Home OPINI Hoc Est Corpus Meum (Inilah Tubuhku), diskusi mengenai Film Corpus Christi

Hoc Est Corpus Meum (Inilah Tubuhku), diskusi mengenai Film Corpus Christi

0

Corpus-Christi (1)

Pastor Dr Johanes Robini Mariano OP

Masyarakat Kristen, juga di Indonesia, dikejutkan dengan film berjudul Corpus Christi (Tubuh Kristus). Tema film itu dikaitkan dengan masalah homoseksualitas. Bahkan menurut sinopsis di google, dikatakan bahwa di dalam film itu Yesus digambarkan memberkati pernikahan dua murid-Nya sesama jenis (baca: pria). Tentu reaksi keras bermunculan di mana-mana. Intinya, film itu disebut sebagai penghujatan akan Tuhan.

PEN@ Katolik mengangkat tulisan tentang film itu dari Pastor Dr Johanes Robini Mariano OP, Meski hanya melihat resensi atau sinopsis film itu, imam itu mengajak pembaca melihat secara kritis film itu.

Film dengan tema hangat mengenai seksualitas ini merupakan pembicaraan yang sebenarnya tidak dimengerti banyak orang Kristen, terutama umat Katolik. Jangan reaksi dulu. Saya tidak mengatakan saya setuju dengan film ini. Saya mau mengatakan permasalahan yang diangkat film ini merupakan tema yang lama dilupakan, padahal setiap audiensi bahkan Angelus, Santo Yohanes Paulus II banyak membicarakan seksualitas dan Teologi Tubuh (The Theology of the Body). Banyak kalangan Kristen, terutama Katolik, masih tabu berbicara tentang tema ini. Namun, Paus Yohanes Paulus II justru menjadikannya topik yang merupakan kontribusi beliau dengan visi yang luar biasa saat ini.

Seksualitas! Tubuh! Dua tema ini sedikit dibicarakan dan dianggap tabu. Sudah lama seksualitas dan tubuh kurang direfleksikan secara terbuka dan komprehensif. Paus Yohanes Paulus II adalah suara tertinggi, kalau boleh dikatakan demikian, yang terbuka membahas dan menjadikannya sebuah teologi yang kurang-lebih lengkap dan bukan hanya fragmental.

Banyak orang tidak mengerti bahwa Gereja Katolik sangat menghargai seksualitas. Selama ini yang dimengerti, Gereja Katolik adalah tukang larang dan menabukan seks. Padahal bukan itu masalahnya. Inti kekristenan justru sangat dibangun atas sebuah kalimat sederhana pada Kamis Putih: “Inilah tubuh-Ku.” Pemberian tubuh adalah justru dasar berdirinya kekristenan! Ini yang kita rayakan sebagai Ekaristi.

Maka kekristenan sangat menghargai tubuh karena tubuh adalah pintu ke pemberian diri (terdalam). Tuhan Yesus mengatakan, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada mereka yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (bdk. Yoh 15:13). Pada malam sebelum Yesus wafat, Ia memberikan Diri-Nya, yaitu Tubuh (dan Darah-Nya). Pemberian diri inilah yang menyelamatkan. Yesus, pada malam sebelum menderita sengsara dan wafat, memberikan tubuh-Nya (yang sama dengan memberikan hidup!) di dalam cinta. Namun apa yang terjadi keesokan harinya? Keesokan harinya, pemberian tubuh-Nya di dalam cinta, menjadi obyek. Obyek apa? Obyek yang dilukai, disakiti, dihancurkan, bahkan dilecehkan. Inilah drama terbesar sejarah dewasa ini. Pemberian diri dengan tubuh (hidup) di dalam cinta, ternyata dikhianati bahkan dilecehkan dan dihancurkan. Ciuman yang merupakan ungkapan cinta menjadi sarana pengkhianatan di dalam diri Yudas Iskariot.

Lalu, apa hubungannya dengan seksualitas? Justru di sinilah akar masalahnya. Pemberian tubuh sekarang kehilangan maknanya. Pemberian Tubuh yang seharusnya terjadi adalah di institusi perkawinan. Tetapi sekarang menjadi beda di dalam perkawinan coba-coba (kumpul kebo), free sex, bahkan industrialisasi sex. Orang tidak bisa mengatakan saya menyerahkan hidup lagi. Yang terjadi, perasaan sesaat ketika tantangan datang, orang akan meninggalkan perasaan sehingga penyerahan hidup tidak terjadi. Karena mentalitas demikian, maka penyerahan hidup tidak pernah akan ada lagi. Pemberian tubuh kehilangan maknanya yang terdalam.

Demikian juga kejahatan seksual. Taraf yang sungguh kriminal adalah pelecehan seksual (baca: tubuh), pemerkosaan, bahkan penjualan seks dalam pelbagai bentuk. Akibatnya, tubuh bukan hanya kehilangan makna, tapi tujuan penciptaan tubuh sebagai pemberian hidup di dalam kasih tidak tercapai sama sekali.

Demikian pula pemberian tubuh dalam perkawinan yang artinya pemberian hidup. Bukankah angka penceraian tinggi? Belum lagi kalau kita bicara mengenai angka perselingkuhan yang intinya adalah pelecehan tubuh dan pemberian diri. Bukankah tubuh yang harusnya merupakan sarana komunikasi dan pemberian diri di dalam cinta menjadi no-sense (tiada arti) sama sekali?

“Inilah Tubuh-Ku” yang sesungguhnya adalah aku memberikan diriku untuk berkomunikasi dengan dunia dan manusia. Tubuh adalah pintu diriku yang sebenarnya. Kita berhubungan dengan manusia via tubuh. Di dalam konteks komunikasi dan pemberian diri, pemberian diri tertinggi dalam kasih adalah seksualitas yang terjadi dalam perkawinan. Namun yang terjadi adalah kemunafikan, kepura-puraan, pelecehan, komersialisasi seks dalam pelbagai bentuk, bahkan pelecehan (termasuk KDRT), yang membuat pemberian diri bertepuk tangan sebelah atau kosong sama sekali.

Di saat itu, muncullah diskusi. Kalau perkawinan heteroseksual yang merupakan pemberian tubuh di dalam cinta sudah kehilangan makna bahkan berujung kegagalan, bukankah saatnya mencari alternatif yaitu “cinta dalam sesama jenis?” (baca: homoseksualitas). Mereka yang homoseksual justru dianggap memberikan cinta juga dan tubuh. Bukankah itu sama sahnya?

Film ini adalah sebuah diskusi yang mencoba mencari legitimasi dari sebuah pendasaran historis teologis “Kamis Putih.” Namun di sinilah masalahnya: pemberian diri tubuh dalam kasih bukanlah asal pemberian dalam perasaan kasih.

Setiap pemberian tubuh yang merupakan ungkapan tertinggi kasih dalam seksualitas terjadi dalam dua konteks, setidaknya menurut Kekristenan, yaitu menyatukan dan berbuah (pada keturunan). Penyerahan tubuh dalam kasih membutuhkan dua unsur konstitutif yaitu menyatukan dan membuahkan. Memilih salah satu artinya menghancurkan makna terdalam penciptaan, yaitu perintah memenuhi bumi dan menjadikan manusia sebagai imago Dei.

Solusi pelecehan dan kegagalan pemberian tubuh dalam institusi perkawinan heteroseksual bukanlah menyajikan alternatif homoseksualitas, karena di situ juga terjadi falsifikasi tujuan pemberian tubuh yang mempunyai dua unsur hakiki yaitu persatuan kasih dan buah hasil kasih.

Sebagai sebuah genre film untuk diskusi, kiranya film Corpus Christi membuka wacana pembicaraan (diskurs) yang bagus. Sudah saatnya masalah ini dibicarakan terbuka. Bahwa kita tidak setuju tentang kesimpulan film ini adalah sebuah keyakinan iman, namun bukan dengan mengkriminalisasikannya tetapi dengan pembicaraan serius dan komprehensif. Diskurs harus dihadapi dengan diskurs, bukan dengan kriminalisasi, demo besar-besaran menolak, apalagi kekerasan. Mengapa? Karena ini adalah tema real yang berkembang dan perlu dihadapi dengan keyakinan iman dan rasional.***

 

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pola Interaksi Visual yang Menarik untuk Dipahami dari Sisi Desain

Mengapa Game Digital dengan Tema Klasik Masih Bisa Menarik Perhatian Generasi Pengguna Baru?

Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Tradisional Dapat Beradaptasi dengan Teknologi Hiburan

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Bermain

Bagaimana Penggunaan Animasi dalam Game Digital Membantu Menyampaikan Informasi kepada Pengguna?

Mahjong Ways 2 Memiliki Mekanisme Pergantian Simbol yang Membentuk Alur Permainan Berbeda

Game Bertema Asia Memiliki Karakter Visual yang Berkembang Bersama Teknologi Digital Modern

Mengapa Tampilan Game Mobile yang Teratur Dapat Membantu Pengguna Mengenali Berbagai Fitur?

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Desain yang Menghubungkan Nuansa Klasik dan Visual Modern

Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Menampilkan Efek dan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Penyajian Fitur yang Menarik Dilihat dari Sudut Pandang Desain Informasi

Mengapa Pengalaman Pertama Saat Membuka Game Mobile Bisa Memengaruhi Kesan Pengguna?

Mahjong Ways dan Penggunaan Tema Mahjong dalam Membentuk Karakter Hiburan Digital Modern

Game Digital Semakin Memperhatikan Detail Kecil yang Sering Luput dari Perhatian Pengguna

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menentukan Informasi yang Perlu Ditampilkan di Layar Utama?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Mekanisme Permainan dan Respons Visual di Layar

Perkembangan Game Smartphone Membuat Desain Antarmuka Perlu Menyesuaikan Berbagai Cara Penggunaan

Mengapa Konsistensi Tampilan Menjadi Salah Satu Faktor Penting dalam Pengalaman Game Digital?

Mahjong Ways Menghadirkan Interpretasi Modern dari Tema Klasik yang Sudah Lama Dikenal

Game Digital dengan Tampilan Menarik Tetap Membutuhkan Sistem Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Visual Dapat Mengubah Cara Pengguna Mengikuti Permainan

Mengapa Game Digital dengan Konsep Sederhana Bisa Memiliki Karakter yang Mudah Diingat?

Mahjong Ways Menampilkan Adaptasi Permainan Tradisional dalam Bentuk Hiburan Berbasis Teknologi

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Informasi Ditampilkan kepada Pengguna

Bagaimana Penggunaan Ruang Kosong dalam Desain Game Membantu Menjaga Kejelasan Tampilan?

Mahjong Ways 2 Memiliki Rangkaian Animasi yang Berkaitan dengan Perubahan Kondisi Permainan

Game Bertema Budaya Asia Menghadirkan Pendekatan Visual yang Berbeda dari Game Modern Lainnya

Mengapa Desain Antarmuka Game Digital Perlu Mempertimbangkan Kebiasaan Pengguna Baru?

Mahjong Ways dan Cara Penggunaan Elemen Dekoratif Membantu Membangun Identitas Permainan

Teknologi Game Smartphone Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Keseimbangan Visual dan Performa

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan dari Ruang Fisik ke Layar Digital

Mengapa Kecepatan Permainan Kasino Digital Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan?

Di Balik Kemudahan Kasino Online, Bagaimana Pengguna Memahami Nilai Uang?

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Etika Teknologi dan Tanggung Jawab Platform

Ketika Hiburan Kasino Online Bersinggungan dengan Kesehatan Finansial Masyarakat

Bagaimana Fitur Interaktif Kasino Digital Memengaruhi Perhatian Pengguna?

Menelusuri Perubahan Cara Masyarakat Memandang Kasino Online di Era Informasi

Kasino Online dan Tantangan Mengenali Informasi yang Terlihat Meyakinkan

Mengapa Riwayat Permainan Tidak Bisa Menjamin Hasil Berikutnya di Kasino Digital?

Fenomena Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Kesadaran terhadap Waktu Layar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Desain Permainan Dapat Menyampaikan Informasi Tanpa Banyak Teks

Mengapa Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Terasa Akrab meski Menggunakan Teknologi Game Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Waktu Muat dan Kelancaran Aplikasi

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Cascade Membentuk Rangkaian Perubahan yang Terlihat di Layar

Game Digital Bertema Asia Tidak Hanya Mengandalkan Ornamen tetapi Juga Pemilihan Suasana Visual

Bagaimana Desain Game Mobile Membantu Pengguna Mengenali Fitur Baru tanpa Penjelasan Panjang?

Mahjong Ways Menghadirkan Kesan Tradisional melalui Perpaduan Motif, Warna, dan Tata Letak

Mengapa Perubahan Kecil pada Antarmuka Bisa Memengaruhi Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Teknologi Game Mobile Terus Berkembang dan Membawa Tantangan Baru dalam Pengelolaan Animasi

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Pentingnya Keteraturan Visual dalam Menampilkan Mekanisme Permainan

Mahjong Ways 2 Memiliki Sistem Pergantian Simbol yang Membuat Alur Visual Terlihat Berbeda

Mengapa Detail Latar Belakang dalam Mahjong Ways Ikut Membentuk Suasana Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memiliki Cara Menarik dalam Memadukan Cerita Budaya dan Desain Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Efek Animasi dan Informasi yang Muncul di Layar

Perubahan Tren Game Mobile Membuat Desain Sederhana Kembali Menjadi Perhatian Pengembang

Bagaimana Mahjong Ways Menggunakan Komposisi Warna untuk Memperkuat Nuansa Tradisional?

Game Digital Kini Semakin Memperhatikan Cara Pengguna Memahami Informasi dalam Waktu Singkat

Mahjong Ways 2 dan Peran Transisi Visual dalam Menjaga Alur Permainan Tetap Mudah Diikuti

Mengapa Penggunaan Ornamen Klasik dalam Game Modern Tidak Selalu Terlihat Ketinggalan Zaman?

Perkembangan Desain Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Keseimbangan antara Detail dan Kenyamanan

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?