Lukas 7 1 sampai 10

PEKAN BIASA XXIV (H)

Santo Yosef dari Copertino; Santo Yohanes Makias

Bacaan I: 1Tim. 2:1-8

Mazmur: 28:2.7.8-9; R: 6

Bacaan Injil: Luk. 7:1-10

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: ”Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: ”Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: ”Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Renungan

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira Romawi. Penyembuhan itu terjadi oleh karena iman dan usaha dari pada sang perwira untuk hambanya. Yesus telah menolong orang lain, yang pada waktu itu dianggap sebagai orang kafir. Inilah wujud dari nasihat Paulus kepada Timotius, ”Aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar agar kita hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan” (1Tim. 2:1-2).

Perwira yang dipuji Yesus (bdk. Luk. 7:9) boleh menjadi contoh teladan dalam doa dan tindakan bagi sesama. Perwira itu tak hanya bicara soal iman, tetapi juga kebaikannya mewujud dalam tindakan menolong orang lain yang ditandai dengan membantu pembangunan rumah ibadat dan mengusahakan kesembuhan bagi hambanya. Semoga iman kita kepada Yesus terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan mendoakan orang lain, melakukan kebaikan, dan teguh dalam kepercayaan.

Tuhan Yesus, terima kasih atas segala berkat-Mu atas hidupku. Semoga aku memiliki iman yang teguh sebagaimana sang perwira yang memohon kesembuhan bagi hambanya. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan