Para Murid SMPK Cor Jesu tampak serius Membaca salah satu Koran Lokal di Malang selama 30 menit di ruang kelas

Untuk meningkatkan kecerdasan intelektual dan melatih kekritisan murid dan agar murid terbiasa membaca supaya tidak kerdil dan kering cara berpikirnya, Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Cor Jesu Malang mengadakan program literasi “membaca selama 30 menit sebelum pelajaran di kelas.”

Budaya membaca di kalangan pelajar dan mahasiswa serta di masyarakat mulai berkurang karena pengaruh gadget  yang makin canggih, “maka budaya membaca (literasi) kembali kami hidupkan bagi seluruh murid SMPK Cor Jesu Malang,” kata Wakil Kepala Humas SMPK Cor Jesu Malang Veronica Endah 21 November 2017.

Ditegaskan bahwa menghidupkan budaya literasi merupakan salah satu program dari agenda kerja Keuskupan Malang dan Sekolah itu juga ingin meneruskan pesan Presiden Jokowi untuk membiasakan budaya membaca sejak awal demi melahirkan generasi yang cerdas dan memiliki intelektual yang baik.

Menurut Veronica Endah, program itu dikhususkan dan diwajibkan bagi kelas VII hingga kelas IX pada setiap hari pukul 14.00 WIB sebelum jam pulang sekolah. “Seluruh murid itu diwajibkan membaca dan mencermati setiap berita yang ada di setiap halaman salah satu koran lokal di Malang. Literasi media ini dilaksanakan di setiap kelas usai kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Program yang mulai dilaksanakan dua tahun lalu itu, kini menggunakan koran lokal “agar anak-anak tidak bosan dan dapat memperluas wawasan dan informasi yang akan mereka dapat dari membaca.”

Veronica menambahkan, “literatur yang digunakan berupa buku bacaan yang ada di sekolah. Selain dipakai buat membaca, siswa juga dilatih mendiskripsikan kembali dalam bentuk resensi dan sebagainya. Sehingga tidak terkesan hanya membaca, melainkan mereka juga dilatih untuk dapat mengulas kembali apa yang mereka baca dalam bentuk tulisan,” terangnya.

Selain membaca, para siswa membuat bermacam poster, lengkap dengan karikatur dan narasinya, juga pantun dan puisi sesuai tema yang ditentukan guru setiap pekan. Tema yang pernah diangkat antara lain lingkungan, pola hidup sehat dan jenis makanan yang menyehatkan. Seluruh karya siswa ini dipajang di kelas masing-masing, baik di dalam maupun di luar kelas.

“Awalnya siswa keberatan. Pasalnya, waktu tugas belajar mereka sudah cukup padat. Namun, setelah dicoba beberapa bulan, mereka terbiasa dan dapat menjalankannya dengan lancar tanpa beban. Mereka juga mulai tekun membaca dan menulis karya. Meskipun awalnya sederhana,lambat laun karya mereka semakin bagus,” lanjutnya.

Kepala SMPK Cor Jesu, Juliana Herman Suprihatin menambahkan, “literasi perlu sekali ditingkatkan.  Dengan banyak membaca dan menulis, pengetahuan siswa bertambah dan wawasan semakin luas karena terus mengakses informasi baik dari buku, internet maupun surat kabar.”

Dia percaya, dengan membaca, anak-anak tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita atau informasi yang tidak benar. “Ini juga merupakan program pembentukan mental dan karakter anak didik. Tanpa membaca, cara berpikir seseorang akan kerdil,” tegasnya. (Felixianus Ali)

Tinggalkan Pesan