Dominican Rosary

Rosario adalah bagian jubah kami. Ketika menerima jubah, para frater OP juga menerima Rosario. Doa Rosario penting karena dalam untaian Rosario terdapat salib yang mempertegas keterkaitan antara Maria dan Tuhan Yesus, dan karena “Doa Rosario telah membantu banyak orang,” kata Pastor Louis-Marie Ariño-Durand OP dalam Seminar Rosario di Paroki Redemptor Mundi Surabaya.

Dalam seminar itu, imam asal Perancis itu menjelaskan bahwa Rosario berasal dari bahasa Latin, rosarium. Akar katanya adalah rosa (bunga). Rosario berarti karangan bunga mawar.  “Kalau lebih jauh mempelajari Rosario, pasti kalian akan membaca nama santo yang terkenal yakni Santo Dominikus, pendiri Ordo Dominikan atau Ordo Pewarta (OP). Menurut sejarah Gereja Katolik, dalam pertapaannya orang kudus itu menerima langsung untaian butir Rosario dari Bunda Maria,” kata imam itu.

Namun, dalam seminar 19 Agustus 2017 itu dijelaskan perbedaan antara Rosario yang dipakai pada jubah frater dan imam OP Asia dan pada jubah frater dan imam OP Perancis. Rosario yang diberikan kepada para frater OP Perancis berasal dari pastor yang sudah meninggal. “Jadi, yang saya pakai ini,” kata Pastor Louis “berasal dari Pastor Dominikan yang meninggal tahun 1937.”

Rosario di jubahnya, jelas Pastor Louis “adalah warisan yang saya terima dan nanti saya juga akan berikan kepada yang lain ketika meninggal. Ini cara mengatakan menerima dan mewariskan. Jadi, kita terima dari Bunda Maria dan nanti kita wariskan kepada frater-frater lainnya,” tegas imam yang menjadi anggota tim Promotor Rosario se-Dunia.

Tim itu, jelas Pastor Louis, dibentuk oleh Ordo Pewarta karena keadaan memprihatinkan, ketika “hasil survei menyebutkan bahwa 40 % umat Katolik Latin yang hijrah ke Amerika Serikat, setelah tinggal enam bulan di Negeri Paman Sam, mulai malas mengikuti Misa di gereja.” Itulah alasan mengapa pembesar OP membentuk tim promotor “yang kerjanya mengembara di beberapa tempat di negara-negara yang kondisi keimanannya mulai luntur.”

Guna mengatasi masalah itu, tim itu dikirim ke mana-mana untuk mengajak umat berdoa Rosario dan meminta bantuan Bunda Maria agar meneruskan doa mereka kepada putranya, Tuhan Yesus. Pastor Louis juga meyakinkan peserta bahwa Maria selalu membantu selama kita membutuhkan bantuannya.

Pastor Louis menceritakan penampakan Bunda Maria di Perancis. “Kalau Maria menampakkan diri berarti dia melihat manusia melakukan hal-hal yang tidak baik dan dia datang memberi pesan agar anak-anaknya berubah,” kata imam itu seraya menceritakan bagaimana Ordo Pewarta mewartakan Rosario, misalnya melaksanakan ziarah ke Lourdes, membentuk Persaudaraan Rosario, yang didirikan abad ke-15 dan berdoa Rosario setiap hari di gereja. Juga diceritakan tentang Living Rosario, Rosario Wanita, dan Komunitas Rosario.

“Komunitas Rosario, yang terdiri dari ibu-ibu yang setiap hari berdoa 10 Salam Maria atau satu peristiwa, dirintis dan didirikan oleh seorang imam Dominikan. Komunitas ini didirikan setelah melihat umat tidak lagi mengikuti Misa, mulai bermalas-malasan ke gereja. Nah tugas kelompok itu adalah berdoa khusus untuk membangkitkan semangat umat agar mau mengikuti Misa,” kata Pastor Louis.

Komunitas itu belum ada di Indonesia. “Kalau ada tim yang dibentuk di Indonesia atau di Surabaya, saya akan datang kembali. Ini kesempatan yang baik,” kata Pastor Louis yang juga mengunjungi saudara-saudari Dominikan di Pontianak, baik imam, suster dan awam Dominikan.

Dalam kunjungan 16-18 Agustus 2017 itu, selain sharing dan Misa bersama Keluarga Dominikan di Rumah Santo Dominikus Palapa, imam itu juga diajak ikut dalam pelayanan Keluarga Dominikan Pontianak di Lapas. Pelayanan di penjara itu, “mengagumkan dan tidak mudah.” Maka, imam itu berjanji akan minta Master Ordo Pastor Bruno Cadore OP untuk juga berkunjung ke penjara saat ke Pontianak.

Dalam homili Misa bersama Keluarga Dominikan Pontianak, Pastor Louis mengajak mereka untuk berani menjawab seperti Maria saat ditanya seorang anak dalam penampakan di Fatima. “Anak itu bertanya kepada Maria, ‘Engkau dari mana’ dan Bunda Maria menjawab “Dari Surga!” Kita semua milik Tuhan dan dari Tuhan, bukan dari negara asal kita, maka “kaki kita harus injak tanah negara di mana pun kita berada, tapi kepala atau pikiran kita harus selalu mengarah ke Surga, tujuan kita.” (hyk/ak)

Fr Louis-Marie ARIÑO-DURANDRosary Seminar Rosario di Paroki Redemptor Mundi Surabaya (3)

Bagikan
Artikel sebelumNiat Baik
Artikel berikutSenin, 2 Oktober 2017

Tinggalkan Pesan