Home VATIKAN Paus Fransiskus mengkanonisasi tujuh orang kudus baru: tanda dan simbol kesucian

Paus Fransiskus mengkanonisasi tujuh orang kudus baru: tanda dan simbol kesucian

0
Prefek Kongregasi Panggelaran Kudus Kardinal Giovanni Becciu membacakan nama-nama dan biografi singkat orang-orang kudus yang baru di hadapan Paus dan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus, Minggu pagi, 14 Oktober 2018. Foto Vatican News
Prefek Kongregasi Panggelaran Kudus Kardinal Giovanni Becciu membacakan nama-nama dan biografi singkat orang-orang kudus yang baru di hadapan Paus dan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus, Minggu pagi, 14 Oktober 2018. Foto Vatican News

Dalam Misa di Lapangan Santo Petrus, Minggu 14 Oktober 2014, Paus Fransiskus mengkanonisasi tujuh orang kudus baru. Ketujuh orang itu, adalah seorang paus yang memperjuangkan dialog dan misi, seorang uskup agung yang dibunuh karena membela yang tak berdaya, dua imam dan dua suster, yang mendedikasikan hidup mereka untuk melayani orang yang paling miskin dan paling membutuhkan, dan seorang awam yang meninggal karena tuberkulosis tulang ketika baru berusia 19 tahun.

Paulus VI, Oscar Romero, Francesco Spinelli, Vincenzo Romano, Kaser Maria Catherine, Nazaria Ignazia dari Santa Teresa dari Yesus, dan Nuncio Sulprizio, semuanya bersaksi tentang iman mereka dengan cara berbeda pada waktu yang berbeda. Mereka semua diakui secara resmi oleh Gereja sebagai orang-orang layak diteladani.

Dengan menyatakan secara resmi kesucian mereka dalam Misa hari Minggu itu, seperti dilaporkan oleh Seàn-Patrick Lovett dari Vatican News, Paus Fransiskus mengakui bahwa nama-nama mereka boleh dimasukkan dalam kanon (kanonisasi) orang-orang kudus, gereja-gereja boleh dibangun untuk menghormati mereka, altar-altar boleh didedikasi untuk mereka, dan doa-doa boleh dipanjatkan kepada mereka sebagai pelindung khusus.

Merenungkan Injil Markus untuk Minggu Biasa ke-28, Paus Fransiskus menekankan perlunya bersikap tanpa kompromi dalam memberikan diri sepenuhnya kepada Allah. “Yesus itu radikal,” kata Paus. “Dia memberikan segalanya dan Dia meminta semua: Dia memberikan cinta yang total dan Dia meminta hati yang tak terbagi.”

Tentang orang-orang kudus yang baru dikanonisasi, Paus Fransiskus mengatakan bahwa mereka semua, “dalam konteks berbeda, memasukkan sabda hari ini ke dalam kehidupan mereka, tanpa suam-suam kuku, tanpa perhitungan, dengan semangat mempertaruhkan segalanya.” Paus lalu berharap, “semoga Tuhan membantu kita meniru teladan mereka.”

Selain gambar-gambar raksasa yang menghiasi bagian depan Basilika Santo Petrus, kehadiran orang-orang kudus yang baru itu tampak jelas dalam tujuh relikui yang berdiri di satu sisi altar sepanjang perayaan. Tetapi Paus Fransiskus secara khusus menunjukkan kedekatannya dengan Paulus VI dan Oscar Romero, khususnya.

Piala yang digunakan Paus Fransiskus dalam Misa Kanonisasi itu adalah piala favorit Paulus VI. Demikian juga Salib Kegembalaan yang menemaninya dalam banyak perjalanan kerasulannya keliling dunia. Dan untuk memperingati Oscar Romero, Paus Fransiskus mengenakan singel atau ikat pinggang bernoda darah milik Uskup Agung yang terbunuh di San Salvador, yang dikenakan ketika dia ditembak saat merayakan Misa di Kapel Rumah Penyelenggaraan Ilahi, tanggal 24 Maret 1980.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Galeri foto Misa Kanonisasi bisa diklik di sini

Foto Vatican Media

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Muncul dalam Percakapan di Media Sosial?

Kasino Digital dan Perubahan Cara Masyarakat Memahami Risiko Permainan

Menelusuri Pengaruh Konten Video Pendek terhadap Popularitas Kasino Online

Di Balik Tampilan Kasino Online, Ada Strategi Desain yang Memengaruhi Pengguna

Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Membedakan Informasi dari Promosi

Bagaimana Kasino Digital Memanfaatkan Teknologi untuk Menjaga Aktivitas Pengguna?

Fenomena Kasino Online Memunculkan Perdebatan tentang Batas Hiburan Digital

Mengenali Pengaruh Notifikasi terhadap Kebiasaan Pengguna Kasino Online

Kasino Online dan Perubahan Persepsi Masyarakat terhadap Peluang Kemenangan

Ketika Kasino Digital Menjadi Topik Perbincangan dalam Literasi Media

Mengapa Informasi tentang Kasino Online Perlu Dilihat dari Berbagai Perspektif?

Perkembangan Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Pengawasan Konten Digital

Kasino Online dalam Sorotan Psikologi Pengambilan Keputusan Pengguna

Memahami Bagaimana Promosi Kasino Digital Membentuk Harapan Pengguna Baru

Di Tengah Arus Informasi Digital, Kasino Online Menghadirkan Tantangan Baru

Menelusuri Hubungan Kasino Online dengan Perubahan Pola Konsumsi Konten

Kasino Digital dan Pentingnya Memahami Perbedaan Hiburan dengan Risiko Keuangan

Bagaimana Pengalaman Pengguna Membentuk Pandangan terhadap Kasino Berbasis Internet?

Fenomena Kasino Online Mengingatkan Pentingnya Sikap Kritis terhadap Konten Viral

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Tanggung Jawab Platform Internet

Kasino Online dan Fenomena Normalisasi Taruhan dalam Kehidupan Digital

Mengapa Transparansi Biaya Penting dalam Layanan Kasino Berbasis Internet?

Menelusuri Pengaruh Komunitas Virtual terhadap Pandangan tentang Kasino Online

Ketika Kasino Digital Menggunakan Sistem Hadiah, Bagaimana Pengaruhnya pada Pengguna?

Kasino Online dan Tantangan Memahami Informasi di Tengah Banjir Konten Digital

Bagaimana Kebiasaan Bermain pada Malam Hari Berkaitan dengan Risiko Kasino Online?

Kasino Digital dalam Sorotan Perlindungan Pengguna dari Praktik Manipulatif

Mengenali Perbedaan antara Keberuntungan Sesaat dan Peluang dalam Kasino Online

Kasino Online dan Peran Edukasi Keluarga dalam Membangun Kesadaran Risiko

Mengapa Kemudahan Registrasi Kasino Digital Perlu Diimbangi Perlindungan Identitas?