Home OPINI Manusia itu makhluk ekologis yang tak bisa hidup tanpa alam ciptaan

Manusia itu makhluk ekologis yang tak bisa hidup tanpa alam ciptaan

0

Oleh Lukas Awi Tristanto*

Atas nama keuntungan ekonomi, alam dieksploitasi sedemikian rupa. Manusia sekarang bertekad mengeruk seluruh isi alam tanpa mengindahkan kelestarian di masa depan. Padahal Sang Pencipta menakdirkan bahwa manusia tak pernah bisa hidup sendiri tanpa sesamanya yakni sesama manusia maupun sesama ciptaan Tuhan seperti alam, flora dan fauna. Maka, selain disebut sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makhluk ekologis karena ia tak pernah bisa hidup sendiri tanpa alam ciptaan.

Sebagai makhluk ekologis, manusia semestinya menyadari cara hadir di bumi dan cara berelasi dengan bumi dan alam ini. Namun kenyataannya, manusia telah mengeksploitasi alam ini atas nama kesejahteraan  manusia yang mengakibatkan kerusakan yang masif.

Dengan merusak alam ciptaan, manusia sebenarnya sedang menghancurkan peradaban dirinya sendiri. Fritjof Capra, fisikawan berkebangsaan Austria yang menulis buku “The Web of Life” mengatakan bahwa pada dasawarsa-dasawarsa mendatang nasib umat manusia akan tergantung pada melek ekologis, yaitu kemampuan memahami prinsip-prinsip dasar ekologi dan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip ekologis.

Namun, dengan dalih keuntungan ekonomi yang serakah, alam dihancurkan. Tanah-tanah dipacu (dipaksa) dengan pupuk kimia dan obat-obatan pertanian supaya menghasilkan pangan yang melimpah. Akibatnya, daya dukung tanah menurun. Makhluk-makhluk hidup yang berjasa menyuburkan tanah pun mati terkena racun.

Sementara itu, untuk meraup keuntungan ekonomi tinggi, bukit-bukit dibabat, hutan-hutan digunduli. Tak jarang hal itu harus berhadapan dengan penduduk setempat yang benar-benar menggantungkan hidupnya pada alam sebagai petani. Mereka terancam. Tak hanya mereka dan alam tempat mereka bergantung, bahkan kebudayaan mereka pun terancam. Benarlah seperti yang dikatakan Mahatma Gandhi, dunia ini cukup untuk menghidupi seluruh manusia, tetapi tak akan cukup untuk satu orang yang serakah. Apalagi di negeri ini, keserakahan itu menggurita dalam lembaga yang mempunyai otoritas.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa keserakahan merusak jatidiri manusia ekologis. Melek ekologis sebagaimana yang menurut  Capra menentukan nasib manusia berganti menjadi buta ekologis. Masa depan akan menjadi bencana jika planet ini dihuni manusia yang buta ekologis. Bahkan tak perlu menunggu masa depan, beberapa kejadian alam pun telah menunjukkan bencana itu, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kepunahan beberapa spesies penting dalam rantai makanan.

Demi pelestarian alam, manusia semestinya kembali kepada jatidiri sebagai makhluk ekologis yang melebur dalam pola-pola relasi antar makhluk. Kearifan alam selama ini telah memperlihatkan bahwa makhluk hidup satu dengan lainnya sebenarnya saling membutuhkan dalam kondisi seimbang. Kearifan alam juga sudah ditangkap oleh para nenek moyang dalam memperlakukan alam. Mereka hidup sangat selaras dengan alam dalam pola saling ketergantungan. Maka, relasi itu tak pernah mengenal dominasi, namun keselarasan. Bahkan sampah bagi makhluk satu menjadi makanan bagi makhluk lainnya. Hal itu terlihat ketika petani memakai kotoran ternak sebagai pupuk bagi tanaman. Itu adalah melek ekologi.

Untuk menyelamatkan alam ini tak ada yang lain kecuali membangkitkan melek ekologi pada manusia zaman sekarang. Karena dengan demikian, ia akan kembali memperbaiki pola relasinya dengan alam ciptaan. Mungkin akan sangat berat melakukan hal itu mengingat sudah sekian lama, manusia hidup berjarak dengan alam ketika alam hanya menjadi obyek eksploitasi, bukan subyek yang sebenarnya menjadi mitra kehidupan.

Tibalah saatnya, manusia hadir dengan ramah terhadap alam sebagai sesama warga dalam komunitas kehidupan. Maka, pola-pola relasi yang dikembangkan adalah pola yang selalu mengarah pada relasi mutualisme dan meneguhkan. Dalam situasi itu seperti yang pernah dikatakan Thomas Berry (1914-2009), kita sebenarnya sedang memasuki era Ecozoic, yakni zaman ketika kelakuan manusia dibimbing oleh gagasan komunitas bumi yang utuh, suatu periode di mana manusia tampil di bumi dalam cara yang sungguh saling meneguhkan.

Maka, hal konkret yang bisa dilakukan adalah memperbaiki cara berelasi dan berproduksi serta cara mengonsumsi. Aras pikiran, perasaan, tindakan kita harus selalu berkiblat pada kelestarian dan kesejatian alam baik dalam ranah pemerintahan (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), pendidikan, keluarga, maupun masyarakat kita sendiri.

Hal serupa juga ditegaskan dalam Pesan Natal Bersama KWI dan PGI 2013 “Datanglah, ya Raja Damai”, dengan semangat kedatangan Kristus, Gereja-Gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia didorong untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai di mana pun berada dan berkarya. Salah satunya adalah terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita (no. 3).

*Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

20130220-142642_4

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memiliki Pola Penyajian Animasi yang Membuat Perubahan Simbol Lebih Mudah Diikuti

Mengapa Game Digital dengan Unsur Budaya Tradisional Bisa Terasa Akrab bagi Pengguna Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Pengguna

Mahjong Ways Menampilkan Perpaduan Warna dan Ornamen yang Mengingatkan pada Estetika Asia

Bagaimana Transisi Visual dalam Game Digital Membantu Pemain Memahami Jalannya Permainan?

Game Mobile dengan Tema Klasik Menunjukkan Bahwa Inovasi Tidak Selalu Berasal dari Konsep Baru

Mahjong Ways 2 Menggunakan Efek Berantai untuk Menampilkan Perubahan Susunan Simbol dalam Permainan

Mengapa Pemilihan Warna dalam Game Digital Bisa Memengaruhi Cara Pengguna Mengenali Fitur?

Komunitas Game Online Membentuk Ruang Diskusi Baru tentang Desain dan Pengalaman Bermain

Teknologi Layar Smartphone Membawa Pengaruh terhadap Cara Game Digital Menampilkan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten