Apse-of-St-Peters

Memperingati Pesta Santo Fransiskus dari Assisi, para Fransiskan dan Fransiskanes di Keuskupan Agung Pontianak “untuk pertama kalinya berani” mengundang seorang imam Dominikan (OP) untuk berkotbah, padahal itu bukanlah kebetulan tetapi “tradisi dalam Gereja Katolik,” kata Pastor Edmund Nantes OP.

Pastor Dominikan yang kini bertugas sebagai Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Antonino Ventimiglia Pontianak itu membawakan homili Misa Pesta Santo Fransiskus dari Assisi yang dipimpin oleh Uskup Emeritus Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap bersama beberapa imam konselebran di susteran Suster Misi Fransiskan Antonius (SMFA), Pontianak, 4 Oktober 2017, yang dihadiri sekitar 300 orang.

Sesuai tradisi itu, manakala Fransiskan merayakan pesta, yang memberi kotbah adalah imam Dominikan. Sebaliknya, kalau Dominikan merayakan pesta maka yang diundang memberikan kotbah adalah imam Fransiskan, sering terjadi di Roma dan di tempat lain.

Karena baru pertama terjadi saat Misa itu, Pastor Nantes lalu memperlihatkan beberapa contoh yang menunjukkan persaudaraan antara kedua ordo itu, dengan menunjukkan beberapa contoh gambar dan cerita yang memperlihatkan persaudaraan antara Fransiskan dan Dominikan.

Di Keuskupan Agung Pontianak kini berkarya sekitar 50 imam Fransiskan Kapusin (OFMCap). Selain undangan, hadir dalam Misa itu para imam, suster, bruder dan frater dari tarekat-tarekat yang menggunakan Spiritualitas Fransiskan di Pontianak.

Contoh jelas tradisi itu, lanjut imam itu, adalah saat umat Katolik mendoakan Litani Orang Kudus (Puji Syukur 128, Red.). Ketika mendoakan orang kudus yang merupakan imam dan biarawan-biarawati kalau yang lain diucapkan sendiri-sendiri tetapi kedua orang kudus itu disebut secara bersama-sama “Santo Fransiskus dan Dominikus” … dan yang hadir dalam Misa itu membalas sambil menyanyi “Doakanlah kami,” karena Pastor Nantes juga menyanyikan dua nama orang kudus itu.

Keistimewaan lain yang hanya diberikan kepada Santo Fransiskus dan Santo Dominikus, pendiri ordo Fransiskan dan Ordo Dominikan, adalah penempatan hanya kedua patung orang kudus itu pada dinding kiri dan kanan altar utama Basilika Santo Petrus di Vatikan. “Itu penghormatan khusus Gereja kepada Fransiskus and Dominikus karena mereka memperbaharui Eropa di abad 13,” kata imam asal Filipina itu.

Pastor Nantes juga menceritakan bagaimana gereja milik Fransiskan dan gereja milik Dominikan laksana Indomaret dan Alfamart yang selalu berdekatan, “bukan untuk berkompetisi tetapi karena punya satu semangat seperti kembar, Fransiskus mengikuti Yesus, orang miskin yang mengajar atau berkotbah, sedangkan Dominikan mengikuti Yesus sebagai pewarta yang miskin.”

Juga diceritakan bagaimana Santo Dominikus bukan dipuji oleh keluarga Dominikan sendiri tetapi oleh Santo Bonaventura yang Fransiskan, dan Santo Fransiskus bukan dipuji oleh keluarga Fransiskan tetapi oleh Santo Thomas Aquinas yang Dominikan.

Namun, “hari ini kita merayakan persaudaraan antara kita, termasuk dengan macam-macam saudara dan saudari Fransiskan dan Fransiskanes. Hari ini kita berkumpul bersama dengan fokus persaudaraan. Hari ini kita berpesta karena warisan Santo Fransiskus yang diberikan kepada kita.”

Sesudah Misa, Fransiskan dan Fransiskanes dan semua undangan merayakan pesta, namun menurut Bruder Agus MTB,  “Kehadiran kita malam ini bukan untuk pesta, karena (katanya) Fransiskan tidak boleh pesta. Kita hanya makan malam bersama untuk bersyukur karena telah mengikuti Sang Santo, telah mengambil Spiritualitas Santo Fransiskus dan Asisi. Makanan ini juga disiapkan oleh Fransiskan dan Fransiskanes yang ada di Pontianak yang dikumpulkan jadi satu untuk dinikmati bersama.”

Dan sebelum makan, berdoalah Pastor Kosmas Djang OFMCap dengan bersyukur atas rahmat panggilan mengikuti teladan Santo Fransiskus Assisi dan memohon berkat dan penemanan bagi kami mereka yang menghayati panggilan hidup dan spiritualitas Santo Fransiskus dari Asisi, “supaya dengan demikian kami bisa memberi kesaksian tentang kebaikan dan kasihmu bagi sesama kami di mana saja kami hadir, bekerja dan melayani.”

Sebagai ungkapan rasa syukur, kegembiraan, dan sukacita dan persaudaraan mereka, lanjut imam itu, “kami akan santap malam bersama, memperkuat tali persaudaraan di antara kami, dan setelah menerima berkat-Mu mampukanlah kami pulang menjadi berkat bagi sesama kami lewat seluruh diri kami dan perbuatan baik kami kepada sesama kami.”

Setelah makan bersama para saudara dan saudari Santo Fransiskus menari dan bernyanyi bersama sebagai satu keluarga besar untuk saling mendoakan, menghibur dan meneguhkan.(aop)

Patung Santo Dominikus di dinding samping kanan altar Basilika Santo Petrus
Patung Santo Fransiskus di Altar Basilika Santo Petrus
Patung Santo Fransiskus di dinding samping kiri altar Basilika Santo Petrus

FransiskanFransiskan1

Pastor Edmund Nantes OP
Pastor Edmund Nantes OP
Uskup Emeritus Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap
Uskup Emeritus Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap

Persaudaraan Fransiskan

Tinggalkan Pesan