterusnya. Ini juga penting dalam pernikahan, di mana semakin banyak masalah yang harus diputuskan bersama.

Membuat keputusan bisa menghabiskan banyak energi. Bahkan dapat menyebabkan kelelahan atau kecemasan jika proses pengambilan keputusan tidak ditangani dengan baik.

Beban untuk memutuskan suatu masalah mungkin jatuh atau dirasakan lebih oleh satu dari yang lain, sampai menjadi keputusan sepihak. Konflik dapat muncul karena sudut pandang yang berbeda.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda berada di jalur yang benar bersama-sama dalam membuat keputusan bersama yang baik…

KEARIFAN

Kumpulkan semua fakta yang relevan dengan keputusan Anda. Baca informasi yang tersedia, lakukan riset, ajukan pertanyaan, dan konsultasikan dengan orang lain. Terkadang pengalaman orang lain dapat memberikan informasi yang mungkin tidak kita pertimbangkan sebelumnya.

Cobalah untuk tidak berbicara hanya dengan mereka yang mendukung sudut pandang Anda; pilihlah orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang masalah yang dipermasalahkan dan yang dapat memberi Anda perspektif yang objektif.

Letakkan informasi secara tertulis dan buat daftar menggunakan selembar kertas atau papan tulis yang dapat Anda lihat dan perbarui. Meskipun pada awalnya mungkin tampak seperti banyak informasi, saat Anda menuliskan ide-idenya, akan menjadi lebih jelas mana yang paling relevan dan mana yang kurang relevan.

Dengarkan perasaan satu sama lain saat Anda mempertimbangkan pro dan kontra dari setiap opsi. Juga, bagaimana pengaruhnya terhadap orang lain, terutama yang paling rentan?

Apakah ada pilihan yang menonjol karena memberi Anda rasa damai dan harapan? Apakah beberapa menginspirasi perasaan cemas atau putus asa? Ingatlah bahwa emosi seperti kedamaian, kebebasan, dan kegembiraan adalah indikator yang membawa kita lebih dekat untuk membuat pilihan yang tepat.

Selidiki bersama-sama untuk mencari sumber perasaan itu untuk mengetahui apakah itu berasal dari keinginan egois, ketakutan akan apa yang mungkin dipikirkan orang lain, atau keinginan tulus untuk berbuat baik.

Keputusan kemungkinan besar tidak akan dibuat saat itu juga, tetapi itu akan menjadi awal yang baik sebagai latihan pribadi dan bersama. Di dunia yang serba tergesa-gesa saat ini, ada banyak nilai tidak hanya dalam mengumpulkan informasi tetapi juga dalam mampu menerapkan praktik bijaksana ini.

Jika, setelah memikirkannya, pilihan yang jelas tidak muncul, Anda dapat menggunakan beberapa latihan imajinatif yang diusulkan oleh St. Ignatius dari Loyola, yang masih berlaku sampai sekarang.

Bayangkan seorang teman mendekati Anda dengan situasi yang sama: Nasihat apa yang akan Anda berikan kepada mereka? Atau bayangkan Anda berada di ranjang kematian Anda. Melihat kembali kehidupan Anda dan dengan asumsi Anda telah membuat keputusan tersebut, bagaimana Anda melihatnya dari perspektif itu?

Jika Anda dapat berbicara dengan seseorang yang Anda percayai tetapi telah meninggal, apa yang akan mereka katakan tentang pilihan Anda? Apakah mereka akan senang, kecewa, atau netral mengenai keputusan Anda?

Terakhir dan yang paling penting, diskusikan keputusan tersebut bersama-sama. Bagikan pertimbangan Anda.

TETAPKAN BATAS WAKTU

Tetapkan kerangka waktu di mana Anda akan membuat keputusan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan penting, tetapi juga jangan menunda-nunda. Sangat penting untuk menetapkan waktu yang tetap dan hari tertentu untuk pengambilan keputusan.

Terkadang tidak semuanya akan jelas dan kami tidak akan dapat menutupi setiap kemungkinan yang mungkin terjadi. Kita harus menetapkan batas dan menyadari bahwa kita tidak dapat mengendalikan segalanya. Kalau tidak, kita mungkin akan membuang-buang waktu berharga menunggu kejelasan yang lebih besar atau berputar-putar tanpa tujuan.

Ketika tanggal yang ditentukan tiba, putuskan dengan hati-hati berdasarkan kebijaksanaan Anda, dan terus maju. Jika pilihan telah diletakkan di atas meja dan diperiksa secara wajar, dan semuanya sama-sama menarik atau masih belum ada jawaban yang jelas, putuskan saja dengan satu atau lain cara. Buatlah keputusan terbaik yang dapat Anda buat pada saat itu, tanpa rasa takut.

DOA BERSAMA

Menerima sakramen pernikahan berarti mengundang Tuhan untuk menjadi titik fokus hubungan pernikahan Anda. Meminta bantuan Tuhan dalam proses pengambilan keputusan dapat memberi Anda kejelasan dan kekuatan sebagai pasangan. Iman adalah hal yang mendasar.

Membuat keputusan di hadirat Tuhan membantu kita untuk memutuskan tidak sesuai dengan selera kita, tetapi melalui upaya untuk melakukan kehendak Tuhan. Berfokus pada tujuan akhir dan tujuan keberadaan kita membantu memastikan bahwa keputusan kita sesuai dengannya.

Berdoalah agar Tuhan mencerahkan Anda dan membimbing Anda untuk mencari yang terbaik. Mintalah kepada-Nya agar melalui proses ini Anda dapat belajar untuk percaya bahwa Tuhan, dalam menginginkan kebahagiaan kita, ingin kita menemukan sukacita dan kepuasan.

Juga, tanyakan kepada Tuhan saat Anda merenungkan: “Melalui keputusan ini, apakah ada sesuatu yang ingin Anda tunjukkan kepada kami? Respon apa yang Anda harapkan dari kami? Apakah keputusan kami menyenangkan Anda?”

MENERIMA TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Terima tanggung jawab bersama atas keputusan yang Anda buat sebagai pasangan. Jika tidak, mungkin ada ketegangan atau kebencian dan itu dapat berdampak negatif pada hubungan Anda.

Anda adalah individu yang unik dengan kebutuhan dan keinginan yang berbeda, sehingga Anda tidak akan selalu setuju pada setiap keputusan. Ini berarti bahwa dari waktu ke waktu Anda harus berkompromi dan saling percaya.

Masing-masing dari Anda harus bertanya pada diri sendiri: Apakah keputusan ini yang terbaik untuk kita atau hanya untuk saya? Penting untuk berusaha fokus pada saling pengertian dan persatuan dalam hubungan Anda selama proses tersebut.

Terlepas dari hasilnya, proses pengambilan keputusan pada akhirnya harus mengarah pada pembangunan hubungan yang lebih mendukung dan penuh kasih.

MENGEVALUASI KEPUTUSAN ANDA

Evaluasi keputusan penting masa lalu Anda dari waktu ke waktu, dan jangan takut untuk mengakuinya jika Anda membuat keputusan yang tidak berhasil dengan baik untuk salah satu atau Anda berdua.

Tinjau juga proses pengambilan keputusan Anda sebelumnya. Ini akan mengajari Anda apa yang berhasil dan apa yang tidak, apa kekuatan dan kelemahan Anda selama proses tersebut, dan apa yang dapat Anda pelajari darinya.

Banyak pasangan yang terjebak oleh rasa bangga atau takut salah. Dengan demikian, mereka tidak mengakui bahwa suatu keputusan mungkin bukan yang terbaik dan perlu dikaji ulang. Ini membuat mereka tidak bergerak maju.

Ingatlah bahwa jika keputusan telah dibuat dengan keterbukaan, kejujuran, dan kepercayaan, segala sesuatunya dapat diperbaiki. (AES)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here