IMG-20180210-WA0027

Untuk memperingati Hari Orang Sakit se-Dunia, pada tanggal 9 Februari 2018 Klinik Dewi Sartika Cimahi yang dijalankan oleh para Suster dari Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia mengadakan pengobatan gratis karena “ingin menolong mereka yang miskin dan tidak mempunyai biaya untuk berobat serta ingin membagikan sukacita.”

Suster M Marietta OP yang mengetuai klinik itu berbicara dengan PEN@ Katolik di hari yang sama, seraya menegaskan bahwa pengobatan gratis yang dijalankan setiap tahun itu berjalan baik “karena Tuhan mengijinkan Klinik Dewi Sartika menjadi saluran berkat bagi mereka yang sakit.”

Pengobatan gratis itu, lanjut Suster Marietta, dapat terlaksana dengan baik juga “karena keterlibatan dan batuan banyak pribadi terlebih bantuan dari para donatur dan Keluarga Dominikan, baik bantuan berupa tenaga, materi atau pun obat.”

Itu juga “bukti nyata bahwa Keluarga Dominikan ingin menyentuh, bertatap muka dan melayani mereka yang kecil, miskin dan sakit, dan lebih dari itu, Klinik Dewi Sartika ingin mewujudkan seruan Paus Fransiskus bahwa pelayanan Gereja untuk orang sakit dan mereka yang merawatnya harus terus-menerus berjalan dengan daya semangat yang senantiasa dibaharui, dalam kesetiaan pada amanat Tuhan dan mengikuti teladan Yesus, Pendiri dan Gurunya. Dengan memberikan pengobatan gratis diharapkan mereka yang sakit dan tidak memiliki biaya mendapat pelayanan kesehatan.”

Kamelia, salah satu warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan mengatakan kepada PEN@ Katolik, “Bersyukur dan senang karena ada pengobatan gratis. Namun yang paling menyenangkan ialah diterima oleh para tenaga kesehatan dengan baik dan ramah sehingga dapat dirasakan kekeluargaannya.”

Obat yang diberikan, menurut ibu berusia 65 tahun itu adalah juga obat yang bagus. “Saya berharap pengobatan gratis tidak hanya dilakukan setahun sekali tetapi dua tahun sekali,” harap ibu itu.

Dalam pengobatan gratis tahun ini, klinik itu melayani 160 pasien. Umumnya mereka datang dari sekitar klinik itu serta oma-opa penghuni panti jompo dan umat Paroki Santo Ignatius Cimahi.

“Dengan pengobatan gratis ini, para pelayan kesehatan ingin membaharui semangat pelayanan, dengan berjumpa dengan mereka yang kecil, miskin dan sakit, karena maksud kehadiran klinik ini adalah agar semua orang tertolong dan mendapatkan kembali kesehatannya,” jelas Suster Marietta.

Pemerintah sedang gencar-gencarnya meminta masyarakat untuk ikut program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bahkan mewajibkannya. Namun realitanya, demikian pengamatan kongregasi itu, tidak semua masyarakat memilikinya. Ada banyak alasan mengapa ada yang masih enggan menggunakan BPJS. Namun yang paling miris terjadi di masyarakat sekitar Klinik Dewi Sartika Cimahi ialah banyaknya masyarakat dengan ekonomi bawah tidak sanggup membayar iuran BPJS setiap bulan, sehingga mereka memutuskan tidak mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS. (Suster Alfonsa OP)

IMG-20180210-WA0023IMG_20180209_103314IMG_20180209_112030IMG_20180209_105924

Tinggalkan Pesan