Makan Siang Natal bersama orang miskin di Basilika Santa Maria di Trastevere, Roma
Makan Siang Natal bersama orang miskin di Basilika Santa Maria di Trastevere, Roma

Pria dan wanita yang berkehendak baik di seluruh dunia diajak menyiapkan meja makan Natal untuk orang-orang yang membutuhkan. Demikian seruan Komunitas Sant’Egidio ketika membuka kampanye tahunannya untuk memberikan makan siang Natal bagi orang miskin, para tuna wisma, dan keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan.

Komunitas Sant’Egidio yang berbasis di Roma itu meminta sumbangan, berapa pun besarnya, untuk bisa memberikan tanda kedekatan dan perhatian nyata bagi saudara dan saudari kita yang membutuhkan.

Berkat bantuan teman-teman Sant’Egidio di seluruh dunia, tahun lalu lebih dari 50 orang miskin di Italia, dan lebih dari 200 di seluruh dunia, diundang merayakan Natal dan menikmati makan siang bersama bersama-sama berkat kampanye “Siapkan meja makan Natal.”

Tradisi makan siang bersama orang miskin sudah berlangsung 35 tahun tahun ketika sekelompok kecil orang miskin diundang ikut menikmati perjamuan yang diadakan di Basilika Santa Maria di Trastevere. Yang diundang antara lain beberapa orang lanjut usia, beberapa teman lingkungan yang merayakan Natal sendirian, dan beberapa orang gelandangan yang tidur “di luar dan sekitar” daerah itu.

Sejak saat itu, inisiatif itu telah berkembang dan menyebar dari wilayah Trastevere di Roma, tempat rumah Sant’Egidio berada, ke banyak bagian dunia, di mana pun komunitas itu berada.

Di Roma, makan siang itu masih berlangsung di bawah lukisan-lukisan dinding di Basilika yang megah, namun makanan Natal juga disiapkan bagi orang miskin di berbagai tempat, termasuk rumah jompo, penjara dan tentu saja gereja dan basilika lainnya.

Pelayanan bagi orang miskin adalah salah satu dari misi-misi utama Komunitas Sant’Egidio yang memandang dirinya sebagai sebuah keluarga yang disatukan oleh Injil. Itulah sebabnya, ketika keluarga-keluarga di seluruh dunia berkumpul di sekeliling meja untuk merayakan kedatangan Tuhan, anggota-anggota Sant’Egidio bersikeras agar komunitas itu melakukan hal yang sama bersama orang miskin “yang merupakan teman-teman dan keluarga kita.” (pcp, berdasarkan laporan Linda Bordoni dari Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan