Basilika Santo Petrus Vatikan dilihat dari  Pusat Misi dan Formasi Internasional (CIAM) di Bukit Gianicolo, yang masuk teritori Vatikan
Basilika Santo Petrus Vatikan dilihat dari Pusat Misi dan Formasi Internasional (CIAM) di Bukit Gianicolo, yang masuk teritori Vatikan

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

582. Mengapa kita berani mendekat kepada Allah dengan kepercayaan penuh?

Karena Yesus, Penebus kita, membawa kita ke hadapan Bapa dan Roh-Nya menjadikan kita anak-anak Bapa-Nya. Jadi, kita dapat berdoa Bapa Kami Dengan penuh kepercayaan sebagai anak-anak-Nya, dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati, dengan kepastian dicintai dan didengarkan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2777-2778, 2797

583. Bagaimana mungkin menyebut Allah sebagai ”Bapa”?

Kita dapat menyebut ”Bapa” karena Putra Allah yang menjadi manusia sudah mewahyukan-Nya kepada kita dan karena Roh-Nya membuat Dia bisa kita kenal. Seruan ”Bapa” menyebabkan kita masuk ke dalam misteri-Nya dengan perasaan takjub yang selalu baru dan membangkitkan dalam diri kita kerinduan untuk bertindak sebagai anak-anak-Nya. Karena itu, jika kita mendoakan Doa Tuhan ini, kita sadar bahwa kita menjadi anak-anak Bapa di dalam Putra-Nya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2779-2785, 2789, 2798-2800

584. Mengapa kita berkata Bapa ”Kami”?

Kata ”kami” mengungkapkan hubungan dengan Allah yang baru secara total. Jika kita berdoa kepada Bapa, kita menyembah dan memuliakan Dia bersama Putra dan Roh Kudus. Dalam Kristus kita adalah ”umat-Nya” dan Dia Allah ”kita” sekarang dan selama-lamanya. Kenyataannya, kita juga berkata Bapa ”kami” karena Gereja Kristus adalah kesatuan banyak sekali saudara dan saudari yang ”sehati dan sejiwa” (Kis 4:32).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2786-2790, 2801

Tinggalkan Pesan