malam gelar budaya (34)

Saint Dominic Olympiad 2018 bidang akademik dan non akademik yang meliputi matematika, IPA, story telling,  menulis cerpen dan puisi, khotbah, vocal group, menyanyi tunggal, solo gitar,  tenis meja, basket, voli, bulu tangkis, lompat jauh, dan catur, sudah selesai dilaksanakan.

Kegiatan itu diakhiri dengan gelar budaya yang menampilkan kreativitas seni dalam bentuk tarian, paduan suara, dan drama dari para siswa dari empat cabang. Dan saat itu diumumkan bahwa juara umum kompetisi 2018 itu adalah Yayasan Santo Dominikus (YSD) Cabang Cirebon, karena berhasil memperoleh medali emas terbanyak.

YSD Cabang Cirebon mampu mengalahkan tiga cabang lainnya yakni Cabang Yogyakarta, Cabang Purwokerto, dan Cabang Cimahi dalam Saint Dominic Olympiad 2018 yang berlangsung  di SMP Susteran Purwokerto, tanggal 4 hingga 6 Januari 2018. YSD dijalankan oleh para suster dari Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia., OP.

Kegiatan tahunan itu, kata ketua panitia Aloysius Hariadi, adalah untuk “menghidupi enam semangat Santo Dominikus, yang menjadi nilai sekolah yang diterapkan dalam proses pembelajaran dalam sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan YSD, yakni doa, studi, demokrasi, persaudaraan, bela rasa, dan  kegembiraan.

Tema Saint Dominic Olympiad, yang dibuka dan ditutup dengan Misa di Katedral Purwokerto, adalah “Chanakta Widya Bagya Buana Indonesia,” yang artinya, menurut Aloysius Hariadi, “pelajar yang baik akan selalu mencari ilmu demi kebahagiaan tanah air Indonesia.”

Kepala YSD Cabang Purwokerto Suster Maria Rosiana OP membenarkan dalam sambutannya bahwa “Seorang pelajar yang baik selalu menuntut ilmu.” Suster itu juga berharap anak-anak didik selalu bersyukur , menumbuhkan devosi, dan mengembangkan masa depan cerah.

Selain untuk mewujudkan kegembiraan sehingga menguatkan semangat cinta kebenaran, persaudaraan, dan studi guna meningkatkan prestasi bidang akademik dan non akademik, jelas suster itu, kegiatan itu “bisa digunakan oleh pelajar yang berprestasi menemukan Tuhan, meninggalkan kesan yang baik, dan memperoleh nilai untuk kehidupan yang nyata.”

Kepala YSD Pusat Suter Maria Patricia OP yang membuka acara itu menegaskan bahwa dalam Saint Dominic Olympiad para siswa tidak hanya bertanding “tetapi berbagi kegembiraan dengan semangat Santo Dominikus, karena sebagai generasi yang sedang menyiapkan diri menghadapi masa depan yang diperlukan bukan hanya memiliki keterampilan akademis tetapi juga karakter sebagai pribadi yang utuh, cerdas, dan cinta kebenaran (Veritas).”

Gelar budaya untuk menutup Saint Dominic Olympiad 2018 di Gedung Pascalis Hall Purwokerto itu menampilkan kreativitas seni dalam bentuk tarian, paduan suara, dan drama dari para siswa dari empat cabang yang selesai berkompetisi.

Pemimpin Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia Suster Anna Marie OP dan Wakil Bupati Banyumas Budhi Setyawan, yang juga alumnus SD Santa Maria Purwokerto yang berada di bawah naungan YSD Cabang Purwokerto, hadir dalam gelar budaya itu.

“Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata karya kongregasi yang mampu menciptakan generasi berprestasi serta menjadi sarana pewartaan kebenaran dalam kehidupan nyata di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat,” kata Suster Anna Marie OP. (Angela Reni Suryoresmi)

malam gelar budaya (1)

Suster Anna Marie OP
Suster Anna Marie OP

Tinggalkan Pesan