DSCN7739[1] (1)

Sebanyak 56 ketua lingkungan berbaris di depan gereja dengan busana dari berbagai daerahnya seperti Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa tengah, Flores, Kalimantan, Papua, Ambon, sambil memegang vandal masing-masing lingkungan yang dilengkapi gambar santo pelindung masing-masing.

Hari itu, Minggu, 1 Oktober 2017, adalah HUT ke-11 dan Pesta Nama Paroki Santa Helena, Curug, Tangerang. Mereka bersiap memasuki Gereja Santa Helena untuk  merayakan Misa yang dipimpin Kepala Paroki Santa Helena Curug Pastor Lukas Sulaeman OSC dan didampingi Pastor Rafael Adi Pramono OSC sebagai pastor rekan.

Dalam Misa bertema “Dengan semangat Spiritualitas Santa Helena kita amalkan Pancasila: makin adil makin beradab” dan dihadiri sekitar 1500 umat itu, para ketua lingkungan membawa vandal masing-masing ke depan altar, dan Pastor Lukas meminta mereka untuk melihat semua kemajuan yang telah dicapai umat. “Ulang tahun ini bermakna mengevaluasi bagaimana peran seluru umat Katolik dalam mewartakan Kabar Baik, Injil,” kata imam itu.

Menurut Pastor Lukas, iman tanpa perbuatan adalah mati, maka dalam konteks Paroki Santa Helena harus terus membangun semangat iman yang benar, “jangan hanya iman di bibir, melainkan harus diwujudkan dengan konkret.” Maka, iman umat harus terus bergerak dengan cara melakukan perbuatan baik, karena “berani melakukan kebaikan sekecil apapun itu berarti mewujudkan Kerajaan Allah.”

Pastor Lukas juga menambahkan bahwa perziarahan iman di dunia harus disertai pertobatan terus-menerus, seperti halnya Santo Paulus yang dulu penganiaya umat Kristen, Zakheus yang menunjukkan kerakusannya dengan memungut pajak, dan Santo Agustinus mengalami pergulatan iman yang kelam namun akhirnya menjadi pembela Kristus yang hebat.

Dalam perayaan setelah Misa itu, Pastor Lukas memberikan tumpeng kepada sejumlah pengurus yang telah lama mengabdi di paroki itu. (Konradus R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan