Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida

PEKAN BIASA XXVI (H)

Santo Bruno; Beato Isidorus de Loor; Diego de San Vitores, Santa Maria Fransiska dari ke-5 luka Yesus

Bacaan I: Bar. 1:15-22
Mazmur: 79:1-5.8-9; R:9ac
Bacaan Injil: Luk. 10:13-16

Sekali peristiwa Yesus bersabda: ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Renungan

Salah satu upaya yang dianjurkan di Tahun Kerahiman Ilahi adalah intensitas penerimaan Sakramen Tobat. Pada kenyataannya, kemauan untuk mengakukan dosa melalui sakramen tobat dilihat masih belum memadai. Rupa-rupa alasan di balik keengganan itu. Rasa malu, belum tahu bagaimana mesti mengaku dosa, tidak merasa bahwa dirinya berdosa, dan boleh jadi ada kesombongan manusiawi karena keengganan mengakui kebobrokan diri.

Pengakuan dosa membutuhkan kerendahan hati untuk ”menelanjangi” diri dengan mengakui kekurangan dan kelemahan. Karena itu, pengakuan dosa menuntut ketulusan, keberanian dan kerendahan hati di hadapan Allah untuk mengakui kedosaan dan menyesalinya (bdk. Bar. 1:15b-19. 21-22). Yesus sendiri mengecam keangkuhan dan ketegaran hati karena keengganan mengakui kedosaan dan pertobatan (bdk. Luk. 10:13-15). Keangkuhan seperti ini tidak akan memberikan kebahagiaan dan hidup berkeutamaan. Kecaman Yesus terhadap mereka yang tidak mau bertobat merupakan penegasan dan peneguhan dalam kerangka perutusan para murid untuk mewartakan pertobatan dalam menerima warta Kerajaan Allah (bdk. Luk. 10:16).

Apakah kita sudah mengakukan dosa-dosa? Sejauh mana kita sadari bahwa kita telah berdosa? Apa upaya kita untuk melakukan pembaruan dalam hidup?

Tuhan Yesus, ampunilah dosa-dosaku. Berilah rahmat-Mu agar aku dapat memperbarui hidupku hari demi hari. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan