Domba

PEKAN ADVEN II (U) 

Santa Yohanna Fransiska de Chantal;

Santa Perawan Maria dari Guadalupe

Bacaan I: Yes. 40:1-11

Mazmur: 96:1-3.10ac.11-13; R: Yes. 40:10ab

Bacaan Injil: Mat. 18:12-14

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Renungan

Setiap orang yang kehilangan barang atau kelupaan SIM, dokumen yang penting, KTP, atau sertifikat tanah, tentu reaksi kemanusiaan pertama yang muncul adalah gusar, panik, dan berusaha untuk menemukannya. Tidak ada seorang pun di antara kita yang masa bodoh atau tidak peduli bila terjadi kehilangan salah satu dokumen di atas. Demikian juga Allah. Dia merasa berbelas kasih dan berusaha untuk menemukan kembali setiap anak-Nya yang hilang. Allah tidak menghendaki kehilangan seorang pun dari anak-anak-Nya.

Bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji juga mengalami pergumulan batin yang hebat. Ada dari antara mereka yang bahkan berpaling dan tidak setia terhadap Allah. Mereka melawan Allah dan melawan setiap pemimpin yang memimpinnya. Mereka melakukan dosa. Allah menyebut mereka sebagai anak-anak yang hilang dalam perjalanan. Allah senantiasa berusaha untuk kembali menemukan mereka. Para nabi diutus untuk mewartakan pertobatan, Allah sebagai Bapa yang Maharahim terbuka untuk menerima dan mengampuni dosa mereka. ”Tenangkanlah hatimu Yerusalem dan serukan kepadanya, bahwa perhambaan sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni… Ada suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan; luruskanlah di padang belantara, jalan raya bagi Allah kita!” (Yes. 40:2b-3).

Kedatangan Kristus membawa pengampunan. Seruan pertobatan terus dikumandangkan. Allah tetap pada pilihan sikap yang tidak berubah bahwa yang hilang dicari untuk ditemukan. Setiap insan manusia yang berdosa sangat berharga di mata Allah. ”Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anaknya hilang” (Mat. 18:14). Kitalah yang mesti terus berusaha untuk kembali kepada Allah bahkan kembali menemukan diri yang hilang di hadapan Allah. Allah dengan rindu dan penuh sukacita menantikan kedatangan dan pertobatan kita kembali ke dalam rangkulan kasih sayang-Nya.

Ya Tuhan, aku bersyukur atas kerahiman-Mu. Aku sering menjadi orang yang lupa kembali ke dalam rangkulan kasih sayang-Mu. Semoga hidupku menjadi daya tarik banyak orang kembali kepada rangkulan kasih-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan