Artur Oliveira I Facebook
Artur Oliveira I Facebook

Dengan iman sederhana, seorang anak laki-laki kecil datang kepada seorang imam yang sedang berkotbah, dan permintaan doanya dijawab. Itulah yang terjadi 16 Mei, dalam Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan di sebuah paroki di Patrocinio, Brasil. Anak kecil itu menyela homili dan meminta doa untuk bapa permandiannya, yang menggunakan alat bantu pernapasan karena Covid-19.

Pastor Artur Oliveira sedang merayakan Misa siaran langsung melalui internet, sehingga momen emosional itu tertangkap dan terbagi secara luas. Memang, Pastor Artur biarkan video itu terpampang di jejaring sosialnya karena, seperti dikatakan kepada kantor berita Katolik ACI Digital, dia berharap hal itu menginspirasi umat.

“Kita harus seperti anak ini, yang berdoa dengan sederhana, dengan keberanian, dengan iman,” kata imam itu. Beberapa orang yang melihat video itu mengatakan tergerak oleh video itu. “Orang muda juga mengatakan itu. Dan ada yang berkata, ‘Betapa kecilnya iman saya dibandingkan besarnya iman anak ini’!” kata Pastor Artur.

João Miguel kecil menginterupsi imam itu “dengan kebebasan penuh” untuk bertanya langsung, “Pastor, maukah Pastor berdoa untuk bapa permandian saya? Dia diintubasi,” demikian kesaksian Pastor Artur sendiri. Bocah itu kemudian menjelaskan bahwa “Paman Flavio” tertular virus corona baru.

Dalam unggahan yang menyertai video Facebook tentang momen yang layak ditonton meski tidak memahami Portugis, terlihat bagaimana Pastor Artur duduk di samping anak laki-laki kecil itu di tangga altar dan berdoa bersamanya.

Tentang episode itu, kata imam itu, “Bagaimana mungkin saya tidak indahkan permintaan ini? Saya akui, dalam hati, saya bertanya kepada Tuhan, ‘Tuhan, anak ini mengejutkan saya. Saya harus lakukan apa sekarang?’ Saya biarkan apa yang saya katakan dan duduk di tangga altar. Saya bayangkan Yesus mendengarkan permintaannya. Dan saya tahu Dia akan melakukannya! Orang-orang di gereja itu belajar apa artinya memiliki iman.”

Tepat sebelum menerima permintaan João Miguel, imam itu sedang dalam homili tentang Hari Raya Kenaikan Tuhan dan kenyataan bahwa meskipun Dia naik ke surga, Dia tetap bersama kita, “Bahkan jika saya tidak merasakan Dia setiap saat, Dia bersama saya. Bahkan jika saya tidak melihat-Nya setiap saat, Dia bersama saya.” Setelah berdoa bersama anak itu, imam itu menyelesaikan homili dengan berkata, “Apakah kalian inginkan tanda lebih indah dari itu? Yesus ada di tengah kita sepanjang waktu.”

Cara Pastor Artur menghadapi situasi itu mengingatkan kata-kata Yesus dalam Injil Matius, “Biarkanlah anak-anak kecil itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti yang inilah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 19:14)

Dan memang, Kamis, 27 Mei, Pastor Artur kembali ke Facebook untuk memberitakan bahwa permintaan João Miguel didengar dan dijawab, “Ya, KEAJAIBAN terjadi.” Di saluran YouTube-nya, imam itu memposting video untuk menindaklanjuti cerita itu, didahului peringatan, “Siapkan sapu tangan kalian!” karena sulit untuk tidak berlinang air mata melihat cinta anak laki-laki itu kepada bapa permandiannya dan imannya yang sederhana.

Dalam video berbahasa Portugis sepanjang 10 menit itu, imam itu mewawancara ibu dari anak laki-laki itu. Ibu itu menceritakan bagaimana dalam seminggu pernafasan paman atau bapa permandian anak laki-laki itu dibantu dan berbicara lagi.

“Kenapa dia sembuh begitu cepat?” tanya Pastor Artur pada anak lelaki itu. “Karena kami banyak berdoa dan Allah membantu kami!” jawab João Miguel.

Siapa bisa meragukan kata-kata Yesus tentang anak-anak, bahwa “ada malaikat, mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga” (Mat 18:10)? Video itu kemudian menunjukkan “Paman Flavio” meninggalkan rumah sakit dengan kursi roda dan dipeluk oleh putrinya saat keduanya meneteskan air mata sukacita.(PEN@ Katolik/paul c pati/Magnús Sannleikur/Aleteia)

Silakan klik untuk saksikan videonya

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan