Herodes

PEKAN BIASA XXV (H)
Santo Wenseslaus; Santa Eustakia; Santo Laurensius Ruiz, Yakobus, Kyushei Tomonaga, dan Dominikus Ibanez (martir dari Jepang)

Bacaan I: Hag. 1:1-8
Mazmur: 149:1-6a.9b; R: 4a
Bacaan Injil: Luk. 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: ”Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Renungan

“Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian? Herodes berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus”. Kerinduan untuk dapat bertemu dengan Yesus secara personal merupakan sesuatu yang sangat positif dalam hidup kita. Tetapi, kita boleh bercermin dari apa yang dikatakan bacaan Injil hari ini. Herodes berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus. Apakah pada akhirnya ia berjumpa dengan Yesus? Ia berjumpa dengan Yesus (bdk. Luk. 23:8-12) dan Ia mendengar banyak hal tentang Dia. Kerinduan Herodes untuk bertemu dengan Yesus sebenarnya tidak disertai dengan motivasi yang positif. Perjumpaan dengan Yesus sama sekali tidak membawa perubahan dalam diri Herodes. Ia bahkan ikut menista dan mengolok-olok Yesus.

Kita boleh berefleksi, “Bagaimana dengan diri kita sendiri? Adakah kerinduan dalam diri kita untuk berjumpa dengan Yesus? Adakah kita berjuang untuk menghidupi doa pribadi, terlibat dalam doa bersama, mengikuti perayaan Ekaristi dan devosi lainnya? Jika aktif dalam Gereja, apakah motivasi kita murni untuk Tuhan? Setelah berjumpa dengan Tuhan dalam sakramen yang kita rayakan, adakah kita berubah menjadi lebih baik?”

Tuhan Yesus, terima kasih aku boleh mengalami perjumpaan pribadi dengan Engkau dalam sakramen Ekaristi setiap minggu dan dalam sakramen lainnya. Semoga karenanya aku berubah menjadi serupa dengan Engkau. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan