Our Lady of the Rosary

PEKAN BIASA XXVI (H)

Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Bacaan I: Bar. 4:5–12.27–29
Mazmur: 69:33–37; R: 34a

Bacaan Injil: Luk. 10:17–24

Pada waktu itu ketujuh puluh murid itu kembali dari perutusannya dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ”Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: ”Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Renungan

Seorang pemuda yang telah sukses pernah menyampaikan sharing demikian: ”Jika bukan pertolongan Allah melalui berbagai cara dan bantuan banyak orang, aku tidak akan pernah mengecap bangku sekolah hingga mendapatkan pekerjaan. Melihat kondisi kehidupan keluarga dan pekerjaan orangtua, mana mungkin aku dapat bersekolah tinggi? Aku tahu Allah itu Mahakasih dan memerhatikan orang yang mau berjuang serta berseru kepada-Nya”.

Kedalaman rahasia kehendak Allah tak mampu kita duga. Ia menyatakan kebaikan dan kasih setia-Nya kepada setiap orang yang rendah hati mau terbuka akan kehadiran-Nya. Ia tidak membeda-bedakan manusia dengan kriteria cerdik pandai, kaya miskin, tingkatan sosial, dan berbagai kriteria lain. Kehendak dan kebijaksanaan Allah terbuka bagi siapa saja yang rendah hati menyerahkan diri pada-Nya (bdk. Luk. 10:24).

Keterbukaan akan kehendak Allah menyata dalam kesediaan untuk kembali serta menyerahkan hidup dan segalanya kepada Allah (bdk. Bar. 4:19-22). Dari kita dituntut kesediaan kembali menata hidup seraya senantiasa bersyukur diikutsertakan dalam karya penyelamatan-Nya.

Apakah kita pernah bersyukur atas kasih Allah dalam hidup? Apa yang dapat kulakukan bagi sesama untuk mewujudnyatakan kebaikan Allah?

Allah Yang Mahabaik, terima kasih atas karya keselamatan-Mu di dunia ini. Semoga aku dapat menghidupi semangat kasih-Mu dan senantiasa mampu bersyukur kepada-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan