cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (15)

Dalam pesannya untuk Hari Komunikasi se-Dunia 2018, Paus Fransiskus menyerukan “jurnalisme untuk perdamaian” sebagai tanggapan atas ancaman hoax (berita palsu), yang “berkembang tanpa konfrontasi sehat dengan sumber informasi lainnya.” Tanggal 24 Januari 2018, Paus Fransiskus mengeluarkan pesan untuk Hari Komunikasi se-Dunia, yang setiap tahun diadakan hari Minggu sebelum Pentakosta, yang tahun ini jatuh tanggal 13 Mei 2018. “’Kebenaran akan membebaskanmu’ (Yoh 8:32). Hoax dan jurnalisme untuk perdamaian” adalah tema pesan Paus itu. Bapa Suci menyelidiki apa yang membuat hoax itu ‘palsu’, bagaimana mengenalinya, kebenaran sebagai penangkal, dan bagaimana “jurnalisme untuk perdamaian” membuat orang terfokus kepadanya. Hari Komunikasi se-Dunia adalah satu-satunya perayaan di seluruh dunia yang diminta oleh Konsili Vatikan Kedua (“Inter Mirifica“, 1963). Pesan Bapa Suci itu secara tradisional diterbitkan tanggal 24 Januari, pada pesta Santo Fransiskus de Sales, pelindung para jurnalis, agar ada waktu cukup bagi konferensi para uskup, kantor keuskupan dan organisasi komunikasi untuk mempersiapkan materi audiovisual dan lainnya untuk perayaan nasional dan lokal. Hari Komunikasi se-Dunia yang pertama dirayakan 7 Mei 1967, di bawah kepausan Beato Paus Paul VI, yang ingin menarik perhatian media komunikasi dan kekuatan besar yang mereka miliki untuk transformasi budaya. Perayaan tahun ini adalah yang ke-52.(pcp berdasarkan Vatican News)

Pesan Hari Komunikasi Sedunia

Tinggalkan Pesan