yesus-meratap

PEKAN BIASA XXXIII (H) 

Santo Klemens I, Paus Martir; Santo Kolumbanus;
Beato Mikhael Agustinus Pro

Bacaan I: 1Mak. 2:15-29
Mazmur: 50:1-2.5-6.14-15; R:23b
Bacaan Injil: Luk. 19:41-44

Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya, kata-Nya: ”Wahai Yerusalem, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Renungan

Seorang gadis kecil mendapat hadiah sebuah kalung ”mainan” dari ayahnya. Meski mainan, tetapi kilau manik-maniknya sangat memikat hati gadis kecil itu. Dengan bangga setiap hari ia memakai kalung itu, kadang sambil bergaya di depan cermin. Sekian minggu berselang, ayahnya datang dan bertanya, ”Boleh ayah minta kalungmu?” Gadis itu menggeleng. Tiga kali ayahnya bertanya dan selalu ditanggapi dengan penolakan. Bahkan gadis kecil itu menjadi kesal lantaran mengira ayahnya ingin mengambil kalung kesayangannya. Lalu ayahnya pergi. Yang tidak diketahui oleh gadis kecil itu, di genggaman tangan ayahnya ada sebuah kalung emas asli nan berkilau yang tadinya hendak ditukar dengan kalung mainan tersebut.

”Jika engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu … tetapi semuanya sekarang tersembunyi bagimu” (Luk. 19:42). Yesus menangis melihat manusia yang begitu kokoh berpegang pada benteng keselamatan yang mereka bangun dengan segala kemegahan. Benteng keselamatan yang sejati sungguh tersembunyi sehingga tak dapat dijadikan sandaran atau jaminan pengharapan. Di sini sebuah pertanyaan ditujukan kepada kita, apakah kita mau terus berpegang pada kemuliaan yang tampak atau pada rahmat Allah yang tersembunyi?

Ya Allah, bukalah mataku supaya tidak disilaukan oleh yang fana dan mampu melihat rahmat-Mu yang tersembunyi. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan