matius-pemungut-cukai-mengikut-yesus

PEKAN BIASA XXIV

Pesta Santo Matius, Rasul dan Pengarang Injil (M)

Bacaan I: Ef. 4:1-7.11-13

Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a

Bacaan Injil: Mat. 9:9-13

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia.Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas-kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan

Suatu kali ada pertemuan bapak-bapak selama seminggu. Direncanakan akan berakhir pada hari minggu, tetapi panitia berubah pikiran. Supaya bisa bersama keluarga di akhir pekan, maka pertemuan dipadatkan. Di tempat itu jadwal penerbangan tidak selalu ada setiap hari, maka mereka tergesa-gesa agar tidak tertinggal pesawat. Bapak A menyenggol seorang anak yang jualan buah dan buahnya berceceran di lantai. Tetapi, karena terburu mengejar pesawat, Bapak A meninggalkan anak itu tanpa minta maaf dan membantu. Ada peserta lain, yakni Bapak B yang melihat kejadian itu, ia berbalik dan dari jauh ia melihat anak itu sedang meraba-raba di lantai berusaha mengumpulkan buah. Ternyata ia buta. Bapak B segera mendekat dan berkata: “Maaf Nak, pasti ini hari yang buruk bagimu.” Sambil mengumpulkan semua buah dalam keranjang, ia menghitung jumlah yang rusak dan memberikan uang kepada anak itu.

Tindakan Bapak B di atas merupakan perwujudan dari nasehat Paulus hari ini: “Hendaklah hidupmu sebagai orang yang dipanggil berpadanan dengan panggilan itu” Ef. 4:1). Matius juga menjadi teladan bagi kita dalam hal berpadanan dengan panggilan Yesus: “Ikutlah Aku!” dan Matius sungguh mengikuti Yesus dalam kata dan tindakan menjadi seorang pewarta Injil. Pertanyaan yang patut kita refleksikan sekarang adalah “apakah hidup kita sudah sepadan dengan kehendak Tuhan?”

Tuhan Yesus, jadikanlah aku terjemahan Injil yang hidup bagi sesamaku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan