Home VATIKAN Gereja berduka atas meninggalnya Kardinal Jean-Louis Tauran

Gereja berduka atas meninggalnya Kardinal Jean-Louis Tauran

0
Kardinal Jean-Louis Tauran bersama Paus Santo Yohanes Paulus II/Foto Vatican Media
Kardinal Jean-Louis Tauran bersama Paus Santo Yohanes Paulus II/Foto Vatican Media

Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama Kardinal Jean-Louis Tauran meninggal hari Kamis sore, 5 Juli 2018, dalam usia 75 tahun. Ia menderita penyakit Parkinson. Menurut catatan Pastor Markus Solo SVD dari Vatikan yang dikirim ke PEN@ Katolik di hari itu, imam asal Indonesia bersama Kardinal Jean-Louis Tauran memulai dewan kepausan itu di tahun 2007.

“Tahun 2009, kami berdua mengunjungi Indonesia: Jakarta, Yogya. Denpasar dan Makassar. Pertama kali beliau melihat Indonesia dan sangat kagum. Beliau suka makan mangga harum manis. Saya bersyukur bisa bekerja sangat dekat dengan beliau, baik di kantor maupun waktu melakukan perjalanan,” jelas Pastor Markus Solo.

Menurut imam SVD yang sudah 10 tahun berkarya di Vatikan itu, Kardinal Jean-Louis Tauran “sangat human, mudah bergaul dan humoris, serta punya pengertian besar dan punya roh diplomat yang tinggi. Sayang sekali, lanjut imam itu, Parkinson menyerang tubuh kardinal itu beberapa tahun terakhir, sampai tubuhnya melemah, tetapi ingatan masih baik.”

Tiga minggu lalu, 12 Juni, jelas imam itu, Kardinal Tauran memutuskan untuk beristirahat di USA sambil menjalankan terapi. “Sayangnya kesehatan beliau memburuk, tubuhnya melemah, hingga meninggal tadi malam, 5 Juli 2018.”

Untuk mengenal Kardinal Tauran secara lebih dekat, Paul C Pati dari PEN@ Katolik menerjemahkan tulisan Vatican News, yang terbit 6 Juli 2018 dengan judul “Gereja berduka atas meninggalnya Kardinal Jean-Louis Tauran.”

Kardinal Jean-Louis Tauran, yang diciptakan dan dinyatakan sebagai Kardinal oleh Santo Yohanes Paulus II dalam Konsistori 21 Oktober 2003, dikenal dunia karena karyanya yang tak kenal lelah untuk meningkatkan perdamaian melalui dialog antarumat beragama. Kardinal itu menjadi terkenal karena dialah yang mengumumkan kepada dunia terpilihnya Paus Fransiskus. Pengumuman itu disampaikan kardinal itu dari Balkon Tengah Basilika Santo Petrus, 13 Maret 2013.

Kardinal Tauran, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama dan Camerlengo (kepala rumah tangga) Gereja Roma yang Suci, meninggal dunia di Amerika Serikat di saat sedang menerima perawatan untuk penyakit Parkinson yang telah dideritanya bertahun-tahun.

Kardinal, yang terus aktif meskipun sakit, melakukan perjalanan penting ke Arab Saudi, April 2018, dengan keyakinan bahwa kita terancam “bukan karena benturan peradaban, tetapi karena ketidakserasian antara ketidaktahuan dan radikalisme.” Dalam kunjungan itu, Kardinal Tauran menegaskan bahwa di masa depan dia akan mendidik dan mengajarkan kepada orang-orang bahwa umat Kristiani tidak dianggap sebagai warga negara kelas dua.

Dalam wawancara November lalu menyusul serangan terhadap Masjid Rawda di Sinai, yang digambarkannya sebagai “langkah baru menuju jurang maut,” kardinal itu menyerukan kepada semua pria dan wanita yang berkemauan baik untuk terus mengupayakan dialog, perdamaian, dan kebebasan. Seruan yang sama ditegakkannya kembali di akhir Mei lalu dalam pesan Ramadan untuk umat Muslim.

Dalam pesan untuk Perayaan Deepavali bagi umat Hindu, Oktober lalu, dengan judul “Umat Kristen dan Umat Hindu: Melampaui Toleransi,” Kardinal Tauran menyoroti tantangan terhadap intoleransi. Ditegaskan bahwa intoleransi merupakan penyebab kekerasan di banyak bagian dunia.

Dalam pesannya untuk Waisak, April 2018, kardinal itu mendorong umat Budha untuk bekerja sama melawan korupsi guna menciptakan budaya legalitas dan transparansi.

Kardinal Tauran lahir  di Bordeaux, Perancis, 5 April 1943. Setelah menyelesaikan Sekolah Menengah “Michel Montaigne” di Bordeaux, dan setelah dua tahun di Seminari Tinggi keuskupan, ia dikirim ke Roma sebagai mahasiswa Seminari Kepausan Perancis dan Universitas Kepausan Gregoriana. Di universitas itu dia menyelesaikan studi teologi dan filsafatnya serta memperoleh Lisensi dalam Filsafat dan Teologi.

Kardinal itu ditahbiskan imam 20 September 1969, dan menjalankan pelayanan imamatnya sebagai Vikaris Paroki Santa Eulalia di Bordeaux, seraya mengikuti kursus Hukum Kanon di Institut Katolik Toulouse. Ketika dipanggil ke Roma tahun 1973, Kardinal Tauran mengikuti Akademi Kepausan Eklesiastikal. Di sana staf diplomatik Tahta Suci itu dilatih. Di Universitas Kepausan Gregoriana, kardinal itu memperoleh gelar dalam Hukum Kanon.

Kardinal Tauran memasuki dinas diplomatik Takhta Suci bulan Maret 1975 dan ditugaskan ke Kedutaan Vatikan di Republik Dominikan. Dia berkarya di sana sampai tahun 1979 saat dipindahkan ke Kedutaan Vatikan di Lebanon. Dia tinggal di sana sampai Juli 1983, dan dipanggil untuk bekerja di Dewan Urusan Umum Gereja.

Dari tahun 1984 hingga 1988, Kardinal Tauran mengikuti karya Konferensi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, serta acara-acara internasional seperti Konferensi Stockholm 1984 tentang Pelucutan Senjata, Forum Budaya 1985 di Budapest, Konferensi Tindak Lanjut Wina tahun 1986. Tahun 1988, kardinal itu ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Dewan Urusan Umum Gereja.

Tanggal 1 Desember 1990 ia terpilih sebagai Uskup Agung tituler Telepte dan dinominasikan sebagai Sekretaris Dewan untuk Urusan Umum Gereja yang kemudian bernama Seksi Hubungan dengan Negara-Negara dari Sekretariat Negara. Kardinal itu ditahbiskan uskup tanggal 6 Januari 1991 oleh Santo Yohanes Paulus II di Basilika Santo Petrus Vatikan.

Selama 13 tahun sebagai kepala Seksi Hubungan dengan Negara-Negara, kardinal itu melakukan banyak misi di luar negeri dan memimpin Delegasi Tahta Suci dalam berbagai konferensi internasional.

Yohanes Paulus II menciptakan dan menyatakan dirinya sebagai Kardinal di dalam Konsistori 21 Oktober 2003. Sebulan kemudian, tepatnya 24 November 2003, kardinal itu diangkat menjadi Pimpinan Arsip dan Perpustakaan Gereja Roma yang Suci.

Tanggal 25 Juni 2007, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama, dan tanggal 26 Juni 2013 Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai Anggota Komisi Kepausan untuk Referendum tentang Institut Karya-Karya Religius.(Vatican News)

Artikel Terkait

Hubungan Islam dan Katolik harus berubah dari persaingan menjadi kerja sama

Sapaan Vatikan untuk umat Islam yang menjalani bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Katolik dan Islam jalin hubungan antaragama dan atasi konflik

Kardinal Jean-Louis Tauran bersama Pastor Markus Solo SVD di Mesjid Istoqlal Jakarta
Kardinal Jean-Louis Tauran mengumumkan terpilihnya Paus Fransiskus
Kardinal Tauran bersama Paus Fransiskus

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memiliki Pola Penyajian Animasi yang Membuat Perubahan Simbol Lebih Mudah Diikuti

Mengapa Game Digital dengan Unsur Budaya Tradisional Bisa Terasa Akrab bagi Pengguna Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Pengguna

Mahjong Ways Menampilkan Perpaduan Warna dan Ornamen yang Mengingatkan pada Estetika Asia

Bagaimana Transisi Visual dalam Game Digital Membantu Pemain Memahami Jalannya Permainan?

Game Mobile dengan Tema Klasik Menunjukkan Bahwa Inovasi Tidak Selalu Berasal dari Konsep Baru

Mahjong Ways 2 Menggunakan Efek Berantai untuk Menampilkan Perubahan Susunan Simbol dalam Permainan

Mengapa Pemilihan Warna dalam Game Digital Bisa Memengaruhi Cara Pengguna Mengenali Fitur?

Komunitas Game Online Membentuk Ruang Diskusi Baru tentang Desain dan Pengalaman Bermain

Teknologi Layar Smartphone Membawa Pengaruh terhadap Cara Game Digital Menampilkan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten