maria mãe de jesus

PEKAN BIASA XXV (H)
Santo Kosmas dan Damianus; Santo Siprianus dan Sant Yustina

Bacaan I: Ezr. 6:7-8.12b.14-20
Mazmur: 122:1-5; R: 1
Bacaan Injil: Luk. 8:19-21

Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: ”Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Tetapi Ia menjawab mereka: ”Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

Renungan

Ibu Yesus merasa khawatir dengan ketenaran Yesus. Maria berpikir Yesus akan berhadapan dengan pemuka-pemuka agama dan bahkan pemerintah. Sebagai ibu, tindakan Maria untuk mencari dan khawatir akan keselamatan Yesus adalah hal yang sangat wajar. Namun, jawaban Yesus di luar dugaan. ”Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk. 8:21).

Apa yang bisa kita refleksikan dari kisah ini? Yesus membawa suatu paradigma baru dalam suatu relasi, bahwa yang menjadi keluarga kita itu tidak lagi dihitung oleh hubungan darah, tetapi lebih luas: Siapa saja yang melakukan kehendak Allah dan melakukan kebaikan dalam hidupnya adalah saudara-saudari Yesus. Apakah aku sudah menjadi saudara Yesus yang sejati? Jika kita belum melakukan kehendak-Nya dapatkah kita mengaku diri sebagai saudara atau saudari Yesus? Pengalaman umat dalam Bacaan I, boleh menjadi teladan bagi kita. Mereka membangun kembali Bait Allah dan mempersembahkan kurban kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur dan juga untuk dosa-dosa mereka. Mari kita juga mempersembahkan diri kita dalam pelayanan dalam keluarga, sekolah, komunitas, Gereja, dan masyarakat.

Tuhan Yesus, terima kasih atas berkat-Mu. Kendati aku lemah, namun engkau memanggil aku sebagai sahabat dan saudara-saudari-Mu. Kuatkanlah aku untuk melaksanakan perintah dan kehendak-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan