Pope Francis waves from the door of the Alitalia plane that is taking him to South America.
Paus Fransiskus melambaikan tangan dari pintu pesawat Alitalia yang membawanya ke Amerika Selatan. Foto AFP

Paus Fransiskus memulai perjalanan kepausan ke-22 ke luar wilayah Italia pada hari Senin pukul 8:55, saat pesawat yang ditumpanginya berangkat dari Bandara Fiumicino di Roma, untuk melakukan perjalanan selama 15 jam ke Santiago, Chili, Amerika Selatan.

Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Chili dan negara tetangga Peru dalam waktu kurang dari seminggu, menurut laporan Christopher Wells dari Vatican News, akan membawanya ke enam kota yang berbeda.

Perjalanannya dimulai di ibu kota Chili, Santiago. Di sana, selain merayakan Misa untuk umat beriman, Bapa Suci akan bertemu dengan para pemimpin sipil dan agama dan mengunjungi penjara wanita. Pada hari Rabu, 17 Januari, Paus akan pergi ke Temuco, sebuah kota yang dihuni banyak masyarakat adat. Sesudahnya Paus akan kembali ke Santiago untuk bertemu kaum muda. Paus Fransiskus akan menghabiskan hari terakhirnya di Chili, di kota pelabuhan utara Iqique.

Seperti biasanya, Bapa Suci akan mengirim telegram ke berbagai negara yang akan dia lalui saat bepergian ke Amerika Selatan. Telegram pertama, yang ditulis dalam bahasa Italia dan dikirim ke Presiden Italia, Sergio Mattarella, berbunyi:

“Saat saya meninggalkan Roma untuk pergi ke Chili dan Peru untuk mendukung misi Gereja setempat, dan untuk menyampaikan pesan pengharapan, saya perlu menyampaikan salam hormat saya kepada Anda, Tuan Presiden. Saya juga berharap orang Italia mengalami kesejahteraan spiritual, sipil, dan sosial, dan oleh karena itu saya dengan sukarela memberikan berkat Apostolik saya.”

Sebelum keberangkatan ke Amerika Selatan, Paus Fransiskus mempercayakan perjalanan apostoliknya itu kepada Perawan Maria dengan berdoa di Kapel Maria Penyelamat Bangsa Romawi di Basilika Santa Maria Maggiore. (pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan