IMG-20171204-WA0003

Peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional tahun ini berbarengan dengan Minggu Adven pertama untuk untuk menyambut hari Raya Natal dengan pertobatan yang bisa diwujudkan dengan bersedia membangun kesadaran akan keberadaan sesama yang menyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus, serta menghormati, menghargai dan mampu berinteraksi dengan mereka.

Pastor Eduardus Didik Chahyono SJ menyampaikan hal itu dalam Misa para penyandang disabilitas di Gereja Santa Theresia, Bongsari, Semarang, 3 Desember 2017, yang melibatkan anak asuh Panti Cacat Ganda Bhakti Asih, Ikatan Keluarga Katolik Tuna Rungu dan KB-TK-SD Inklusi Talenta.

Elizabeth Indira yang mengasuh siswa-siswi dari KB-TK-SD inklusi Talenta, yang dalam Misa itu mempersembahkan lagu pujian, mengatakan bahwa Misa bersama penyandang disabilitas semakin meneguhkan dan menguatkan mereka yang selama ini merasa tersisih.

“Kepedulian Gereja sungguh membawa kedamaian bahwa mereka merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komunitas Gereja. Umat secara umum pun semakin tergugah untuk menerima dan melibatkan penyandang difabel dalam berbagai kegiatan Gereja. Pada dasarnya penyandang difabel dapat berkarya bila kita memberi ruang dan kesempatan bagi mereka,” katanya.

Ketua Ikatan Keluarga Katolik Tuna Rungu Semarang Yoseph Sudharyanto  belajar di SLB Don Bosko Wonosobo sejak usia 6 tahun. Di tempat itu, dia dilatih berbicara. “Maka meskipun saya tunarungu, tetapi saya bisa bicara. Sekarang, saya bekerja sebagai penjahit. Saya memiliki istri dan dua anak. Berkat sekolah di SLB Don Bosko Wonosobo, saya bisa berinteraksi dengan orang normal,” katanya.

Pengasuh Panti Cacat Ganda Bhakti Asih Semarang, Th Sukrismiati, yang sudah 28 tahun bekerja di panti asuhan merasa anak-anak asuh sudah sebagai keluarganya. “Saya bahagia bisa mengabdi dan melayani anak-anak difabel. Karena jalinan kedekatan yang kami bangun setiap saat, maka kami bisa berkomunikasi dan mengetahui yang mereka butuhkan. Melalui tatapan mata pun, kami bisa merasakan kalau mereka selalu rindu bersama para pengasuh.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan 3 Desember sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Pencanangan itu telah dideklarasikan sejak 1982. Melalui peringatan itu, masyarakat diajak memperhatikan saudara-saudari yang menyandang disabilitas. Kesadaran itu dapat diwujudkan dengan menyediakan fasilitas publik yang ramah untuk penyandang disabilitas dan memberdayakan mereka agar mampu mandiri serta berkiprah di masyarakat.

Selain Misa di gereja, Pastor Eduardus Didik Chahyono SJ bersama  wakil umat berkunjung ke Panti Cacat Ganda Bakti Asih dan  bercengkrama dengan anak-anak asuh di panti itu.(Lukas Awi Tristanto)

IMG-20171204-WA0002IMG-20171204-WA0004IMG-20171204-WA0001

Tinggalkan Pesan