Peru29

Paus Fransiskus sudah tiba kembali di Vatikan setelah seminggu melakukan Kunjungan Apostolik ke Chili dan Peru. Dan seperti biasanya, segera setelah mendapat di Bandara Ciampino Roma, hari Senin 22 Januari pukul 14.15 waktu setempat, Paus segera berangkat ke Basilika Santa Maria Maggiore. Di sana Paus mengucapkan doa syukur di hadapan Patung Bunda Maria, Salus Populi Romani, seperti dikonfirmasi dalam sebuah tweet oleh direktur Kantor Pers Tahta Suci, Greg Burke.

Sebelum meninggalkan Peru, Paus Fransiskus mendesak rakyat Peru dalam upacara perpisahan di bandara untuk “mempertahankan pengharapan mereka.” Sebelum menaiki pesawat, Paus bertemu dengan Presiden Peru bersama istrinya.

Sebelumnya, setelah Misa di pangkalan udara Las Palmas di Lima, Bapa Suci, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membuat perjalanannya memungkinkan. “Saya memulai ziarah saya di antara kalian dengan mengatakan bahwa Peru adalah tanah pengharapan. Sebuah tanah pengharapan karena keanekaragaman hayati dan keindahan alamnya, yang bisa membuat kita menemukan keberadaan Tuhan. Tanah pengharapan karena dari tradisi dan adat istiadatnya yang kaya, yang telah membentuk jiwa orang-orang ini. Tanah pengharapan bagi orang-orang mudanya, bukan kaum muda masa depan tapi juga kaum muda sekarang ini di Peru.”

Di depan sekitar 1,3 juta umat yang hadir dalam Misa itu, Paus Fransiskus kemudian mendorong orang-orang di negeri itu “untuk menemukan dalam kebijaksanaan kakek dan nenek mereka dan orang-orangtua mereka, DNA yang membimbing orang-orang kudus agung mereka.” Selain meminta mereka untuk tidak kehilangan akarnya, Paus mendorong mereka agar, “tidak takut menjadi orang-orang kudus abad XXI.”

Bapa Suci juga mengajak masyarakat Peru untuk “memelihara pengharapan kalian.” Menurut Paus, tidak ada cara yang lebih baik, untuk memelihara pengharapan mereka “daripada tetap bersatu, sehingga alasan-alasan pengharapan ini dapat tumbuh hari demi hari di hati-hati kalian.”

Kunjungan Paus Fransiskus ke Peru merupakan salah satu langkah perjalanannya ke Amerika Latin yang dimulai di Chili awal pekan ini.

Dalam konferensi pers di dalam pesawat saat penerbangan pulang ke Italia, Paus Fransiskus berbicara tentang kehangatan orang-orang di Chili dan Peru, serta membahas topik-topik beragam seperti pembelaannya terhadap seorang uskup yang dituduh menyaksikan pelecehan seksual, pernikahan dalam pesawat di udara yang dipimpinnya, dan kebijakan liberal beberapa pemerintah Amerika Selatan.(pcp berdasarkan beberapa berita Vatican News)

Peru27Lebih dari sejuta oleh Fransiscan MediaPeru30

Tinggalkan Pesan