Lapas anak10

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus memberkati dan meresmikan kapel bernama Santa Katarina dari Siena di Lembaga Pemasyarakatan Khusus (LPKA) Anak Klas IIA Sungai Raya Pontianak, sebagai wujud perhatian Gereja bagi warga binaan dan memberikan harapan kepada anak-anak yang putus asa, yang terlupakan, dan yang ditinggalkan oleh orangtua mereka.

Dalam pemberkatan dan peresmian 24 November 2017 itu, Mgr Agus berterima kasih kepada LPKA itu yang menanggapi keinginan keuskupannya untuk mendirikan kapel itu bersama Keluarga Dominikan Pontianak. Mgr Agus pun menyerahkan kapel itu kepada Kepala Pembinaan Khusus Anak Lapas Klas IIA Sungai Raya Slamet Budiono.

Uskup Agung Pontianak juga mengharapkan agar pelayanan yang sudah dimulai oleh Keluarga Dominikan itu “dilanjutkan oleh Gereja, karena pelayanan itu sungguh membantu para warga binaan mengubah tingkah laku mereka, dan setelah bebas diharapkan mereka akan mempunyai iman yang kuat dan hidup baik di tengah masyarakat.”

Warga binaan di lapas, menurut uskup, adalah sesama yang perlu ditolong, karena “di sini mungkin mereka seringkali mengalami ketakutan, disingkirkan, dan tidak diterima.”

Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana/Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran, Kanwil Kemenkumham Kalbar, Winduarto, berterima kasih kepada Keuskupan Agung Pontianak yang melengkapi sarana peribadatan sehingga kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan lebih sering dilakukan, dan “rasa bosan dan sepi dan trauma para narapidana,” berkurang.

Menurut data Subseksi Pendidikan dan Bunkemas, di lapas itu ada 10 warga binaan beragama Katolik dan 5 warga binaan beragama Kristen. (aop)

Lapas anak6Lapas Anak9Lapas anak7Lapas anak5

Tinggalkan Pesan