luke-11-5-13

PEKAN BIASA XXVII (H)

Santo Wilfridus; Santo Serafinus dari Montegranaro; Maria Teresa Fasce

Bacaan I: Mal. 3:13-4:2a

Mazmur: 1:1-6; R:40:5a

Bacaan Injil: Luk. 11:5-13

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka: ”Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Renungan

Orang segera ingin mendapatkan hasil instant dan nyata dari sebuah doa. Maka bila keinginannya tidak terpenuhi mulailah muncul kekecewaan, antipati dengan doa bahkan mulai menyalahkan Tuhan. Sikap yang sering terjadi adalah manusia seakan menuntut dan meminta Tuhan untuk mematuhi kehendaknya.

Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Allah Bapa adalah Kasih. Ia sumber kasih dan Ia mengetahui apa yang manusia perlukan. Belas kasih-Nya dibukakan terhadap siapa pun yang bermohon kepada-Nya (bdk. Luk. 11:13). Sikap bermohon kepada-Nya dalam doa dilandaskan pada keterbukaan serta penyerahan diri pada kehendak-Nya. Dengan ajaran ini Yesus mengajarkan agar kita selalu dan tidak jemu-jemunya membangun relasi dengan Allah melalui doa-doa dengan sikap penyerahan diri pada Kehendak-Nya.

Buah-buah dari relasi dengan Allah dalam doa teramati dalam sikap hidup dan tindakan yang benar. Nabi Maleakhi melukiskan bahwa sikap hidup yang benar membawa belas kasih Allah kepada orang yang setia kepada-Nya (bdk. Mal. 3:17). Orang benar dan takut akan Allah serta terbuka menyerahkan hidupnya kepada Allah akan memperoleh kebahagiaan (bdk. Mal. 4:2a).

Apakah kita selalu berdoa dalam setiap aktivitas hidup harian? Apakah kita sadar bahwa doa adalah kekuatan dalam hidup?

Allah Yang Mahabaik, bantulah aku untuk menyelami kehendak-Mu dalam seluruh hidupku. Semoga pula aku semakin mampu menyerahkan diri kepada-Mu. Amin. 

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan