Home KEGEREJAAN Meski mengaku lemah dan rapuh, Pastor Samuel bersedia menjadi Uskup Sintang   

Meski mengaku lemah dan rapuh, Pastor Samuel bersedia menjadi Uskup Sintang   

0
Mgr Agustinus Agus (sedang membaca) didampingi Uskup Penahbis Pendamping Mgr Pius Riana Prapdi (kanan) dan Mgr Yulius Mencucini CP (kiri): Saudara-saudari terkasih Keuskupan Sintang kini mempunyai Uskup baru Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap (memegang tongkat). Foto PEN@ Katolik
Mgr Agustinus Agus (sedang membaca) didampingi Uskup Penahbis Pendamping Mgr Pius Riana Prapdi (kanan) dan Mgr Yulius Mencucini CP (kiri): Saudara-saudari terkasih Keuskupan Sintang kini mempunyai Uskup baru Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap (memegang tongkat). Foto PEN@ Katolik

“Ya, Saya Bersedia!” jawab Pastor Samuel Oton Sidin OFMCap ketika ditanya apakah dia bersedia melaksanakan sampai mati tugas yang dipercayakan para Rasul “kepada kami dan kini akan diserahkan kepada Saudara dengan penumpangan tangan?”

Setelah menjawab rangkaian pertanyaan dari Uskup Penahbis Utama Mgr Agustinus Agus, atau mengucapkan janji sebagai bagian peraturan bahwa orang yang akan ditahbiskan uskup, ditanya di hadapan umat, apakah dia bersedia memelihara iman dan melaksanakan tugas, Uskup Terpilih itu merebahkan diri sambil Litani Orang Kudus dinyanyikan, dan setelah penumpangan tangan dari 30 uskup, Uskup Terpilih menjadi Uskup.

Padahal, dalam pengantar Misa Tahbisan, 22 Maret 2017, Penghargaan Kalpataru 2012 untuk kategori Pembina Lingkungan dengan membangun Rumah Pelangi di Dusun Gunung Benuah, Ambawang, Kalbar, yang lahir 12 Desember 1954 itu menyatakan dirinya lemah dan rapuh.

“Saya menyadari kelemahan dan kerapuhan diri. Oleh karenanya, saya memohon doa dan dukungan supaya bersama saudara-saudari, saya sanggup melaksanakan perintah Tuhan, menggembalakan umat Allah di Keuskupan Sintang ini, dan supaya saya menjadi alter-Krisus bagi saudara sekalian ….

Dalam perjalanan panggilan, kata Mgr Samuel dalam sambutan, dia merasa terkadang seperti Samuel kecil yang kendati berulang-ulang dipanggil tidak cepat mengerti dan menjawab Sabda Tuhan, dan lebih sering, uskup itu merasa tidak berdaya seperti Paulus dalam Galatia 2:20, namun dikuatkan dan dibangkitkan kembali atas kuasa Tuhan sehingga berani mengatakan “bukan lagi aku sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”

Sadar akan kelemahan dan keterbatasannya, Mgr Samuel percaya bahwa Tuhan akan mencukupkan yang kurang dalam dirinya dan “Dialah yang hidup dan berkarya dalam maupun melalui diri saya.” Maka moto tahbisannya adalah “Non Ego sed Christus in me” (bukan aku tetapi Kristuslah yang hidup dalam diriku). Itulah yang dipilihnya sebagai moto tahbisan.

Meski demikian, Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo mengingatkan Mgr Samuel bahwa panggilan Samuel Kecil ditutup dengan kalimat: “Dan Samuel makin besar. Tuhan menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman Tuhan yang dibiarkan gugur.” Sebagai Samuel zaman sekarang, tegas Mgr Suharyo, Uskup Samuel “akan melaksanakan tugasnya sampai tuntas sebagaimana terpampang dalam lambang beliau, ada tangan kanan Yesus dengan tanda bekas paku dan tangan kiri Fransiskus Asisi dengan stigma yang diberikan kepadanya.”

Maka, Mgr Samuel pantas menjadi Uskup Sintang, “apalagi setelah melewati seleksi begini, yang sandar apakah cepat atau lama, tergantung prosesnya,” kata Mgr Suharyo kepada PEN@ Katolik. Mgr Suharyo percaya, kecintaan uskup baru itu pada lingkungan hidup “pasti pengaruhnya besar di Sintang.”

Namun, dalam surat 21 Desember 2016 tentang pengangkatan Uskup Sintang itu, Paus Fransiskus percaya bahwa Mgr Samuel memiliki banyak keutamaan dan pengalaman pastoral di OFMCap dan di luar “yang nampaknya mampu mengembang jabatan uskup dan menghasilkan buah” bagi keuskupan yang ditinggalkan Mgr Agustinus Agus yang menjadi Uskup Agung Pontianak.

Maka, “dengan menerima nasihat Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, berkat kuasa apostolik, kami menunjuk dan menetapkan Anda sebagai Uskup Sintang dengan memberikan semua hak dan melimpahkan semua kewajiban seturut hukum kanonik menjadi milik Anda …”

Liturgi Tahbisan Uskup diakhiri Lagu Syukur “Ecce Sacerdos Magnus.” Kemudian Uskup Sintang yang baru memimpin Liturgi Ekaristi, dengan 30 uskup dan sekitar 200 imam konselebran, dalam Misa yang dihadiri lebih dari 10,000 dan dimeriahkan kelompok koor dengan lagu-lagu gaya Dayak dan peralatan musik Dayak. Di akhir Misa, mantan Uskup dan Administrator Apostolik Sintang Mgr Agus melakukan serah terima tugas pelayanan uskup di Keuskupan Sintang dan memohon pamit setelah 20 tahun melayani Keuskupan Sintang.

Ternyata, menurut Mgr Agus, Mgr Samuel adalah satu putra terbaik Ordo Kapusin. Mgr Samuel pernah menjadi Provinsial Ordo Kapusin Provinsi Pontianak, 1997-2003 dan 2009-2012. “Kita sudah mendengar pesan-pesan uskup baru yang sungguh ingin menggembalakan umat Keuskupan Sintang dengan semangat kebapakan, yang ingin hadir sebagai Kristus yang lain di Keuskupan Sintang,” kata Mgr Agus.

Matheus Siong dari Katedral Sintang mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa umat Sintang menghormati siapa saja uskupnya. “Semua umat hormat, karena menurut kita dia orangnya suci, bisa kita ayomi, dan bisa membawa kita ke jalan benar.”

Yakin karena pengalaman uskup itu di bidang lingkungan hidup, Matheus berharap Uskup Samuel memotivasi masyarakat yang berbeda-beda untuk hidup baik dan memberikan contoh kepada masyarakat untuk menyuburkan tanah pertanian buah-buahan.

Sekretaris DPP Fransiskus Asisi Tebet Paulus Christian Prabowo yakin umat Tebet tidak merasa kehilangan “tapi bangga dan bahagia akan kehebatan pastor kami bisa menjadi uskup.” Kesediaan dan kemauannya untuk merangkul semua umat dari semua kalangan, “adalah modal besar Pastor Samuel untuk jadi uskup.”

Sesama pimpinan DPP dari Tebet, Archadius Aldy Rama mengalami Mgr Samuel sebagai bapak yang sangat menyayangi umat dan akrab dengan lingkungan. “Pastoran kami punya arwana di akuarium. Karena cinta lingkungan hidup, dia lepaskan arwana itu ke kolam ikan. Pernah kita hendak membangun di tempat yang ada pohon. Karena dia tidak mau satu pohon pun ditebang, maka bangunan berdiri tanpa menebang pohon, dan kini pohon itu berdiri bersama bangunan baru.”

Gregorius Aries dari Seksi Kepemudaan Sungai Durian melihat uskup baru itu “orangnya akif,” maka dia harap Mgr Samuel membawa perubahan pelayanan karena ada umat mulai mundur dari kegiatan Gereja. “Saya harap kehadiran uskup ini menarik OMK untuk lebih baik dalam kegiatan Gereja,” kata Aries.

Gubernur Kalbar Cornelis melihat tugas dan tanggung jawab Mgr Samuel sangat berat, terutama berkaitan dengan ketidakdisiplinan umat, intoleransi, narkoba, kemiskinan, dan cyber dalam generasi digital. “Ini bisa diatasi kalau keluarga-keluarga punya iman, harapan dan kasih,” katanya.

Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono melihat tahbisan Uskup Samuel sungguh membanggakan karena menyemangati seluruh umat untuk melihat perlunya pemimpin atau gembala yang akan mengarahkan pelayanan pastoral serta membawa perubahan dan perkembangan umat. “Gembala mengenal, mendengar dan mengerti keluhan dan aspirasi iman umat,” kata Mgr Wisaksono.

Kehadiran uskup, imam dan umat dalam jumlah besar “mengharukan” semua yang hadir, karena “semua mengalami sendiri perayaan itu sebagai peristiwa iman, dan tetap dalam suasana doa meski panas suasananya.” Mengingat usia uskup baru sudah di atas 60 tahun, Mgr Wisaksono berpesan agar Mgr Samuel sabar dan pelan-pelan, “tak perlu terlalu terobsesi, tetapi menyerahkan semua kepada Tuhan yang akan membimbing.”(paul c pati)

Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap. Foto PEN@ Katolik
Pembawa Persembahan dengan Gaya Dayak dalam Misa Tahbisan Uskup Sintang. Foto PEN@ Katolik
Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap memimpin Misa. Foto PEN@ Katolik
Serah terima dari Administrator Apostolik Sintang Mgr Agus kepada Uskup Sintang yang baru, Mgr Samuel. Foto PEN@ Katolik
Ketua dan Sekjen KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC saat ritus penumpangan tangan. Foto PEN@ Katolik
Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono memberi penumpangan tangan. Foto PEN@ Katolik
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus yang pernah menjadi Uskup Sintang dan Administrator Apostolik Sintang. Foto PEN@ Katolik
Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Foto PEN@ Katolik
Paulus Christian Prabowo (kanan) dan Archadius Aldy Rama (kiri) dari Paroki Tebet. Foto PEN@ Katolik

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Evolusi Teknologi Visual Modern Membawa Pengalaman Bermain yang Lebih Imersif dengan Tampilan yang Semakin Detail dan MenawanPerkembangan Grafis Digital Generasi Baru Dinilai Berhasil Meningkatkan Kualitas Interaksi Pengguna dalam Berbagai Platform ModernInovasi Efek Visual dan Teknologi Animasi Terkini Menjadi Faktor Penting yang Membuat Pengalaman Digital Semakin MenarikStudi Terbaru Menunjukkan Bahwa Perubahan Kecil pada Aspek Visual Mampu Memberikan Dampak Besar terhadap Kenyamanan PenggunaPengalaman Digital Masa Kini Semakin Berkembang Berkat Integrasi Teknologi Modern yang Mengutamakan Kenyamanan dan InteraktivitasMahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Setelah Muncul Berbagai Pembahasan Mengenai Perubahan Dinamika Simbol yang Semakin UnikAnalisis Pola Simbol Mahjong Ways Mengungkap Berbagai Karakteristik Menarik yang Membuat Permainan Ini Banyak DibicarakanMengapa Struktur Simbol Mahjong Ways Sering Menjadi Fokus Utama dalam Berbagai Kajian dan Diskusi Komunitas Digital ModernKajian Mendalam Mengenai Interaksi Simbol Mahjong Ways yang Dinilai Mampu Menghadirkan Pengalaman Bermain Lebih VariatifMahjong Ways Dinilai Memiliki Keunikan Tersendiri yang Membuat Banyak Pengguna Terus Mengamati Perkembangannya dari Waktu ke WaktuKomunitas Asia Menyoroti Fortune Mouse yang Popularitasnya Terlihat Stabil dan Tetap Banyak Dicari PemainProvider CQ9 Gaming Tampil Konsisten dengan Deretan Judul Favorit Pemain yang Masih Ramai DicariAnalisis Tren Hari Ini PG Soft Masih Mendominasi Percakapan Pemain Lewat Game-Game Populer yang Konsisten RamaiWild Fireworks Jadi Salah Satu Nama yang Mulai Sering Muncul di Sosial Media dan Ramai Dibicarakan PemainTren Baru Mulai Muncul Deretan Game Bertema Asia Kian Mendapat Perhatian Besar dari Komunitas DigitalKajian Mendalam Terhadap Sugar Rush Super Scatter Mengungkap Faktor Faktor Yang Membentuk Stabilitas Performa Di Tengah Lonjakan Aktivitas PenggunaData Analitik Modern Menemukan Sinyal Perubahan Menarik Yang Membuat Tren Pergerakan Sistem Digital Semakin Mudah DipetakanMahjong Ways Dan Evolusi Teknologi Server Masa Kini Sebuah Tinjauan Yang Mengungkap Perubahan Perilaku Pengguna Secara BertahapGelombang Pembaruan Data RTP Menjadi Perbincangan Setelah Terlihat Adanya Pergeseran Pola Yang Berbeda Dari Periode SebelumnyaKomunitas Game Online Menyoroti Daftar Game Favorit yang Mendominasi Percakapan Hari Ini di Berbagai PlatformFenomena Fa Fa Fa Jadi Salah Satu Topik yang Ramai di Berbagai Grup Game Digital karena Namanya Kembali NaikSweet Bonanza dan Sugar Rush Masih Jadi Duo Game yang Sulit Tergeser dari Percakapan Pecinta Game DigitalGates of Olympus dan Mahjong Ways Masih Mendominasi Pencarian Komunitas Game Online dengan Perbincangan yang Belum RedupBanyak Konten Kreator Mulai Mengulas Lucky Coming yang Sedang Naik Tren dan Makin Sering Dicari PemainRamai Dibahas Akademisi Digital Mengapa Banyak Pengguna Masih Salah Memahami Cara Kerja Sistem Acak dalam Permainan ModernMembongkar Ilusi Keberuntungan Beruntun Pakar Statistik Jelaskan Kesalahan Berpikir yang Sering Menjebak Pengguna DigitalDi Balik Fenomena Permainan Populer Begini Cara Probabilitas Bekerja Tanpa Dipengaruhi Hasil SebelumnyaStudi Perilaku Digital Ungkap Alasan Mengapa Banyak Orang Sulit Membedakan Peluang dan Perasaan IntuitifKetika Prediksi Tidak Selalu Akurat Mengenal Cara Kerja Sistem Acak yang Sering Disalahpahami PenggunaFenomena Bias Kognitif dalam Dunia Hiburan Interaktif Mengapa Otak Manusia Sering Melihat Pola yang Tidak AdaMengapa Mahjong Ways Terus Menarik Perhatian Komunitas Ungkap Pengalaman yang Membuat Mereka Kembali BermainTren Masa Kini Balik Popularitas Mahjong Ways Ternyata Faktor Visual dan Interaktivitas Jadi Daya Tarik Utama PenggunaBagaimana Kecerdasan Buatan Mempengaruhi Kebiasaan Digital dari Rekomendasi Konten hingga Keputusan PenggunaStudi Tren Digital Modern Mengungkap Hubungan Antara Stabilitas Server Dan Konsistensi Aktivitas Pengguna Dalam Sesi BerkelanjutanPerforma Infrastruktur Berbasis Data Jadi Fokus Utama Setelah Sejumlah Indikator Menunjukkan Perubahan Ritme Yang Semakin DinamisTren Analisis dan Era Personalisasi Mengapa Sistem Rekomendasi Semakin Efektif Menarik Perhatian Pengguna BaruDi Balik Lonjakan Unduhan Aplikasi Begini Cara Algoritma Cerdas Membaca Minat dan Perilaku PenggunaTeknologi AI Makin Dominan Pakar Ungkap Dampaknya terhadap Pola Konsumsi Konten Digital MasyarakatMengapa Banyak Pengguna Tertarik pada Konten Tertentu Analisis Cara Kerja Sistem Rekomendasi Berbasis AIKecerdasan Buatan dan Perubahan Perilaku Digital Fenomena yang Kini Menjadi Perhatian Banyak PenelitiMengupas Hubungan antara Psikologi Pengguna dan Persepsi Keberuntungan di Era Platform Digital ModernTeknologi Algoritma Semakin Canggih Pengalaman Pengguna Dinilai Lebih Stabil dan Adaptif Dibanding SebelumnyaTransformasi Sistem Digital Modern Disebut Berhasil Meningkatkan Kenyamanan dan Efisiensi Aktivitas PenggunaPenggunaan Algoritma Generasi Baru Jadi Sorotan Setelah Dinilai Membuat Pengalaman Interaktif Lebih ResponsifBagaimana Inovasi Teknologi Membentuk Pengalaman Digital yang Lebih Personal dan Mudah Diakses Berbagai KalanganTren Pengembangan Algoritma Modern Mulai Mengubah Cara Pengguna Berinteraksi dengan Platform Digital Masa KiniPengalaman Pengguna Masuk Babak Baru Teknologi Adaptif Dinilai Membawa Perubahan Signifikan pada Industri DigitalEfisiensi dan Stabilitas Jadi Fokus Pengembang Teknologi Berlomba Menghadirkan Sistem yang Lebih Ramah PenggunaDari Kecepatan hingga Personalisasi Ini Faktor yang Membuat Teknologi Modern Semakin Diminati Masyarakat DigitalMahjong Ways Jadi Perbincangan Komunitas Pengguna Bagikan Pengalaman Menarik Selama Menjelajahi Fitur Permainan
Exit mobile version