cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (2)

Ketika bertemu dengan sekitar 50 uskup dari seluruh penjuru Chili yang dipimpin oleh Presiden Konferensi Waligereja Chili Uskup Agung Santiago Mgr Silva Retamales di Katedral Santiago, Paus Fransiskus meminta mereka agar waspada terhadap godaan klerikalisme.

Dalam perjumpaan itu, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, Paus mengenang kunjungan ad limina para uskup itu di Vatikan sekitar setahun yang lalu dan mengatakan bahwa dia ingin mengulangi beberapa poin yang dibuat dalam pertemuan di Roma itu.

Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat saat ini, kata Paus, adalah rasa menjadi yatim piatu, perasaan tidak menjadi milik siapapun.” Itulah perasaan “postmodern,” yang bisa meresap dalam diri kita dan dalam klerus kita, yang membuat kita berpikir kita bukan milik siapa pun. “Kita lupa bahwa kita adalah bagian dari umat yang kudus dan setia dari Allah dan bahwa Gereja tidak, juga tidak akan pernah menjadi kelompok élite para pria dan wanita hidup bakti, para imam dan para uskup.”

Tanpa kesadaran menjadi milik umat Allah sebagai pelayan, bukan tuan, kata Paus, “kita dapat masuk ke dalam pencobaan, yang paling merusak bagi pelayanan misi yang seharusnya kita tingkatkan sesuai panggilan kita, yakni klerikalisme.”

Kegagalan menyadari misi sebagai milik seluruh Gereja, dan bukan milik perorangan seorang imam atau uskup, kata Paus, membatasi cakrawala, dan bahkan lebih buruk lagi, memadamkan semua prakarsa yang mungkin sedang bangkit di tengah-tengah kita.

Lebih jauh Paus Fransiskus mengingatkan para uskup bahwa “orang awam bukanlah prajurit-prajurit kita, atau pegawai-pegawai kita” dan mengatakan bahwa “klerikalisme secara bertahap memadamkan api kenabian di mana seluruh Gereja dipanggil untuk bersaksi.”

Paus benar-benar mengajak semua yang hadir untuk mewaspadai godaan itu, terutama di seminari-seminari dan sepanjang proses formasi.

Selanjutnya Paus memohon kepada Roh Kudus untuk menerima “karunia bermimpi dan berkarya bagi opsi misi dan kenabian yang mampu mengubah segalanya, sehingga kebiasaan kami, cara melakukan sesuatu, waktu dan jadwal, bahasa dan struktur gerejawi bisa tersalur dengan benar bagi evangelisasi Chili bukan untuk mendapat perlindungan diri dari gereja.”

“Janganlah takut melepaskan diri dari segala sesuatu yang memisahkan kita dari mandat misi,” Paus Fransiskus mengakhiri, (pcp berdasarkan Vatican News)

26731208_1809695302375399_5396481747699409705_n26992205_1809695212375408_239023464996509297_n26238852_1809695205708742_5500313619902207486_n

 

Tinggalkan Pesan