Lukas 12 54 sampai 59

PEKAN BIASA XXIX (H)

Santo Frumensius

Bacaan I: Rm. 7:18-25a

Mazmur: 119:66.68.76.77.93.94; R:68b

Bacaan Injil: Luk. 12:54-59

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang banyak: ”Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Renungan

Rasul Paulus mengatakan adanya kecenderungan manusiawi yang jahat dalam diri manusia. Kecenderungan jahat manusia lahir karena sikap mengutamakan kehendak sendiri dan membiarkan diri terlena dalam kelemahan tubuh yang fana. Roh kuat, tetapi daging lemah. Karena kelemahan daging insani manusia terpenjara dalam dosa. Namun, berkat iman akan Allah, kita memperoleh pengertian yang benar bahwa Allah melalui Yesus Kristus telah menyelamatkan kita dari kedosaan.

Dalam hidup harian, kita sering kali dihadapkan pada pilihan untuk berbuat baik atau jahat, memutuskan yang baik atau yang buruk. Agar dapat memberikan penilaian dan pilihan yang tepat dalam hidup dibutuhkan evaluasi dan kemauan memperbarui diri. Tuhan telah menganugerahkan akal budi dan keutamaan agar bijak memutuskan yang benar dan melakukannya. Berhadapan dengan berbagai tawaran, godaan, dan tantangan hidup, kita dituntut agar mampu memilih yang benar, yang menghidupkan dan menyelamatkan. Kemampuan untuk memilih yang baik dan benar telah kita terima dalam dan melalui Yesus Kristus. Persoalannya ialah kuatnya kecenderungan manusiawi yang mengutamakan kehendak diri semata serta membiarkan kelemahan insani merajalela dalam hidup kita.

Allah Yang Mahabaik, ajarilah aku memahami kebaikan yang Engkau anugerahkan kepadaku.

Mampukan aku untuk membagikan anugerah-Mu bagi sesama dalam kehidupan di tengah masyarakat. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan