DSCN8391

Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) Pastor Matius Harry Sulistiyo Pr mengajak wartawan Katolik agar hidup mereka menjadi berkat bagi sesama. “Salah satu cara hidup yang perlu dipraktekkan adalah menghadirkan kebaikan dalam perilaku hidup setiap hari. Sama seperti kehadiran Yesus di dunia untuk melawan kuasa kegelapan, manusia juga harus memiliki kuasa melawan kejahatan dalam kehidupan setiap hari,” kata imam itu.

Berbicara dalam homili Misa Buka Tahun Baru Bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Gedung KWI, Jalan Cikini II, Jakarta, 27 Januari 2018, Pastor Harry Sulistiyo menegaskan bahwa hidup itu adalah berkat Allah, “maka menjalani hidup sebagai orang Katolik berarti membawa berkat bagi sesamanya.”

Kehadiran Yesus di dunia, lanjut Pastor Harry Sulistiyo dalam acara tahunan itu, adalah juga untuk membawa persaudaraan sejati, “maka wartawan perlu membangun kebersamaan dalam persaudaraan yang kokoh antara umat manusia.”

Selain itu, kehadiran Yesus seperti dimaklumatkan membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya, “maka yang terpanggil melakukan tugas sebagai wartawan Katolik, dalam tugas pewartaannya, harus menghadirkan informasi yang mencerahkan seluruh masyarakat, harus berperan dalam membangun keadaban publik, dan bukan melakukan perbuatan yang melawan Roh Kudus.”

Pendiri PWKI Putut Prabantoro juga mengajak seluruh wartawan Katolik agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya sepanjang tahun 2018. “Indonesia sangat beragam maka kita harus menjaga dan merawatnya sehingga Indonesia jangan sampai terpecah belah,” harap Putut.

Harapan yang sama diungkapkan oleh Ketua PWKI Emanuel Dapa Loka. “Anggota PWKI harus melaksanakan tugas sebaik-baiknya, karena kiprah wartawan untuk melakukan pewartaan yang menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia ini.”

Ketika penyanyi rohani asal Surabaya, Mirelle dan Antoni, mempersembahkan beberapa lagu dari edisi kelima album rohani mereka, para wartawan mengumpulkan uang untuk pendidikan anak-anak usia sekolah di Pulau Sumba, NTT. (Konradus R Mangu)

 

 

Tinggalkan Pesan